Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Permohonan


__ADS_3

"Tolong nak, jangan seperti ini. Kaki ayah ini sudah tinggal tulang belulang saja, masa iya mau kamu pukulkan kesana" ucap Harto dengan tatapan permohonan.


Grizz bergeming bahkan menatap tajam kearah Harto. Matanya menyorotkan kebencian yang begitu dalam, ah lebih tepatnya tatapan kekecewaan. Saat ini saja ia memohon untuk dirinya agar tak dipukul padahal dulu waktu ia meminta hal yang sama tak pernah dikabulkan. Justru malah dirinya dipukul dengan sangat brutal kalau semakin mengeluh sakit.


Niken juga tampak memohon kepada Grizz agar suaminya itu tak dipukuli. Pasalnya kalau sampai dipukul, tentu suaminya tak bisa bekerja. Ia takkan bisa makan dan belanja kalau sampai suaminya itu menjadi pengangguran.


"Lalu kenapa kalau tinggal tulang belulang? Emangnya saya peduli? Dulu saat saya memohon agar dihentikan pukulan itu tapi anda tak pernah menghentikannya. Justru anda malah semakin brutal memukuli kaki saya" sentak Grizz dengan mata yang memerah.


Sebenarnya sedari tadi Grizz menahan tangisnya karena tak kuat melihat semua orang yang dulu menindasnya itu tak mempunyai rasa bersalah sedikit pun kepadanya. Kekecewaan dalam hatinya terlalu besar membuatnya bingung harus mengungkapkannya seperti apa.


Bugh...


"Durhaka kami Grizz sama ayah kandungmu sendiri dengan berani memukulnya. Ku kutuk kau selamanya takkan pernah bisa bahagia" seru Harto tanpa hati.


Grizz tiba-tiba saja memukul kaki Harto membuat laki-laki itu murka hingga mengeluarkan kalimat mengutuk anaknya sendiri. Bahkan tanpa ada hati, Harto malah menyumpahi anaknya takkan bisa bahagia selamanya. Hal ini juga membuat Alex dan ketiga sahabatnya murka.


Bahkan para tetangga juga ingin menyumpal mulut Harto yang tak punya hati itu. Mana ada seorang ayah yang bisa mendo'akan anaknya dengan sekejam itu. Mendengar hal itu, pegangan Grizz pada genggaman sapu itu melemah hingga terjatuh di lantai.


"Biarkan saja, mas. Biar dia pukul kamu, kamu do'ain aja yang jelek-jelek biar dia nggak bahagia selamanya. Do'a orangtua itu biasanya diijabah sama Tuhan" ucap Niken tersenyum penuh kemenangan.


"Orangtua seperti apa dulu yang diijabah sama Tuhan do'anya itu? Kalau modelan kaya kalian itu, aku jamin malah do'a itu berbalik pada anda ini sendiri. Orang anak dianiaya dan tak dinafkahi sejak kecil gitu kok pas Grizz udah bahagia malah dirusuhi, nggak punya hati. Tuhan juga tahu kali mana orang baik dan yang busuk kaya kalian" seru salah satu tetangga Grizz.


"Benar..." seru semua tetangga menyetujui ucapan rekannya.

__ADS_1


Alex dan ketiga sahabatnya begitu salut mendengar pembelaan dari tetangga Grizz. Bahkan mereka mampu membalikkan dan menyerang kembali ucapan Niken juga Harto. Alex segera berjalan mendekat kearah istrinya itu membuat Grizz menoleh kearah sang suami dengan pandangan sendunya.


"Kalau kau tak kuat, biar aku dan yang lainnya saja bergerak untuk menyelesaikan ini. Toh kamu melakukan ini agar mereka bisa sadar kalau yang dulu keduanya lakukan di masa lalu itu salah" ucap Alex sambil menatap istrinya dengan tersenyum tipis.


Brughhh...


Tiba-tiba saja Grizz langsung ambruk yang beruntung ada Alex disampingnya. Ternyata istrinya itu malah pingsan yang kemungkinan mental Grizz belum siap menerima semua cacian balik dari ayah kandungnya sendiri. Alex langsung menggendong istrinya itu hingga beberapa warga langsung membuka jalan.


"Urus mereka. Jangan sampai lepas" seru Alex pada ketiga sahabatnya yang masih terkejut melihat Grizz pingsan.


