
Tuan Grey mengusap kepala adiknya dengan lembut sambil membersihkan keringat yang menetes pada dahinya. Sebenarnya hanya tangan dan kepalanya saja yang bergerak saat ingin menghabisi lawannya, namun Grizz justru menampilkan gerak aktif. Kakinya terus saja berubah posisi demi bisa berjingkrak-jingkrak padahal ada seat belt dibadannya.
"Kamu kenapa kalau lawan orang gitu malah jingkrak-jingkrak kakinya. Suka heran deh kakak, serius dan tegang biasanya kalau lagi hadapi musuh" ucap Tuan Grey sambil terkekeh pelan.
Grizz hanya menampilkan cengirannya. Tentu ia tidak bisa kalau hanya diam saja saat beratraksi. Terlebih keseruan tadi baru ia rasakan yang sebelum-sebelumnya selalu ada rasa takut. Ternyata bersama dengan kakak kandungnya, ia merasa aman dan nyaman. Ia seperti yakin kalau bisa melawan semua orang demi keselamatannya juga kakaknya.
"Suka aja. Ayo cepat sopir mobilnya, Grizz udah nggak sabar sampai rumah. Mau cerita semuanya sama Kak Alex dan yang lainnya kalau Grizz habis main tembak-tembakan" seru Grizz dengan antusias.
Tuan Grey hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar keantusiasan adiknya ini. Padahal ini bukan tembak-tembakan menggunakan pistol mainan namun adiknya malah menganggap semua ini candaan. Namun Tuan Grey sedikit lega karena ketakutannya akan kondisi psikis Grizz yang kata Alex itu memburuk, tidak terjadi saat bersama dirinya.
Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh Tuan Grey memasuki halaman rumah Josh. Disana, Alex dan ketiga sahabatnya sudah menunggu didepan rumah akibat pesan dari salah satu anak buahnya. Mereka begitu khawatir dengan kondisi Grizz yang mungkin saja akan semakin drop akan peristiwa ini apalagi Tuan Grey yang fokusnya berada pada kemudi mobil.
Grizz turun dari mobil setelah kendaraan itu berhenti kemudian menghambur dalam pelukan suaminya. Semuanya menghela nafas lega karena Grizz terlihat masih ceria dan seperti tak terjadi apa-apa. Tentunya ia merasa kalau istrinya ini kondisinya akan jauh lebih membaik setelah kedatangan Tuan Grey.
"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Alex sambil melihat seluruh badan istrinya.
Grizz hanya menganggukkan kepalanya dengan antusias. Dia merasa lebih baik tanpa merasa tertekan dalam menjalani semua yang dilakukannya hari ini. Setelah terbuka dengan kakaknya tentang segala permasalahannya, Grizz merasa lebih lega. Bahkan kini ia tak perlu khawatir lagi jika suatu saat nanti dicampakkan oleh suami atau orang terdekatnya. Ada Tuan Grey, selaku kakaknya yang akan selalu berada disampingnya.
"Tadi Grizz tembak-tembak orang banyak. Mereka pada jatuh lho. Habisnya mereka pada mau nakalin Grizz sih, rasain" ucap Grizz dengan antusiasnya.
__ADS_1
Alex hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis. Lain halnya dengan Grizz yang sangat senang adanya peristiwa yang baru saja terjadi, Tuan Grey terlihat begitu tegang. Ia sedikit takut dan khawatir dengan keadaan Grizz yang mungkin saja menimbulkan trauma.
"Semuanya akan baik-baik saja. Lihatlah... Dia begitu ceria, tak seperti biasanya yang langsung berteriak dan histeris" bisik Josh sambil menepuk bahu Tuan Grey.
Mereka semua pun akhirnya mengikuti Alex dan Grizz yang sudah berjalan masuk terlebih dahulu. Tuan Grey sedikit menghela nafasnya lega setelah mendengar ucapan dari Josh. Sebelumnya ia memang belum pernah melihat Grizz histeris sehingga sedikit khawatir kalau gejala gangguan kesehatannya ini berbeda.
***
"Tolong ya Grizz, jangan suka pamer kemesraan sama suami didepan kami ini" kesal Nicho.
