
"Dimana mereka?" tanya Alex pada anak buahnya yang berjaga didepan pintu sebuah gedung tua.
Tentunya gedung tua itu yang dijadikan tempat untuk penyekapan Harto dan Niken. Tentu saja gedung tua lah yang di pilih karena kalau di markas Alex pasti akan ketahuan kalau dirinya merupakan seorang anggota dunia bawah. Ia tak ingin semakin banyak orang yang mengetahui dirinya ada hubungan dengan dunia bawah.
"Di ruang tengah, bos" jawab salah satu anak buahnya yang berjaga.
Alex menganggukkan kepalanya kemudian berjalan menuju tempat yang ditunjukkan oleh anak buahnya itu. Saat sampai disana, terlihat ketiga sahabatnya yang duduk melingkar sambil makan cemilan yang entah didapat dari mana. Sedangkan Harto dan Niken tampak duduk di dekat sana dengan wajah sedikit ketakutan.
Bahkan keduanya tak diikat seperti pada kasus penculikan atau penyekapan orang. Malah ketiga sahabatnya itu terlihat santai seperti orang yang tak menjaga siapapun. Lagi pula takkan pernah mereka bisa kabur dari sini karena akses kembali sangat susah. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengingat kemana arah jalan pulang.
"Disuruh jagain orang malah pada enak-enakan makan" sindir Alex tiba-tiba.
Sontak saja semua orang yang ada disana langsung mengalihkan pandangannya kearah Alex yang datang. Ketiga sahabatnya hanya menatap acuh kearah Alex yang kemudian duduk didekat mereka. Sedangkan Harto dan Niken yang melihat kehadiran Alex langsung mengeratkan pegangan tangannya.
"Kalau Grizz nggak mampu untuk membalas kekejaman kalian dulu, aku yang akan mengeksekusi semuanya" ucap Alex sambil terkekeh sinis.
"Jangan bikin mereka takut, Lex. Tadi udah kecing di celana lho mereka. Mana kencingnya di mobil lagi, kasihan tuh kendaraan loe harus di cuci pakai kembang 7 rupa" ucap Nando sambil menyindir keduanya.
Tadi di dalam mobil keduanya ditakut-takuti oleh Nando membuat mereka malah kencing di celana. Nando membual kalau nanti Alex akan memotong leher mereka seperti pada pemotongan daging sapi menggunakan gergaji. Tentunya hal itu membuat mereka membayangkannya hingga ketakutan.
"Sialan... Gue pakai mobil lain lah. Nanti loe yang tetap pakai mobil itu" ucap Alex dengan sinis.
__ADS_1
Tentunya ia nanti akan ikut mobilnya yang baru ia bawa sedangkan yang lama biar dipakai ketiga sahabatnya itu. Ia tak mau menggunakan mobil bekas seperti itu sebelum nantinya di cuci pada tempat pencucian kendaraan. Jarak tempat cuci mobil dengan gedung tua ini lumayan jauh sehingga kendaraan itu dibiarkan dulu tanpa dibersihkan.
"Hei... Kok malah debat sih, itu dua orang mau diapain? Gue udah apek nih disini, pengen tidur di kasur empuk" seru Josh yang kesal dengan perdebatan yang ditimbulkan oleh dua sahabatnya itu.
"Biarkan saja disini tanpa apapun. Nanti juga mati sendiri" ucap Alex dengan santai.
Harto dan Niken seketika menatap Alex dengan tatapan tak percaya. Pasalnya mereka takkan selamat walaupun dilepaskan disini. Jarak gedung tua ini dengan rumah warga sangat jauh bahkan harus melewati hutan tanpa adanya uang atau apapun. Bisa saja nanti di jalan itu keduanya malah celaka kalau pergi dari gedung ini.
"Saya mohon tuan Alex, biarkan kami kembali menjalani kehidupan seperti biasanya. Saya mengaku salah dan menyesal dengan perbuatan yang kami lakukan di masa lalu hingga kini. Kami juga takkan pernah mengganggu kalian terutama Grizz lagi" ucap Harto penuh permohonan.
