Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Balapan


__ADS_3

Brumm... Brumm... Brumm...


Tiba-tiba saja mobil yang dikendarai oleh Luis ini menaikkan kecepatan kendaraannya menjadi lebih tinggi. Sontak saja Grizz dan Dara yang sibuk melihat pemandangan di jalanan itu terkejut hingga menegakkan badannya. Grizz dan Dara langsung memegang sabuk pengaman yang memang ada dalam mobil itu.


"Kak Luis, Kak Felix... Kenapa ini jadi kencang sekali bawa mobilnya?" seru Grizz yang ketakutan.


Dara hanya terkejut saja kemudian menormalkan ekspresinya. Lagi pula kini ia sedikit melirik kearah belakang mobil yang terlihat ada pengendara sepeda motor yang tengah mengacungkan dua pistol kearah kendaraan ini. Pantas saja Luis dan Felix langsung saja menaikkan kecepatan berkendara mobilnya itu.


"Tenang nona. Ada yang sedang iseng mengikuti kita" ucap Luis berusaha meredam ketegangan.


Setelah mendengar hal itu, Grizz segera melihat kearah belakang. Matanya membulat saat melihat dua pistol mengarah ke mobil mereka. Walaupun mobil ini sudah dilengkapi anti peluru namun tetap saja Grizz sedikit takut.


Kalau dulu waktu ada Alex, ia tak terlalu takut karena percaya jika suaminya itu bisa menembak. Namun saat bersama dengan Luis dan Felix, entah dia sedikit takut. Terlebih wajah Luis dan Felix yang kelihatan tegang membuat dirinya ikutan panik.


"Lagi pula ada bodyguard yang mengikuti kita" ucap Felix dengan tenang.


"Tapi sedari tadi Grizz nggak lihat ada bodyguard lho" seru Grizz bertambah panik.


Memang benar, biasanya akan ada bodyguard yang menjaga walaupun dari jauh. Itu pun pasti keberadaannya diketahui oleh Grizz namun sampai kini mobil mereka kejar-kejaran pun tak ada bodyguard yang langsung menghalau. Luis dan Felix yang baru menyadarinya seketika menegang kemudian saling tatap.


"Jangan takut. Lix, hubungi tuan Alex dan yang lainnya untuk kirim bantuan. Kalau hanya kita berdua, bisa kita lawan mereka tapi ini ada yang cewek-cewek" ucap Luis dengan nada penuh penekanan.


Felix segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Luis. Setelah beberapa kali menghubungi, namun sama sekali tak ada jawaban dari Alex membuat Luis panik. Bahkan kini wajahnya terlihat pucat pasi sambil menatap kearah Luis seakan menandakan ada sesuatu yang darurat. Luis berusaha mencerna sekaligus mengendalikan mobilnya agar tak oleng.


"Gimana?" tanya Grizz dengan tatapan penasaran.

__ADS_1


"Kita harus usahakan menghindar dari kendaraan itu apalagi sepertinya mereka siap untuk menembak kearah ban mobil" ucap Felix tanpa menjawab pertanyaan Grizz.


Dari jawaban Felix ini saja Grizz dan Dara sudah paham kalau ada sesuatu yang tidak beres. Terlebih wajah Luis dan Felix terlihat tegang. Akhirnya Grizz mencoba menenangkan dirinya agar bisa berpikir lebih jernih. Dara pun langsung memeluk sahabatnya yang ia tahu jarang melewati hal-hal menegangkan seperti ini.


"Kak Felix, Grizz minta pistol" ucap Grizz tiba-tiba.


"Buat apa nona?" tanya Felix dengan polosnya.


"Buat nembak tuh kepala kak Felix" kesal Grizz menjawab.


Sedangkan Luis hanya bisa tertawa melihat Felix dinistakan oleh Grizz. Padahal sudah jelas kalau benda itu digunakan untuk menembak namun Felix masih juga bertanya digunakan untuk apa. Dalam kondisi seperti ini, sepertinya otak Felix perlu diarahkan agar bisa berpikir jernih.


