Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Cek 2


__ADS_3

Grizz pergi ke rumah sakit dengan diantar oleh Alex dan Bibi Yun. Gadis itu sama sekali tak kau pisah dengan Bibi Yun karena wanita paruh baya itu jauh lebih mengerti mengenai keadaan perempuan hamil. Walaupun sebenarnya keadaan Grizz sudah baik-baik saja bahkan tak ia rasakan mual lagi namun Alex mewajibkan istrinya itu periksa ke dokter.


"Kak Alex, nanti sehabis pulang dari rumah sakit langsung ke tempat makan yang kemarin Grizz pesan nasi bungkus ya. Masa iya Grizz sudah pesan tapi nggak ikut bagiin" ucap Grizz memberi pesan kepada suaminya yang duduk menyetir di sampingnya.


Kali ini Alex memang tak memakai sopir atau bodyguard untuk menyetir mobilnya. Ini semua adalah permintaan dari Grizz yang ingin menikmati moment bersama dengan Bibi Yun dan Alex.


"Jangan capek-capek, Grizz. Biar nanti ibu saja atau anak buah suamimu yang membagikan nasi bungkusnya. Rawan lho kalau masih hamil muda seperti ini" ucap Bibi Yun memberi saran.


"Ini keinginan baby kok. Nanti ngeces lho kalau babynya nggak diturutin" ucap Grizz memberi alasan.


Sebelum pergi, Grizz sudah mencari tahu mengenai masalah pada perempuan hamil. Terlebih ngidam dan apapun yang diinginkan oleh ibu hamil itu harus dituruti kalau tidak bayinya nanti akan ngeces terus-terusan. Ada percaya dengan pendapat ini dan ada juga yang tidak. Semua balik lagi kalau bayi yang keluar banyak air liurnya itu sudah ada penjelasan medisnya sendiri.


"Nggak ada kaya gitu ya. Kamu itu cuma mau memanfaatkan kesempatan saja kan?" sanggah Bibi Yun.


"Ini lho ibu, di internet ada kok" ucap Grizz yang tak ingin kalah.


Bahkan Grizz menunjukkan tulisan yang ada di internet pada Bibi Yun yang duduk di kursi penumpang. Bibi Yun yang menganut sistem medis pun tentunya takkan percaya mengenai penuturan yang bukan bersumber dari seorang dokter. Bibi Yun menggelengkan kepalanya tanda tak percaya, hal ini membuat Grizz mengerucutkan bibirnya.


"Boleh kamu ikut bagi-bagi. Tapi sedikit saja dan yang dekat-dekat" ucap Alex yang akhirnya mengijinkan istrinya itu.


"Hore... Makasih sayangnya aku" ucap Grizz dengan nada cerianya.


"Bucin..." ledek Bibi Yun pada anaknya itu.


"Ibu iri deh" ucap Grizz sambil menjulurkan lidahnya dengan menyindir Bibi Yun.

__ADS_1


Alex yang mendengar perdebatan keduanya itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Alex merasa perasaannya begitu hangat karena ternyata ibu dan istrinya bisa dekat hingga seakur ini. Bahkan Grizz terlihat sangat menyayangi ibunya itu membuat Alex terharu.


Mobil yang dikendarai oleh Alex itu memasuki halaman parkir rumah sakit. Perjalanan yang cukup lama itu tak terasa karena di dalam mobil selalu ada celotehan dari Grizz yang membuat suasana begitu ramai.


"Ayo keluar" ajak Alex yang langsung membantu istri dan ibunya keluar dari mobil.


Bahkan Alex langsung menggandeng Grizz dan Bibi Yun masuk dalam rumah sakit. Tentu saja hal ini membuat semua orang yang ada di sana sedikit terkejut. Walaupun wajah Alex terkenal, namun ia tak segan menggandeng tangan istri sekaligus ibunya yang sudah tua. Bahkan jalan Bibi Yun yang lambat itu juga membuat langkah Alex menyesuaikan. Sungguh pemandangan yang begitu indah jika dilihat.


"Selamat siang, sus. Tadi kami sudah membuat janji temu dengan Dokter Abina" ucap Alex dengan nada datarnya.


"Silahkan bisa langsung masuk ke dalam. Sudah ditunggu oleh dokter Abina" ucap suster itu dengan sopan.


Walaupun terdengar bernada datar dan dingin, namun masih terkesan sopan. Suster yang berjaga di dekat ruang dokter itu segera mempersilahkan Alex dan Grizz untuk masuk ke dalam ruangan. Beruntung tadi Alex sudah membuat janji temu sehingga dengan mudah bisa segera masuk.


Walaupun antrian di sana lumayan banyak, namun Alex ternyata memiliki keuntungan tersendiri. Terlebih ia mempunyai kekuasaan di rumah sakit ini sehingga bisa langsung mendapatkan penanganan lebih cepat. Walaupun ada beberapa orang yang menatapnya sinis karena langsung bisa masuk ke dalam.


