Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Pindah


__ADS_3

Alex menyetujui usulan dari Josh terlebih disana juga banyak penjaga dari dunia bawah yang berjaga dari jarak jauh sehingga mungkin Grizz takkan risih karena banyak orang. Namun ia juga harus mendiskusikan ini dulu kepada istrinya agar ia bisa mempersiapkan diri jika Grizz menolaknya. Grizz pasti juga harus bersama dengan Dara, Bibi Yun, Nenek Umi, dan Erga jika memang pindah.


"Terus sisiri lokasi villa ini. Akan ku kirimkan bantuan untuk memantau dari jarak jauh agar nanti saat kalian istirahat, mereka bisa mengawasi semuanya" ucap Alex memberi perintah.


"Baik bos" ucap semua bodyguard.


Mereka pun membubarkan diri kemudian menyisiri semua lokasi untuk menemukan petunjuk atau kalau perlu adalah pelakunya itu sendiri. Sedangkan Alex dan ketiga sahabatnya langsung saja masuk kedalam villa untuk menemui Grizz yang kini ada di ruang keluarga. Benar saja, Grizz ditemani oleh Dara dan Erga duduk di ruang keluarga sambil menonton acara kartun.


Ketiga sahabat Alex yang melihat tontonan dari Grizz itu pun hanya bisa menahan tawanya. Pasalnya kebanyakan gadis-gadis remaja saat ini lebih memilih menonton drama romantis daripada kartun seperti ini. Bahkan tingkah Grizz yang begitu fokus dengan tontonannya sambil memangku satu toples keripik singkong ini membuat mereka geleng-geleng kepala.


"Ehemmm...".


Deheman yang berasal dari Nando itu membuat ketiga orang yang ada di ruang keluarga langsung mengalihkan pandangannya kearah sumber suara. Grizz menatap kearah sahabat Alex dengan tatapan aneh pasalnya mereka seperti memandangnya begitu intens.


"Batuk? Diminumin es teh saja" ucap Grizz berseloroh.


Guyonan receh itu berhasil membuat suasana yang tadinya hening dan tegang ternyata bisa mencair juga. Terlebih Dara dan Erga yang sedari terdiam karena takut dengan tatapan tajam dari ketiga sahabat Alex. Grizz pun kini tampak santai karena sudah mempercayai Alex bahwa semua orang yang datang bersamanya ke villa ini merupakan seseorang yang baik.


"Tambah batuk dan flu dong kalau ditambah minum es teh" ucap Nando mencoba mencairkan suasana.


Bahkan kini Nando berjalan mendekat kearah tiga orang yang asyik dengan tontonannya. Ia ikut bergabung disana diikuti oleh yang lainnya. Bahkan Alex langsung duduk didekat Grizz dengan mengambil cemilan yang ada didalam toples.


"Nyamuk... Nyamuk..." sindir Nicho dengan sinis.

__ADS_1


"Di villa ini nggak ada nyamuk, orang selalu dibersihin kok sama maid-maid cantik" ucap Grizz menatap polos kearah Nicho.


Ketiga sahabat dari Alex hanya bisa menepuk keningnya melihat tatapan polos dari Grizz. Terlebih kini Grizz seakan meminta penjelasan kearah Nicho membuat Alex hanya bisa menahan tawanya. Kepolosan Grizz itu sepertinya membuat ketiga sahabat Alex frustasi.


"Bukan nyamuk itu maksud gue" gemas Nicho ingin mencakar wajah Grizz.


Grizz sepertinya acuh dengan apa yang diucapkan oleh Nicho terlebih laki-laki itu malah kini mengacak-acak rambutnya frustasi. Josh dan Nando sepertinya tak mau berbicara dengan Grizz daripada dibuat frustasi seperti halnya Nicho. Mereka pun setelahnya memilih untuk ikut melihat tontonan kartun yang ada di ruang keluarga.


"Untuk sementara waktu kalau kamu pindah ke rumah Josh itu gimana?" tanya Alex tiba-tiba memecahkan keheningan.


