
Tuan Grey hanya menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan dari Josh. Hal itu membuat suasana menjadi canggung kembali. Josh menyenggol lengan Nicho untuk memberi kode pada laki-laki itu agar mencairkan suasana. Nicho yang biasanya pintar dalam membuat ulah pun juga kebingungan, apalagi kini dia melihat Grizz yang hanya sibuk melihat dan memainkan kedua kakinya.
"Grizz, ajak makan gih" ucap Nicho menyuruh gadis itu untuk mengajak semuanya ke ruang makan.
"Astaga... Grizz lupa kalau harus menyiapkan makanan. Ayo kita makan" seru Grizz dengan hebohnya.
Nicho menghela nafasnya lega karena kini Grizz sudah mampu menguasai dirinya untuk bisa seceria biasanya. Dengan tingkah Grizz yang seperti itu, tentunya suasana akan perlahan mencair. Grizz pun langsung saja menarik tangan suaminya menuju kearah halaman belakang rumah. Makan malam kali ini memang diadakan di halaman belakang rumah Josh, atas permintaan gadis itu yang ingin makan sambil melihat bintang dan bulan.
Awalnya Josh tak mengijinkan karena bagaimanapun ia tak enak jika Tuan Grey nantinya akan makan bersama dengan maid dan anak buahnya. Josh tak ingin kalau Tuan Grey itu tak nyaman saat melihat harus makan bersama dengan yang lainnya. Namun Josh hanya bisa pasrah karena keinginan Grizz yang begitu kekeh.
"Grizz, kamu itu kok malah pegang oranglain sih? Suamimu itu kok ditinggal" seru Nicho sambil terkekeh geli.
Sontak saja Grizz yang tadinya begitu bersemangat menarik tangan yang dipikir adalah suaminya itu pun langsung berhenti melangkahkan kakinya. Grizz langsung saja melihat kearah tangan yang dipegangnya kemudian menatap kearah wajah orang yang ada dibelakangnya. Seseorang yang ditarik oleh Grizz itu adalah Tuan Grey.
Sesaat pandangan mata keduanya saling bertemu bahkan Grizz tak berkedip sama sekali begitu pula dengan Tuan Grey. Ada perasaan nyaman dan aneh saat mata keduanya bertemu. Hangat, nyaman, dan aman itu lah yang dirasakan oleh Grizz. Ia masih terus menyelami tatapan mata itu begitu dalam membuat Tuan Grey memandangnya dengan pandangan sulit diartikan.
Fyuh...
Tiba-tiba saja Tuan Grey langsung saja meniup kedua mata Grizz membuat mata bulat itu berkedip lucu berulangkali. Sungguh Grizz kini terlihat salah tingkah karena ketahuan memandang kearah Tuan Grey. Sedangkan Tuan Grey sendiri menahan kegemasannya apalagi melihat mata bulat yang berkedip lucu itu.
__ADS_1
"Tolong, adegan romantisnya berhenti dulu. Sebentar lagi ada seseorang yang siap memakan orang nih karena cemburu" ucap Nicho yang langsung saja berlari pergi kearah halaman belakang rumah.
Sontak saja Grizz langsung melepaskan genggaman tangannya membuat Tuan Grey merasa sedikit kehilangan. Sedangkan kini semua orang yang tadinya terdiam disana melihat adegan romantis kakak beradik itu pun hanya tersenyum sendiri. Dara yang tak tahu kalau Tuan Grey adalah kakak kandung Grizz hanya bisa geleng-geleng kepala.
Segera saja Grizz langsung pergi dari sana menuju ke halaman belakang rumah tanpa menunggu semuanya. Ia berlari karena salah tingkah sudah ketahuan memegang tangan laki-laki lain didepan suaminya sendiri. Alex tak marah pada istrinya, toh itu adalah kakak kandungnya sendiri. Kalau misalkan bukan, sudah pasti dia akan marah besar.
"Mari, tuan. Maaf atas insiden ini, Grizz itu memang terlalu aktif dan ceria" ucap Josh tak enak hati.
"Tidak papa. Lagi pula pasti Tuan Grey juga bahagia sudah berinteraksi dengan adik kandungnya itu" ucap David sambil tersenyum tipis.
Dara tak mendengar ucapan itu karena dia dan Erga sudah menyusul Grizz yang tadi berlari. Josh segera memimpin jalan kemudian diikuti oleh yang lainnya. Sedangkan Alex kini berjalan disamping Tuan Grey. Alex sedikit gugup karena mungkin saja Tuan Grey akan mengajaknya berbincang tentang Grizz.