"Selamat siang juga, dokter" sapa Grizz dengan senyum hangatnya.


Dokter Abina juga menampilkan senyum terbaiknya karena melihat senyuman yang ditampilkan oleh Grizz itu. Dia masih tak menyangka kalau akan menangani pasien yang berpengaruh itu. Ada tekanan tersendiri saat dirinya harus memeriksa istri dari seorang Raja Bisnis itu.


"Silahkan duduk, Nyonya Alex" ucap Dokter Abina dengan ramah.


"Ish... Panggil Grizz saja. Grizz masih muda, masa dipanggil nyonya" kesal Grizz yang tak ayal ia juga segera duduk di kursi depan dokter itu.


Dokter Abina yang melihat hal itu langsung mengalihkan pandangannya kearah Alex. Pasalnya bisa saja kalau Alex akan marah jika istrinya itu dipanggil dengan nama aslinya saja. Alex hanya menganggukkan kepalanya terlebih memang itu adalah sifat asli dari istrinya.

__ADS_1


"Baiklah, Grizz. Jadi apa keluhannya?" tanya Dokter Abina setelah melihat ketiga tamu terhormatnya sudah duduk di kursinya.


"Grizz kalau pagi mual-mual dokter tapi cuma keluar air jika dimuntahkan. Grizz sering pusing dan cepat lelah. Kata ibu dan Kak Alex, aku sedang hamil lho. Tapi katanya Grizz harus diperiksa sama dokter biar tahu bayinya sehat apa enggak" ucap Grizz sambil menceritakan semua yang dialaminya.


Tentu saja Dokter Abina hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Ia sedikit tak menyangka kalau istri dari seorang Raja Bisnis yang kejam itu ternyata seseorang yang lugu dan polos. Bahkan kepolosannya utu melebihi anak remaja jaman sekarang.


"Baiklah, kalau begitu biar dokter periksa dulu ya. Ayo Grizz ke sana lalu baringan di atas brankar" ucap Dokter Abina menunjuk kearah brankar tempat tidur yang ada di ujung ruangan.


"Tapi ini Grizz nggak diambil darahnya dan disuntik kan?" tanya Grizz dengan tatapan penasaran.


"Kita periksa dulu ya. Dokter akan memeriksa dan memastikannya dulu. Kalau sehat semua ya langsung saja pulang" ucap Dokter Abina lembut.


Grizz menganggukkan kepalanya mengerti. Dalam pikirannya, kalau sampai nanti akan disuntik atau diambil darahnya maka Grizz akan langsung kabur. Ia sudah memikirkan rencana ini matang-matang karena tak mau kalau sampai nantinya harus merasakan sakit.


Grizz kini sudah berbaring di atas brankar. Bahkan ada Alex yang menemaninya. Alex seakan waspada kalau nantinya sang istri akan berbuat ulah. Bahkan kini Grizz hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal karena melihat Alex seakan membuntutinya.


"Sebentar ya, nona. Saya naikkan sedikit untuk bajunya karena akan saya berikan gel khusus pada bagian perutnya. Ini bisa lho buat lihat apa benar sih Grizz ini hamil atau tidak" ucap Dokter Abina menjelaskan dengan pelan.


Grizz hanya menganggukkan kepalanya dengan antusias. Yang terpenting baginya adalah ia tidak disuntik dan diambil darahnya. Dokter Abina segera saja mengoleskan gel khusus pada perut Grizz. Ia juga mengarahkan sebuah alat yang digerakkannya perlahan di atas perut.


"Coba kalian lihat layar itu. Di sana terlihat ada dua kantong yang berisi calon bayi kalian. Wah... Kalian akan mempunyai anak kembar. Tapi karena usianya masih sekitar dua minggu saja jadi belum bisa dilihat jenis kelaminnya. Nanti tunggu usia di atas empat bulan ya dan ini keduanya sehat. Biar nanti dokter beri vitamin penguat kandungan dan obat anti mual" ucap Dokter Abina menjelaskan.


"Kalau ada, vitaminnya yang rasa strawberry ya dokter. Grizz nggak suka kalau harus minum yang tablet dan pahit" ucap Grizz meminta obat yang seharusnya ia minum.


"Maaf, nona. Tapi obatnya tidak ada yang sirup dan rasanya strawberry" ucap dokter Abina dengan lembut.

__ADS_1


"Maafkan istri saya, dok" ucap Alex dengan tak enak hati karena permintaan Grizz.


Grizz kesal karena permintaannya itu tak dituruti sama sekali. Akhirnya Grizz turun dari brankarnya kemudian memeluk Bibi Yun dari samping. Dokter Abina hanya tersenyum menanggapi pasiennya kali ini. Bahkan Alex hanya bisa geleng-geleng kepala dan menghela nafasnya sabar.


__ADS_2