Josh terdiam menunggu jawaban dari Grizz pasalnya hanya rumahnya lah yang memang cocok dijadikan tempat bersembunyi sementara. Grizz pun masih menatap Alex dengan tatapan penasarannya pasalnya saat ini kok mereka sering berpindah tempat. Ia ingin tahu sebenarnya ada kejadian apa sehingga membuat mereka harus pindah kembali.


"Josh? Sahabat kak Alex?" tanya Grizz bingung.


"Jadi besok kita akan pindah ke rumah kak Josh?" tanyanya dengan tatapan polosnya.


"Iya, mau ya?" ucap Alex dengan sedikit membujuk.


"Memangnya kalau tinggal di villa ini kenapa? Kan disini juga sudah nyaman dan enak udaranya" tanya Grizz menatap kearah suaminya itu.


Alex terlihat menatap ketiga sahabatnya untuk membantunya menjelaskan apa yang terjadi. Pikirannya sudah buntu jika harus memberi alasan kepada Grizz karena terlalu fokus pada keamanan istrinya itu.


"Gini dedek gemes. Kan dedek gemes habis pulang dari rumah sakit harusnya kamu istirahat di tempat yang aman dan nyaman dong. Nah di rumahnya kak Josh itu paling aman dan nyaman bahkan disana ada dia memelihara cicak yang lucu dan besar banget lho" ucap Nicho dengan mendramatisir.

__ADS_1


Namun Alex, Josh, dan Nando mengernyitkan dahinya heran mengenai ucapan Nicho tentang cicak kecil. Sejak kapan Josh memelihara cicak lucu, perlu dikonfirmasi nih sama orang yang bicara. Namun saat ketiganya hendak meminta penjelasan ternyata Nicho hanya mengedipkan sebelah matanya memberi kode agar mereka diam.


"Cicak lucu dan besar? Kaya boneka?" tanya Grizz yang begitu penasaran.


Nicho menganggukkan kepalanya antusias, ia begitu bersemangat saat melihat Grizz tampak tertarik dengan ucapannya. Sedangkan Dara sudah berpikir hal yang berbeda dari apa yang dipikirkan oleh Grizz.


"Wah... Nanti cicaknya itu bisa temenan sama kucing besarnya kak Alex dong" seru Grizz bersemangat.


"Kalau gitu Grizz mau pindah ke rumah kak Josh" lanjutnya dengan semangat.


Walaupun Alex masih kebingungan dengan apa yang diucapkan Nicho dan Grizz namun sedikitnya ia bersyukur karena istrinya mau pindah sementara. Alex tentunya juga akan mengajak orang-orang yang dekat dengan Grizz agar gadis itu tak kesepian.


"Lex, emang loe pelihara kucing?" tanya Josh dengan penasaran.


Alex mengedikkan bahunya pertanda tak tahu dengan apa yang dibicarakan oleh Grizz. Yang ia tahu selama ini dirinya memang tak pernah memelihara hewan kucing. Semua binatang peliharaannya merupakan hewan buas yang mungkin Grizz saja akan takut jika mendekat. Alex memang tak mengetahui jika Grizz suka mendekatin hewan peliharaannya di mansion.


"Yang dimaksud Grizz kucing besar itu harimau yang dipelihara tuan Alex di halaman belakang mansion" ucap Dara dengan hati-hati.


Sontak saja keempatnya memelototkan matanya tak percaya padahal Grizz menanggapinya dengan biasa saja. Alex menatap istrinya untuk meminta penjelasan namun gadis itu sepertinya tak mau menjelaskannya. Gadis sepolos Grizz bahkan tak takut dengan harimau peliharaan Alex yang setiap didekati orang asing saja langsung mengaumkan suaranya.


"Siapa yang nyuruh kamu main di kandang macan?" tanya Alex menatap Grizz.


"Nggak ada, Grizz hanya suka sama kucing itu kemudian mengajaknya bermain. Dia lucu dan lincah, Grizz suka" ucap Grizz dengan acuh tak acuh.

__ADS_1


Alex dan ketiga sahabatnya meringis tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Grizz itu. Darimana bisa gadis itu mengatakan hewan buas lucu, astaga sepertinya Grizz perlu periksa matanya.


__ADS_2