Bahkan kini ia merangkak kemudian mendekat kearah Alex karena kakinya yang sakit. Pandangannya tampak memelas bahkan langsung saja Niken mengikuti apa yang dilakukan suaminya itu. Ia tak ingin kalau sampai ditinggalkan di tempat ini sendirian.
Ketiga sahabat Alex hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki itu. Tentunya mereka sudah tak kaget lagi dengan apa yang akan dilakukan oleh Alex. Alex yang orangnya tak suka bertele-tele membuatnya akan langsung bergerak cepar menyiksa lawannya.
Alex langsung saja berjongkok di depan Harto sambil menatapnya dengan tajam. Bahkan kini tangannya sudah mencengkeram erat kerah leher ayah mertuanya ini. Sedangkan ketiga sahabat Alex langsung saja mendekat kearah mereka karena sedikit khawatir dengan emosi laki-laki itu.
"Grizz sudah bahagia denganku, tapi istrimu itu selalu mengganggu. Bahkan pernah dia datang ke mansionku sambil mau merusak pagar dengan batu. Ini disengaja, harusnya kau bisa mendidik istrimu itu dengan baik" sentak Alex yang sudah kesal dengan tingkah dua orang didepannya ini.
"Ta tapi aku tak tahu kalau dia datang ke mansionmu" elak Harto sambil menggelengkan kepalanya.
Bahkan wajah Harto sudah memerah karena cekikan yang begitu kuat pada lehernya. Ia tak menyangka kalau istrinya sampai bisa menemukan keberadaan dari Grizz dan Alex. Sungguh istrinya itu begitu nekat hingga berani datang ke mansion Alex padahal sudah beberapa kali diperingatkan mengenai bahayanya seorang Alex.
__ADS_1
"Sudah ayo biarkan mereka membusuk disini" ucap Josh.
Bukannya ia kasihan, hanya saja dengan membiarkan mereka disini tentu akan menyiksa keduanya secara perlahan. Ia tak ingin Alex mengeluarkan tenaganya sia-sia hanya demi melukai seseorang yang tak penting. Lagi pula mereka sudah tak mempunyai tenaga untuk melawan karena tendangan yang sudah keduanya dapatkan dari Grizz dan sahabatnya tadi.
"Tolong jangan, tuan. Saya tak ingin mati sia-sia disini" seru Niken dengan air mata yang bercucuran.
Hal ini tentunya tak membuat Alex kasihan dan iba. Justru ia hanya menganggap tangisan dari Niken itu angin lalu saja. Apalagi tangisannya seperti dibuat-buat agar ada yang mengasihinya. Alex melepaskan cekikannya kemudian sedikit membanting tubuh Harto dan berdiri dari posisi jongkoknya.
Alex mengeluarkan pistol yang ada di sakunya kemudian mengacungkannya kearah Harto dan Niken bergantian. Keduanya begitu terkejut hingga beringsut memundurkan langkahnya dengan pelan. Sedangkan ketiga sahabat Alex hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Ku harap setelah ini kalian takkan pernah yang namanya menampakkan wujudnya didepanku dan Grizz lagi. Saya takkan menghabisi kalian sekarang karena pasti Grizz akan marah padaku. Dia saja belum membalas perbuatan kalian masa udah mau dikubur aja" ucap Alex yang langsung memasukkan kembali pistolnya.
Lagi pula Alex memang tak berniat untuk menghabisi mereka tapi membiarkan keduanya mati perlahan di gedung tua ini. Alex keluar dari sana kemudian diikuti oleh ketiga sahabatnya membuat Harto dan Niken ketakutan. Sebelum keluar, Alex memberikan hadiah terakhirnya untuk kedua pasangan itu.
Dugh... Bugh... Dugh... Bugh...
Plakk... Plakk... Dugh...
Awsss...
Arghhhhhh...
__ADS_1