Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Brutalnya Alex


__ADS_3

Brakkk....


Alex langsung mendobrak ruangan bagian kepala manajemen rumah sakit itu dengan tangan dan kakinya. Bunyi dobrakan yang begitu memekakkan telinga itu mengundang perhatian dari beberapa karyawan dan pengunjung rumah sakit. Alex tak peduli atas tanggapan oranglain mengenai dirinya, yang terpenting adalah haknya sebagai pasien terpenuhi.


Orang-orang yang ada didalam ruangan itu sontak saja terkejut dengan keadaan Alex yang notabene adalah dari pasien khusus. Empat orang yang ada disana langsung saja berdiri menyambut dengan hangat kehadiran Alex, sang raja bisnis itu. Mereka sebenarnya ingin marah karena dengan seenaknya mendobrak pintu ruangan. Namun karena melihat siapa yang datang, membuat mereka mengurungkan niatnya.


"Ada yang bisa kami bantu, tuan Alex?" tanya kepala manajemen rumah sakit, Pak Edwin.


Mengetahui wajah muram dan tatapan tajam dari Alex sepertinya Pak Edwin juga lainnya mengetahui jika lawannya kini tengah tak bisa diajak bercanda. Namun mereka masih menunggu respons dari Alex untuk menjelaskan maksud kedatangannya. Bahkan Pak Edwin sendiri yang menawarkan memakai jasa ruangan khusus agar lebih terjaga privacy nya.


"Kau bilang fasilitas khusus yang ditawarkan itu dengan dokter dan perawat yang ditunjuk hanya melayani satu pasien saja. Namun apa ini? Disaat istriku sadar dan histeris, justru dokter dan perawatnya sedang melayani pasien lain" sentak Alex menatap tajam kearah Pak Edwin.


Pak Edwin terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Alex, pasalnya dia sendiri yang memberikan pengumuman tentang program khusus ini kepada semua staf rumah sakit. Bahkan dokter dan perawat khusus juga sudah ditunjuk, istri dari Alex lah yang menjadi orang pertama yang menggunakan layanan ini.


"Sebentar tuan, pasalnya saya sudah memberikan pemberitahuan ini pada semua staff di rumah sakit ini" ucap Pak Edwin sedikit gemetaran.


"Saya tidak peduli. Yang saya tahu, saya disini sudah bayar 3 kali lipat dari biaya sebenarnya demi kenyamanan pasien. Namun jika memang pihak rumah sakit tak bisa memberikan hak saya, maka jangan salahkan saya apabila kasus ini akan saya laporkan ke pihak berwajib" sentak Alex acuh.

__ADS_1


Kalau untuk masalah dunia bawah atau pribadi didalam mansionnya, Alex lebih memilih untuk menyelesaikan dengan tangannya sendiri. Sedangkan jika masalah seperti ini, ini lebih baik jika dilaporkan saya ke kepolisian. Dia malas harus mengurus orang-orang bermuka dua yang hanya ingin kesenangan materi saja namun untuk bekerja tak profesional sama sekali.


Brakk... Brakk...


Akex dengan brutalnya langsung menendang dua kursi yang tak diduduki disana. Kedua kursi itu bahkan sampai hancur karena tendangan kuat itu membuatnya menabrak kearah dinding. Tentunya hal ini membuat Pak Edwin dan ketiga orang disana terkejut bahkan gemetaran.


Terlebih kursi yang terlempar tadi berada disamping kanan dan kiri badannya. Kedua kursi yang ditendang itu awalnya terletak di depan meja kerja Pak Edwin sedangkan laki-laki paruh baya itu duduk di kursi kebesarannya. Sedangkan ketiga rekannya yang lain berada di sofa khusus tamu.


"Ki kita bisa bicarakan ini baik-baik, tuan" ucap Pak Edwin dengan gugup.


