Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Istana


__ADS_3

"Wah... Banyak sekali gedung-gedungnya. Tapi disini jalanannya nggak macet. Kebanyakan orang pada jalan kaki dan bersepeda" ucap Grizz dengan antusias.


Grizz sampai disana pada sore hari sehingga saat mobil melewati jalanan kota, kebanyakan baru pada pulang dari bekerja. Namun yang membuatnya terasa nyaman, tak ada kemacetan yang seperti dilihatnya saat berada di kota tempat tinggalnya. Kebanyakan pada jalan kaki dan menggunakan sepeda.


"Grizz mau sepedaan kalau kemana-mana?" tanya Tuan Grey sambil mengelus lembut rambut adiknya itu.


Grizz langsung menganggukkan kepalanya antusias karena memang sedari dulu ia ingin sekali mempunyai dan menaiki sepeda. Namun sampai dirinya dewasa, Grizz sama sekali belum kesampaian dengan apa yang diinginkannya itu. Terlebih selama ini dirinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan mencari uang untuk kebutuhan hidup.


"Tapi Grizz nggak punya sepeda, Kak Rey" ucap Grizz yang langsung meluruhkan bahunya lesu.


"Nanti di mansion sudah ada sepeda. Kamu tinggal pakai saja, tapi tidak untuk langsung pergi hari ini. Besok pagi saja karena ini sudah sore dan kamu baru saja sampai di sini" ucap Tuan Grey.


"Terimakasih Kak Rey" seru Grizz setelah mendengar apa yang diucapkan oleh kakaknya itu.


Bahkan Grizz langsung memeluk Tuan Grey dari samping karena terlalu bahagia. Semua keinginannya selalu dikabulkan oleh orang-orang terdekatnya padahal dulu ia hanya bisa bermimpi. Namun sekarang mimpi itu menjadi kenyataan semenjak ia berada di sisi Alex.


Grizz sungguh beruntung karena Alex membuat semua jalan hidupnya menjadi lebih mudah. Bukan hanya soal materi, melainkan juga kebahagiaan batinnya. Terlebih orang-orang yang ada di dekatnya begitu baik dan selalu menjaganya.


"Apapun untuk kamu, adikku" ucap Tuan Grey yang langsung mengecup kening Grizz dengan lembut.


"Hah... Lihat ibu, sekarang Kak Rey bisa memenuhi keinginanku. Mengabulkan semua keinginanku dan selalu ada untukku. Padahal dulu, hanya bisa menggunakan badannya untuk melindungiku. Sekarang pun Grizz yakin kalau Kak Rey akan selalu melindungiku dari siapapun yang ingin menyakitiku" gumam Grizz lirih dalam pelukan Tuan Grey.


Tuan Grey yang mendengar apa yang diucapkan oleh Grizz itu pun menahan tangisnya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Grizz kalau dia akan melindungi adiknya itu sekuat tenaga dari orang jahat yang ingin mendekat. Ia juga akan berusaha mengabulkan semua keinginan adiknya asalkan tidak membahayakan Grizz.

__ADS_1


***


"Wah... Istana" teriak Grizz yang langsung keluar dari mobil setelah kendaraan itu berhenti di depan sebuah bangunan mansion.


Walaupun dulunya Grizz pernah tinggal di mansion Alex, namun bangunan yang ada di hadapannya ini jauh lebih besar. Bahkan halamannya begitu luas membuat Grizz benar-benar terpukau. Melihat bangunan besar ini membuat tubuh Grizz merasa kecil.


Grizz terus saja berlarian mengelilingi kolam air mancur yang ada di depan mansion. Ia begitu bahagia dan melompat-lompat melihat kearah air mancur yang ia pikir ada ikannya. Namun karena tinggi, membuat Grizz tak bisa melihatnya.


"Ayo Grizz masuk, sudah sore. Kamu harus mandi dan istirahat, jangan lari-larian" ajak Tuan Grey dengan berteriak.