Mendengar seruan Alex itu, ketiga sahabatnya itu langsung saja membawa Niken dan Harto untuk diamankan. Mereka tak ingin jika setelah ini mereka malah kabur kemudian bersembunyi yang bisa membuat ketiganya repot. Sedangkan Alex sendiri langsung melarikan Grizz ke tetangga sebelah rumah untuk mendapatkan penanganan sementara. Sementara mobil akan dipakai oleh ketiga sahabat Alex demi mengamankan Niken dan Harto.


"Lepaskan kami... Grizz, bangun kamu. Jangan pura-pura pingsan" seru Niken tak terima sambil memberontak dalam tarikan tangan Nando.


"Jangan berisik" sentak Nando yang juga menendang kaki Niken.


Niken lebih memilih diam setelah mendapatkan tendangan di kakinya itu. Rasa kakinya sungguh sakit namun ia mencoba menahannya agar tak mendapatkan bentakan dan tendangan maut lagi. Sedangkan Harto hanya terdiam karena badannya sudah terasa remuk redam akibat dari tendangan Grizz tadi. Mereka berdua digiring masuk dalam mobil kemudian Josh melajukan kendaraan itu dengan kecepatan tinggi.


***


Grizz berbaring diatas karpet dengan bantal yang ada di kepalanya sebagai bantalan. Sedang seorang ibu-ibu langsung mendekatkan sebuah aroma terapi ke dekat hidung Grizz agar bisa segera menyadarkan gadis itu. Di rumah tetangga Grizz itu juga sudah disiapkan teh hangat untuk berjaga-jaga saat nanti gadis itu sadar.


Alex duduk disampingnya sambil menggenggam erat tangan istrinya itu. Dirinya begitu panik dan khawatir akan keadaan Grizz namun ia hanya memperlihatkan wajah datarnya saja. Disana ada beberapa ibu-ibu yang juga ikut berjaga sehingga Alex tak mungkin menampakkan ekspresi yang lemah atau khawatir.

__ADS_1


Eungh...


"Sayang, minum dulu" ucap Alex setelah melihat Grizz sudah sadar.


Lenguhan dari Grizz itu mengalihkan pandangan semua orang kearah gadis itu. Mata Grizz mengerjap berulangkali untuk menetralkan cahaya yang masuk dalam matanya. Alex segera menyodorkan minuman pada Grizz dengan membantunya untuk meminumnya.


"Sudah lebih tenang, nak?" tanya tetangga Grizz sambil memijit pelipis gadis itu agar rasa pusingnya sedikit menghilang.


"Sudah, bu. Terimakasih" ucap Grizz dengan pelan.


Bahkan kini matanya berulangkali menutup sambil tersenyum tipis kearah semua orang. Tentunya Grizz masih membutuhkan penyesuaian untuk mental dan pikirannya setelah kejadian ini. Alex pun memahami itu kemudian menghubungi anak buahnya agar mengantarkan mobil kesini.


"Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih sudah mau membantu Grizz agar tersadar kembali" ucap Alex yang kini sudah menggendong istrinya itu ala koala.


"Sama-sama, tuan" ucap tetangga Grizz dengan sedikit membungkukkan kepalanya.


Mobil yang dibawa oleh anak buah Alex sudah sampai di depan rumah tetangga Grizz. Alex segera menggendong istrinya kemudian membawanya keluar. Di luar rumah masih banyak tetangga Grizz yang berkumpul untuk melihat bagaimana kelanjutan kasus ini.


"Kami pamit" ucap Alex berpamitan.


Bahkan Grizz yang memang masih merasakan pusing itu hanya bisa memejamkan mata dan menyandarkan kepalanya pada bahu Alex. Bahkan ia hanya melambaikan tangannya sembarang arah setelah mendengar kalau Alex telah pamit pada tetangganya.


Keduanya segera masuk dalam mobil yang dibawa oleh anak buah Alex. Mobil meninggalkan kawasan itu dengan beberapa tetangga yang masih penasaran dengan nasib Harto dan Niken. Tentu takkan ada kejelasan dari mereka berdua karena ini merupakan masalah pribadi seperti yang diucapkan oleh Grizz waktu itu.

__ADS_1


__ADS_2