Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Kejujuran


__ADS_3

"Bukannya kalian sudah pernah mendengar suara rekaman yang disebarluaskan oleh Kak Alex mengenai hal ini? Sepertinya saya juga tak perlu lagi menjelaskan panjang lebar karena ini merupakan urusan keluarga saya. Perlu saya ingatkan disini, saya dijadikan jaminan pelunas hutang oleh dia. Bahkan dia menyuruh Kak Alex untuk menjual saya, beruntung suami saya ini orang baik dan tak melakukan hal itu" ucap Grizz dengan mata berkaca-kaca.


Grizz menatap mata Alex dengan senyuman tulus yang terpatri di bibir manisnya. Tak menyangka kalau dirinya diselamatkan oleh seseorang yang kini menjadi suaminya itu. Walaupun dengan cara yang salah, namun pada faktanya mereka kini bersatu. Alex langsung menghapus air mata yang keluar di sudut mata istrinya itu. Semua perlakuan manis dan romantis keduanya itu langsung diabadikan oleh para awak media.


Luis pun maju kemudian mengambil salah satu microfon awak media. Ia memutar sekali lagi rekaman suara mengenai orangtua Grizz yang menjadikan gadis itu pelunas hutang keluarganya. Bahkan kini semua orang yang ada disana langsung menatap tajam kearah Niken yang sudah terlihat ketakutan. Senyum penuh kemenangan itu kini luntur dengan raut wajah panik dan gelisah.


"Jadi tolong jangan lagi ungkit masalah ini karena setiap mengingatnya hanya akan membuat saya terluka. Apalagi ini permasalahan keluarga saya pribadi. Yang perlu kalian tahu, saya dan Kak Alex sudah bahagia dengan kehidupan pernikahan penuh cinta ini" ucap Grizz dengan tegasnya.


Cup...


Bahkan kini Alex langsung menghadiahi ciuman begitu hangat di dahi Grizz membuat semua orang langsung bertepuk tangan dengan meriah. Alex bahkan tak menyangka jika ucapan istri polosnya itu begitu manis di hadapan banyak orang seperti ini. Walaupun nantinya ini hanya sandiwara belaka, namun dirinya tetaplah bahagia.


Sedangkan Niken sendiri yang melihat kelengahan semua orang yang tengah fokus pada adegan romantis Grizz dan Alex itu segera saja berlari pergi dari sana. Berlari dengan langkah dijinjit membuat semuanya tak sadar apalagi bagian depan gerbang tak dijaga oleh siapapun.


"Terimakasih sudah menerimaku yang tak sempurna ini" ucap Alex dengan lembut.


Tentunya semua terperangah kaget mendengar suara lembut yang keluar dari bibir Alex. Baru kali ini melihat dan mendengarnya membuat semuanya dengan cepat mengabadikan moment itu. Walaupun sebenarnya yang ingin mereka dapat itu informasi mengenai keterangan tentang kehidupan masa lalu Grizz.


Grizz pun hanya menganggukkan kepalanya kemudian melihat kearah ibu tirinya berada. Namun matanya membulat saat ibu tirinya sudah tak ada disana. Bahkan Alex juga langsung meminta beberapa anak buahnya untuk menangkap Niken namun Grizz melarangnya.


"Cepat cari itu perempuan" titah Alex berteriak.

__ADS_1


"Jangan. Biar besok aku datang sendiri saja ke rumahnya. Aku tak ingin masalah seperti ini jadi konsumsi publik" tolak Grizz.


Namun Alex tentu menatap tajam semua anak buahnya yang malah kut-ikutan fokus pada kemesraannya itu. Padahal ia dan Grizz menampilkan kemesraan itu agar para awak media tak lagi membahas masalah keluarga istrinya itu. Namun justru hal ini malah membuat mereka lengah dan membiarkan Niken kabur dengan mudah. Padahal ia ingin mempermalukan wanita itu dihadapan orang banyak.