Pikirannya benar kalau Tuan Grey sengaja berjalan disampingnya karena ingin menanyakan tentang Grizz. Alex hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengiyakan ucapan Tuan Grey. Tuan Grey terlihat menghela nafasnya kasar, tanpa harus melakukan test DNA saja sudah nampak kalau dia memang adik kandungnya. Wajah adiknya yang begitu mirip dengan ibunya tentu membuatnya yakin. Apalagi beberapa foto yang dikirimkan oleh Josh yang berasal dari Grizz sendiri.
Kini ia kebingungan bagaimana caranya mendekatkan diri pada adiknya itu. Terlebih ia harus membuat pengakuan tentang dirinya sebagai Kak Rey. Pasti Grizz akan terkejut bahkan mungkin marah dan kecewa karena ditinggalkan oleh dirinya. Memikirkan hal itu saja sudah membuatnya begitu kalut dan kebingungan. Alex yang mengetahui hal itu segera saja menepuk bahu Tuan Grey agar sedikit tenang.
"Grizz itu orangnya ceria dan mudah bergaul dengan orang. Yang penting jangan bentak-bentak dan marahi dia, dia pasti akan ketakutan juga tak mau dekat-dekat" ucap Alex menyarankan.
Tuan Grey menganggukkan kepalanya setuju dengan Alex. Grizz pasti tumbuh baik dalam asuhan juga didikan ibunya dan Alex. Ia percaya kalau apa yang diucapkan oleh Alex itu benar adanya, apalagi tadi ia sempat berinteraksi dengannya walaupun sebentar. Itu sudah bisa untuk menebak bagaimana sikapnya selama ini.
__ADS_1
Namun saat mengingat ibunya, disini sama sekali ia tak melihat keberadaannya. Hal itu membuat Tuan Grey berpikiran macam-macam hingga menduga kalau ibunya itu masih tinggal bersama ayahnya. Jika memang benar itu terjadi, ia tak segan-segan untuk membawanya pergi dari rumah neraka itu.
"Ayo kita makan. Ini permintaan dari Grizz, kalau makan harus bersama-sama dengan yang lainnya" bisik Alex tepat pada telinganya.
Alex paham dengan keterkejutan David dan Tuan Grey yang melihat semua orang duduk lesehan dengan ada maid juga bodyguard disana. Setelah mendengar jika ini permintaan dari Grizz, akhirnya mereka hanya mengikuti saja. Toh selama ini mereka juga sering makan lesehan walaupun hanya antara dia dan David saja. Belum pernah keduanya makan bersama maid dan anak buah seperti ini.
Nanti Tuan Grey pasti akan meminta penjelasan pada Alex mengenai hal ini agar ia bisa lebih mengenal Grizz. Sepertinya Grizz ini mempunyai banyak kejutan untuk semua orang di sekitarnya jadi ia harus mengetahuinya. Baginya yang terpenting kini adalah melihat adiknya tersenyum bahagia seperti ini.
Grizz pun langsung mengambilkan makanan di piring Alex dan Tuan Grey dengan senyum sumringahnya. Sedangkan yang lainnya langsung mengambil sendiri-sendiri makanannya. Semua makan dengan begitu hening dan hikmat namun suasana kekeluargaan begitu kental disini.
"Grizz, habis ini ikut kakak ke rooftop atas ya. Ada yang mau kakak bicarakan" ucap Alex setelah mereka selesai dengan kegiatan makannya.
"Penting? Emm... Kak Alex mau nyatain cinta ke Grizz disaksikan bulan dan bintang ya di rooftop? Nggak perlu nyatakan cinta ke Grizz, kan Kak Alex sudah tahu kalau rasa sayang juga cinta aku cuma buat kakak seorang" ucap Grizz dengan celotehannya.
Nicho memandang horor kearah Grizz yang sangat percaya diri dan pintar menggombal itu. Bahkan Alex hanya tersenyum tipis dan geleng-geleng kepala saja mendengar ucapan dari istrinya. Tuan Grey dan David menganga tak percaya dengan adegan didepannya ini. Apalagi celotehannya yang sangat polos itu namun tak disangka gadis itu ternyata sudah menikah.
"Grizz, tolong jangan drama" ucap Nicho sambil menepuk keningnya kesal.
"Syirik. Dasar jomblo karatan" ucap Grizz sambil menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
Alex pun langsung saja menggendong Grizz ala koala dan pergi dari tempat itu. Kalau tidak dipisahkan, sudah pasti mereka berdua akan berdebat terus menerus. Dibelakangnya diikuti oleh Tuan Grey dan David sedangkan Josh dan Nando langsung menarik Nicho agar mengikuti sahabat-sahabatnya itu. Tadinya Nicho tak mau ikut karena kesal dengan Grizz yang meledeknya.