Felix pun langsung saja memberikan pistol yang tersimpan dalam dashboard mobil kepada Grizz. Entah untuk apa pistol itu, yang ia pikirkan hanya bagaimana kini mereka semua bisa selamat. Bahkan kini Dara juga sudah mengambil pistol yang diserahkan oleh Luis karena laki-laki itu sudah mengetahui mengenai kemampuan gadis itu. Tiba-tiba saja Grizz dan Dara membuka jendela mobil kemudian mengarahkan pistolnya kearah dua pegendara motor itu.


Dor... Dor... Dor...


Dua pengendara motor yang sebenarnya mengincar Grizz itu sebenarnya terkejut dengan adanya gadis lain. Bahkan mereka sedikit kebingungan ketika akan melancarkan tembakan. Mereka sudah mengincar Grizz sejak masuk dalam mobil yang terakhir hingga langsung mengejarnya. Keduanya berasal dari anggota dunia bawah yang ingin mengincar Grizz agar mendapatkan uang milyaran rupiah.


"Dara, ayo kita harus berani. Tembak saja lengan atau ban motornya itu" perintah Grizz menyemangati.


Dara hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Felix sendiri juga ikut menyiapkan pistolnya agar bisa membantu dua gadis itu. Sedangkan Luis sendiri harus fokus dengan kecepatan mobilnya agar mereka bisa mudah untuk melarikan diri saat keadaan darurat. Keduanya segera keluar lagi dari jendela mobil kemudian menembakkannya kearah ban dan lengan tangan dua pengendara itu.


Dor... Dor... Dor... Dor...


Arrggghhhhh....

__ADS_1


Brukkk... Brukkk...


"Wah... Mereka jatuh. Syukurin biar mati sekalian" seru Grizz dengan kegirangan.


Bahkan Felix saja belum sempat menembakkan apapun namun dua gadis itu malah dengan sigapnya sudah mengalahkan pengendara motor itu. Pengendara motor yang mengejar mereka tadi langsung oleng hingga menabrak pembatas jalan karena lengan tangannya kesakitan akibat tembakan yang mengenai sasaran. Apalagi ban motor yang terkena peluru tentunya membuat kendaraan itu oleng.


"Astaga... Ternyata kau hebat juga, nona. Bisa menembak tepat sasaran" ucap Felix penuh kagum.


"Jelas... Grizz gitu lho. Semuanya bisa dilakuin, orang udah diajarin sama Kak Alex" ucap Grizz dengan bangganya memuji dirinya sendiri.


Felix, Luis, dan Dara hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar Grizz yang membanggakan dirinya sendiri. Mereka pun kini lebih fokus kedepan karena takutnya nanti malah ada banyak orang yang mengejar setelah berhasil menumbangkan dua pengendara itu. Luis terus saja memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi bak balapan di sirkuit.


Benar saja, baru mobil mereka melaju sekitar 100 meter namun tiba-tiba saja banyak pengendara sepeda motor langsung memepet kendaraan yang dinaiki. Luis dan Felix yang terkejut segera saja memacu lebih tinggi lagi namun pengendara motor itu tak mau mengalah. Grizz dan Dara tampak bingung akan melakukan apa karena dari depan, belakang, dan samping penuh dengan pengendara motor.


"Maafin Grizz, Kak Alex. Kalau misalnya mobil ini lecet atau rusak" ucap Grizz yang langsung saja membuka pintu mobilnya dengan kencang.


Brakkk...


Brugh....


Pengendara motor yang ada disamping pintu mobil yang dibuka terkejut hingga oleng kemudian keluar dari barisan seperti yang lainnya. Bahkan motor belakangnya juga ikutan oleng karena gerakan tiba-tiba kendaraan didepannya. Melihat Grizz melakukan hal seperti itu pun, Dara juga mengikuti ide itu.


Brakkk...


Brughhh....

__ADS_1


Dugh...


Tak hanya menggunakan pintu mobil, namun Dara juga langsung menendang ban sepeda motor yang dikendarai lawan. Dara tertawa melihat semuanya saling bertabrakan dengan pengendara motor lainnya. Tentunya ini membuat hampir setengahnya saling bertabrakan karena Felix juga melakukan hal yang sama. Ternyata ide jahil dari Grizz itu berguna juga untuk keselamatan mereka.


__ADS_2