Grizz pun segera berlalu bersama dengan yang lainnya untuk menuju ke mobil mereka. Tak ada gangguan yang berarti karena para awak media sudah ditahan oleh pihak berwajib dan anak buah Alex. Anak buah Alex pun sudah siap jika nanti diberikan hukuman atas kelalaiannya ini.


***


"Kamu yakin besok mau ke rumah keluarga itu?" tanya Alex pada istrinya.


"Iya, aku ingin menyelesaikan semua permasalahan ini. Aku ingin hidup tenang bersama keluargaku yang sekarang" ucap Grizz dengan yakin.


"Baiklah, aku temani besok" ucap Alex yang kemudian merangkul bahu istrinya yang duduk disampingnya itu.


"Kita juga" seru ketiga sahabat Alex secara bersamaan.


Alex hanya menghela nafasnya kasar melihat kekompakan ketiga sahabatnya itu. Bukan maksud tak mau mengajak, hanya saja mereka nanti pasti akan ikut-ikutan yang malah membuat Grizz atak bisa fokus dengan apa yang diinginkannya. Lagi pula Grizz itu kalau ada orang banyak sering panik dan khawatir.


"Kalian ini ikutan mulu, nggak ada kerjaan apa" ketus Alex.


"Bos mah bebas. Mau kerja atau enggak, duit masih tetap ngalir deras kok di rekening" ucap Nicho dengan sombongnya.

__ADS_1


"Dih kak Nicho sombong. Kalau gitu Grizz minta uangnya buat beli siomay ya" ucap Grizz sambil menengadahkan tangannya.


Lagi-lagi mereka dibuat tertawa dengan apa yang diinginkan oleh Grizz. Tentunya dengan uang yang terus mengalir deras pada rekeningnya, tak hanya bisa membeli siomay. Segerobaknya pun dijabani oleh Nicho, hanya saja Grizz itu paling tak suka diberi uang menggunakan kartu. Sedangkan dirinya paling malas kalau memakai uang cash.


"Nih..." ucap Nicho dengan mengeluarkan selembar uang berwarna merah.


Beruntung kemarin ia sempat mengambil uang walaupun cuma tiga lembar merah saja. Lihat sekarang raut wajah gadis itu, hanya diberi selembar uang seratus ribu saja sudah berbinar cerah. Bahkan dengan segera Grizz mengarahkan Josh yang menyetir mobil itu kearah taman. Apalagi taman di siang hari lumayan sepi jadi ia bisa bebas untuk beli jajanan.


"Baru dikasih uang seratus ribu aja kaya dapat duit ratusan milyar tuh anak" ucap Josh sambil geleng-geleng kepala.


Bahkan setelah mobil berhenti didekat para penjual jajanan, Grizz segera saja turun dengan menggandeng tangan Vano dan Isabella. Ketiganya membeli jajanan begitu banyak hingga semua yang melihatnya dari dalam mobil hanya bisa geleng-geleng kepala. Tak berapa lama, ketiganya kembali ke dalam mobil dengan membawa banyak jajanan.


"Ini kembaliannya" ucap Grizz sambil menyerahkan beberapa koin dan lembaran uang kertas yang sudah lecek.


"Kamu bawa saja buat jajan lagi" ucap Nicho menolak.


Lagi pula Nicho tak terbiasa menyimpan uang recehan seperti itu. Yang ada dompetnya akan semakin menebal dan dia juga sangat jarang berbelanja dengan uang cash. Josh pun kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sedangkan Grizz langsung menyuapi orang-orang disana dengan berbagai jajanan.


"Ini apaan? Kok enak gini. Lagi dong" seru Nicho yang langsung merebut cilok yang ada di tangan Grizz.


Grizz mencebikkan bibirnya kesal pada sahabat suaminya itu. Tadi diberi menolak sampai Grizz memaksanya agar makan. Namun setelah merasakannya ternyata ia sangat suka dan menikmatinya kembali dengan merebut punya Grizz. Begitu pula dengan Nando dan Josh yang meminta disuapi jajanan itu hingga kebanyakan mereka bertiga lah yang menghabiskannya.

__ADS_1


__ADS_2