Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Mengetahui Semuanya


__ADS_3

"Keluar dari semak-semak itu atau kami akan menghancurkan kepala kalian" seru Alex saat melihat ada dua orang berambut panjang tengah bersembunyi dibalik semak-baik.


Bahkan semuanya langsung mengarahkan pistolnya kearah kepala dua orang itu. Mereka meyakini kalau dua orang itu berjenis kelamin perempuan karena rambutnya yang panjang. Bahkan dari baju yang pas dibadan saja sudah kelihatan kalau dua orang ini perempuan.


Yang mereka herankan kini adalah perempuan tengah malam berada di hutan seperti ini. Padahal biasanya kalau perempuan itu kalau malam-malam begini tidur atau nongkrong di cafe. Mereka kini menduga kalau dua perempuan ini sepertinya mata-mata atau orang yang menyamar.


Tibalah saat kedua perempuan itu berdiri kemudian menundukkan kepalanya dengan rambut panjang yang menjuntai sehingga menutupi wajahnya. Alex dan ketiga sahabatnya langsung waspada ditempatnya karena tidak ingin kalau tiba-tiba orang didepannya ini malah menyerang mereka.


"Kak Alex..." seru salah seorang gadis yang suaranya tidak asing bagi mereka.


Kedua perempuan itu langsung saja menegakkan kepalanya dengan cengiran khas keduanya. Bahkan kini gadis disampingnya yang ditatap tajam oleh semua orang itu langsung saja memeluk lengan perempuan disebelahnya. Ia sungguh ketakutan melihat tatapan tajam bahkan pistol yang diacungkan itu.


Kedua gadis itu adalah Grizz dan Dara. Mereka tentunya terkejut dengan kehadiran keduanya hingga pistol yang ada ditangan semuanya terjatuh keatas tanah. Mereka memundurkan langkahnya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Kak Alex, kok nggak meluk Grizz sih?" kesal gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya.


Grizz sudah merentangkan kedua tangannya namun semua laki-laki yang ada dihadapannya itu langsung saja memilih diam setelah memundurkan langkahnya. Mereka masih tak menyangka jika Grizz dan Dara bisa ada disini. Di hutan terlarang yang bahkan tidak ada yang berani kesini jika tidak mengenal titik lokasinya.


Grizz dan Dara juga kebingungan bahkan raut wajah mereka semua kelihatan khawatir. Walaupun memakai topeng wajah, namun raut kekhawatirannya sangat jelas terlihat. Alex masih mencerna darimana istrinya itu tahu mengenai kalau ini adalah dirinya.

__ADS_1


"Mending bawa masuk mereka dalam mobil. Akan bahaya kalau sampai oranglain tahu. Kita sidang didalam mobil. Aku akan hubungi Bibi Yun untuk memeriksa di rumah kalau keduanya ini memang mereka atau hanya menyamar" ucap Josh sambil berbisik.


Alex menganggukkan kepalanya kemudian menarik tangan Grizz memasuki dalam mobilnya. Sedangkan Josh, Nando, Nicho, Tuan Grey, dan David hanya terdiam mematung ditempat. Kejadian malam ini tentunya tak bisa mereka lupakan begitu saja karena ini sudah menyangkut hidup dan mati seseorang.


Setelah Grizz dan Dara nekat memasuki wilayah hutan bagi penguasa dunia bawah ini, tentunya mereka akan terus dalam bahaya. Mereka bisa saja akan terseret dalam setiap kasus dunia bawah. Josh segera menghubungi Bibi Yun untuk memeriksa keadaan Grizz dan Dara yang ternyata memang tidak ada di kamar.


"Mereka berdua benar Grizz dan Dara" ucap Josh sambil mengusak wajahnya frustasi.


"Kita segera pergi dari sini sebelum ada orang dunia bawah datang dan mengetahui keberadaan dua gadis itu" bisik Tuan Grey.