Mereka kini tengah berada di gazebo halaman belakang rumah. Tentunya dengan Grizz yang memeluk suaminya dari samping dan Alex yang mengelus rambut panjang istrinya.Tentunya hal itu membuat ketiga sahabat Alex begitu risih dengan kemesraannya mereka. Sedangkan Tuan Grey dan David sibuk dengan ponselnya karena mengurus beberapa pekerjaan dari jauh.
Sontak saja Nando dan Josh tertawa mendengar ledekan yang diucapkan oleh Grizz. Tentunya Nicho takkan berani melakukan hal itu pada hewan yang ditakutinya. Sedangkan Tuan Grey dan David saling pandang karena tak mengerti dengan candaan yang dilontarkan oleh semua orang yang ada disana. Nicho menatap sinis kearah Grizz yang kini cekikikan karena berhasil membuat mati kutu dirinya.
"Grizz, kakak dan David besok lusa akan kembali pulang ke luar negeri. Kami harus menyelesaikan urusan disana dan entah kapan kakak akan kembali kesini" ucap Tuan Grey tiba-tiba.
Tentunya ucapan dari Tuan Grey itu membuat Grizz langsung mendudukkan tubuhnya dari posisi baringannya. Ia lalu merangkak menuju kakaknya kemudian memeluknya dengan erat. Tentunya Grizz takkan membiarkan kakaknya ini jauh darinya lagi. Ia takut kalau kakaknya tidak kembali ke negara ini.
"Nggak boleh. Kak Rey harus disini sama Grizz" kekeh Grizz sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.
__ADS_1
Tuan Grey juga ingin selalu bersama dengan Grizz di negara ini. Namun pekerjaannya tak mungkin bisa ia tinggalkan terlalu lama. Apalagi waktu itu, ia hanya berencana meninggalkan negaranya selama dua hari saja namun ini sudah lebih dari itu.
Tuan Grey awalnya juga bimbang meninggalkan Grizz, namun melihat beberapa perusahaan dan organisasi yang harus ia urus membuatnya harus pergi. Apalagi kebersamaannya dengan Grizz ini sudah sangat ia impikan sejak dulu. Tidak mungkin juga kalau ia mengabaikan perusahaan milik mendiang papa angkatnya yang sudah diwariskan padanya.
"Kita bisa video call lho kalau kangen. Setiap jamnya kita komunikasi, kakak nggak papa kok kalau digangguin" ucap Tuan Grey berusaha membujuk.
"No" seru Grizz dengan keras kepala sambil memeluk Tuan Grey semakin erat.
Tuan Grey kemudian mengelus kepala adiknya dengan lembut sambil terus membujuknya. Namun Grizz dengan kekeh tak mau kalau sampai kakaknya pergi. Baru beberapa hari dirinya merasakan sosok kakak kandung, namun mau ditinggalkan begitu saja. Tuan Grey hanya bisa memandang David untuk memberikannya ide agar dapat membujuk Grizz.
"Grizz, Kak Rey disana kan kerja. Disana banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya pada Kak Rey lho. Kalau Kak Rey nggak ada disana, bisa-bisa perusahaannya bangkrut. Kamu nggak kasihan sama karyawannya yang nanti pada jadi pengangguran?" tanya David dengan suara yang disedih-sedihkan.
Grizz yang mendengar hal itu tentunya langsung terdiam bahkan tak merengek lagi pada kakaknya. Ia seperti tengah memikirkan sesuatu untuk dicernanya. Apalagi ini mengenai kakaknya yang harus pergi meninggalkannya kembali padahal ia sudah nyaman berada didekatnya.
"Kalau gitu Grizz ikut Kak Rey saja tinggal di luar negeri" ucap Grizz dengan entengnya membuat Alex langsung memelototkan matanya.
"Nggak bisa gitu dong, dek. Adek kan sekarang sudah punya suami jadi nggak boleh pergi jauh-jauh darinya apalagi tanpa ijinnya" ucap Tuan Grey menolak usulan dari Grizz.
Bahunya meluruh, ia sedikit kecewa karena kakaknya menolak usulannya. Padahal ia ingin sedikit lebih lama bersama dengan kakaknya itu. Namun ia juga tak tega kalau sampai ada karyawan yang terkena dampaknya akibat keegoisannya yang menahan kakaknya itu.
__ADS_1