Grizz yang mendengar hal itu langsung saja berlari kearah kakaknya yang masih berdiri di dekat mobil. Grizz langsung menarik tangan Tuan Grey agar bisa segera masuk dalam mansion. Tuan Grey pun berjalan cepat dengan diikuti oleh beberapa anak buahnya. Sedangkan David tengah mengantar anak buah Alex ke bangunan sebelahnya yang digunakan sebagai tempat istirahat bodyguard.


"Halo paman, bibi, kakak..." teriak Grizz saat memasuki mansion.


Apalagi Grizz yang bahkan tidak malu atau sungkan dekat dengan para pekerja. Grizz bahkan menyalami satu per satu pekerja yang ada di sana dengan senyum merekahnya. Justru para pekerja lah yang hanya bisa tersenyum canggung dan merasa kikuk sendiri.


"Perkenalkan nama aku Grizz. Adiknya Kak Rey yang tidak tampan" ucapnya memperkenalkan diri.


Sontak saja para pekerja disana langsung menahan tawanya. Pasalnya selama ini tak ada yang berani berkomentar atau meledek majikannya itu. Bahkan mereka juga terkejut dengan majikannya yang menampilkan senyum tipisnya saat mendengar ledekan itu.


Selama ini tak pernah mereka melihat majikannya itu tersenyum walaupun hanya senyum tipis. Apalagi semenjak tuan besarnya meninggal, hanya raut wajah dingin nan datarnya yang terlihat. Suasana mansion juga begitu tegang dan menakutkan.


"Antarkan adikku ke kamarnya. Biarkan dia membersihkan diri dan istirahat. Lakukan apa yang dia minta asalkan tidak membahayakan nyawanya" ucap Tuan Grey memberi perintah.

__ADS_1


"Baik, tuan" seru semuanya secara bersamaan.


Grizz begitu terpukau dengan kekompakan maid yang ada disini. Grizz langsung saja menggandeng tangan salah satu maid yang ada di dekatnya untuk segera mengantarnya ke kamar. Maid itu sontak saja menatap kearah majikannya karena takut kalau akan dimarahi.


Tuan Grey hanya menganggukkan kepalanya. Melalui tatapan matanya, ia memerintahkan pada semua orang untuk membiarkan Grizz melakukan apapun sesuai keinginannya. Para maid juga harus membiasakan diri untuk selalu berdekatan pada Grizz yang memang ingin dekat dengan semua orang.


Melihat Grizz sudah pergi dengan maid yang mebgikuti, Tuan Grey segera memasuki ruang kerjanya. Ada beberapa yang harus ia urus mengenai pekerjaannya sebelum nanti berkumpul untuk makan malam.


***


"Bibi, Grizz mau mandi dulu. Tolong tunjukkan dimana kamar mandinya ya" ucap Grizz dengan senyum cerianya.


"Siap, nona" ucap salah satu maid itu.


Grizz tersenyum senang karena maid disini baik-baik. Sepertinya ia takkan pernah menemui maid jutek seperti yang ada di mansion Alex, contohnya Desi waktu itu. Maid itu langsung menunjukkan kamar mandinya dan mengambilkan bathrobe yang masih bersih dari dalam lemari.


"Kalau sudah selesai mandi, istirahatlah. Kami akan bangunkan kalau menjelang waktu makan malam" ucap maid itu.


Grizz menganggukkan kepalanya kemudian memasuki kamar mandi. Beruntung Grizz sudah sering menggunakan fasilitas mewah di mansion Alex sehingga paham dengan barang-barang yang ada di sini. Setelah menyelesaikan kegiatan mandinya, Grizz segera saja merebahkan dirinya di atas kasur.


"Ah... Nyamannya. Kita coba hubungi Kak Alex dan mengabarkan kalau Grizz sudah sampai di sini" gumam Grizz sambil tersenyum.


Grizz segera mengambil ponselnya kemudian menghubungi Alex. Mereka terus saja berbincang seru hingga waktu makan malam tiba. Grizz memang tak mau tidur karena tinggal setengah jam lagi waktu makan malam tiba. Setelah menyelesaikan komunikasinya dengan Alex, Grizz segera saja keluar dari kamar karena telah dipanggil oleh salah satu maid.

__ADS_1


__ADS_2