"Ini sudah menyangkut keselamatan dan nyawa istri saya. Bagi saya, tak ada toleransi untuk sesuatu yang sudah membahayakan keselamatan istriku. Jadi bersiaplah jika nanti saya akan mencari tahu tentang pelayanan khusus ini kepada pemilik rumah sakit ini. Kalau memang ada kecurangan, ku pastikan anda akan masuk penjara dalam waktu yang lama" ketus Alex.


Brakkk....


Luis juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Alex. Keempat orang yang ada didalam ruangan tersebut benar-benar dibuat jantungan oleh tingkah Alex dan dua orang kepercayaannya itu. Berada satu ruangan dengan orang yang menguasai pasar bisnis membuat mereka harus pintar-pintar dalam bersikap.


"Ada masalah apaan kamu sama tuan Alex? Ngeri dah kalau sampai berurusan dengan si raja bisnis itu. Mana dengar-dengar dia juga menguasai pasar gelap lagi" ucap salah satu rekan Pak Edwin bergidik ngeri.

__ADS_1


"Hah... Ini ada program baru di rumah sakit. Sebenarnya masih uji coba, eh ternyata gue salah orang pakai tuan Alex sebagai kelinci percobaan" ucap Pak Edwin sambil menepuk dahinya pelan.


Kini ia tengah memikirkan nasib karir dan hidupnya yang seperti berada di ujung tanduk. Pagi tadi ia begitu senang ada yang meminta tentang pelayanan khusus yang memang sudah ada pada brosur yang diserahkan rumah sakit saat pendaftaran. Bahkan ia sendiri yang dengan senang hati menjelaskan keuntungan yang didapat. Karena terlalu senang, ia sampai tak mengenali jika didepannya itu adalah Alex karena tadi laki-laki itu mengenakan masker.


"Kalau gitu, ucapkan selamat tinggal pada kemewahanmu selama ini" ledek temannya itu.


Pak Edwin hanya terdiam mendengar ucapan dari temannya itu. Ia yakin jika Alex akan melakukan investigasi mengenai keterlibatan dirinya dalam pelayanan khusus ini. Bahkan mungkin kejadian ini sudah terdengar sampai di telinga pemilik rumah sakit ini. Namun tiba-tiba saat dia terdiam, ia mempunyai ide cemerlang agar terhindar dari masalah ini.


Pak Edwin tersenyum menyeringai saat sudah mendapatkan sebuah ide kemudian berjalan mendekat kearah tiga temannya yang masih duduk. Ketiga temannya itu terlihat menatap aneh kearah Pak Edwin membuat mereka saling menatap. Mereka bertiga merasa ada sesuatu yang tak enak jika terus berada disini. Benar saja, Pak Edwin langsung merangkul ketiga temannya itu dari belakang kemudian membisikkan sesuatu.


"Ogah..." seru ketiganya secara bersamaan setelah Pak Edwin membisikkan rencananya.


Bahkan ketiganya langsung berdiri kemudian menatap kearah Pak Edwin dengan tajam. Pak Edwin sendiri berdiri menatap ketiga temannya dengan tatapan memelas. Ia ingin meminta bantuan ketiga temannya itu agar tetap bisa melangsungkan kenyamanan hidupnya.


"Please... Bantuin gue" ucap Pak Edwin sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


"Kita nggak mau berurusan dengan tuan Alex. Terlebih ini bahaya untuk keselamatanku terutama keluarga kita. Ini sama saja kita nyerahin diri ke kandang buaya. Lebih baik loe minta maaf sama tuan Alex akan kelalaian ini, siapa tahu mereka memaafkanmu" ucap salah satu teman Pak Edwin dengna bijak.

__ADS_1


Mereka sudah berteman lama tentunya jika salah satu ada masalah pasti akan membantu atau memberikan solusi. Kini Pak Edwin yang terkena masalah, maka teman-temannya hanya bisa memberi solusi karena akan bahaya jika mereka malah melawan Alex secara bersamaan. Bukannya Alex yang hancur, namun mereka lah yang akan dihancurkan sampa akar-akarnya.


__ADS_2