Mereka pun menganggukkan kepalanya setuju kemudian dengan cepat masuk dalam mobil. Setelah semua masuk dalam mobilnya masing-masing, Josh segera melajukan kendaraannya menjauhi area hutan. Tentunya dengan kecepatan tinggi agar tak ada seorangpun yang mencurigai kehadiran dua gadis ini.


Kehadiran mereka sungguh membuat semuanya terkejut bahkan jantung rasanya ingin pindah tempat. Kalau tadi mereka sedang berada bersama penguasa dunia bawah lain, sudah pasti habis mereka. Beruntung cuma ada mereka yang kenal dekat dan tidak bocor mulutnya.


"Loe udah hancurin kelompok gue hingga nggak punya apa-apa sekarang. Sekarang, gue bakal bikin kalian seperti itu juga dengan kelemahan yang anda punya" gumamnya sambil tersenyum sinis.


***


Setelah mobil keluar dari area hutan, mereka sedikit menghela nafasnya lega. Setidaknya mereka sudah tidak berada dalam lingkungan dunia bawah. Sedari perjalanan tadi, Grizz dan Dara yang duduk berdampingan itu saling berpegangan tangan. Mereka sedikit takut karena semua yang ada didalam mobil ini terdiam dengan tatapan lurus kedepan.

__ADS_1


Bahkan kini topeng wajah mereka semua belum dibuka. Sedari tadi Grizz melihat wajah Alex yang hidungnya terlihat kembang-kepis karena sedang menghela nafasnya kasar berulangkali. Alex masih belum menerima kalau Grizz sudah mengetahui tentang dirinya berada dalam lingkup dunia bawah.


"Kalian kenapa bisa ada disini? Bukannya kalian sudah tidur" tanya Nicho mencoba bersikap santai.


"Kami nggak tidur. Eh udah tidur tapi kebangun lagi. Lalu saat mau ke kamar Dara, ternyata ada suara mobil sedang dipanasi. Grizz tarik Dara biar ikut dalam mobil itu karena yakin kalau kalian akan pergi. Kami masuk itu lho yang bagasi belakang terus kita keluar diam-diam deh waktu mobil berhenti" ucap Grizz dengan antusias.


Memang pada dasarnya Grizz yang polos sehingga langsung masuk dalam mobil dan keluar tanpa mengetahui situasi bahaya yang tengah mengintai. Yang mereka takutkan, kedua gadis ini sekarang menjadi incaran penguasa dunia bawah yang tak menyukai kehadiran Alex dan lainnya.


"Disana itu bahaya. Apa kalian tahu? Kalau kalian kini sedang diincar orang-orang jahat" ucap Alex dengan wajah frustasinya.


"Tinggal lawan. Kata Kak Rey, disisi Grizz sekarang ada banyak bodyguard. Jadi nggak perlu takut" ucap Grizz dengan penuh keyakinan.


Mereka semua hanya bisa meringis pelan, pasalnya musuh yang datang itu bukan sekelas bodyguard. Kemampuan mereka melebihi itu bahkan sangat susah melawannya. Kemungkinan Grizz dan Dara hanya mengetahui kalau lawannya adalah seperti preman biasa.


Alex rasanya ingin marah pada istrinya yang ceroboh ini. Namun ia tak tega karena nanti pasti akan menjadi masalah untuk kondisi psikisnya. Alex memilih menyandarkan kepalanya yang pusing pada jendela mobil. Ia tak ingin menduga-duga hal yang belum akan terjadi.


"Memangnya kalian disana ngapain? Kok tadi Kak Rey bisa bawa box masuk dalam mobilnya. Itu isinya apa" tanyanya dengan penasaran.


"Permen" jawab Josh asal.

__ADS_1


"Wah... Grizz nanti mau minta sama Kak Rey kalau gitu" ucap Grizz dengan antusias.


Sedangkan yang lainnya hanya bisa menepuk dahinya pelan karena merasa frustasi jika berbicara dengan gadis polos seperti Grizz ini. Sedangkan Dara terdiam sambil mengingat tentang hutan yang baru saja mereka datangi. Ia seperti pernah mendengar nama hutan yang tadi ada papannya itu.


__ADS_2