Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Terharu


__ADS_3

Tuan Grey sedikit menyesal karena dirinya lemah dan tak bisa menjaga adik juga ibunya. Ia tahu kalau dirinya akan dijual namun ia hanya berharap kalau pembelinya bisa mengubahnya menjadi seseorang yang baik dan sukses. Hingga jika nanti ia sukses, ia bisa melawan ayahnya dan membawa ibu juga adiknya pergi dari rumah itu.


Namun saat dirinya sukses, ia harus dihadapkan dengan papa angkatnya yang sakit sehingga membuatnya harus lebih fokus mengurus beliau. Apalagi beliau sejak dulu sangat sabar untuk membuatnya kuat hingga sukses seperti sekarang ini. Tanpa dukungan dan kebaikan beliau, takkan pernah dirinya menjadi seperti ini apalagi harta yang diwariskan untuknya.


"Ya, Harto itu memang jahat. Sedari kecil sudah pukul Kak Rey dan Grizz tanpa ampun. Bahkan Grizz juga dijual sama dia untuk melunasi semua hutangnya hiks" ucap Grizz yang kemudian menangis dalam pelukan Tuan Grey.


Tuan Grey dan David langsung memandang kearah empat laki-laki dewasa yang ada disana. Keduanya kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh Grizz. Jika memang apa yang diucapkan oleh Grizz ini hanya racauan biasa, sepertinya tidak mungkin. Apalagi ini Grizz terihat menangis saat menceritakannya dan sudah menyangkutpautkan dirinya saat kecil.


Jika memang apa yang diucapkan oleh Grizz ini benar adanya, sudah pasti ia takkan pernah memaafkan Harto. Ia takkan pernah menganggapnya seorang ayah walaupun ia berlutut didepan kakinya dan Grizz. Alex hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas kebingungan David dan Tuan Grey.


Seketika saja kedua tangan Tuan Grey langsung mengepal dengan eratnya. Ia tak menyangka kalau adiknya akan mengalami nasib yang sama sepertinya dulu. Dijual namun malah mengubah takdir mereka menjadi bahagia. Tuan Grey mengelus lembut punggung Grizz yang masih bergetar.


"Kak Rey ada disini. Tak boleh ada yang menyakiti kamu. Apalagi nih bodyguardmu banyak" bisik Tuan Grey dengan pelan.


Grizz hanya menganggukkan kepalanya mengerti namun masih tak melepaskan pelukannya dari Tuan Grey. Ia sangat nyaman dengan pelukan hangat dari Tuan Grey yang ternyata adalah kakak kandungnya. Ia tak menyangka, setelah masalah yang bertubi-tubi itu ternyata akan ada banyak kebahagiaan yang datang.

__ADS_1


***


Setelah Grizz mempercayai kalau Tuan Grey merupakan kakak kandungnya, ternyata gadis polos itu malah tertidur dipelukannya. Ia tertidur karena merasa nyaman dengan elusan lembut dibahunya kemudian Alex membawanya pergi ke kamar. Sedangkan kini keenam laki-laki dewasa itu masih berada diatas rooftop untuk mengetahui cerita selengkapnya tentang Grizz.


Awalnya Tuan Grey ingin mendengar langsung cerita dari adiknya, namun gadis itu malah sudah tertidur akibat menangis terlalu lama. Kini ia tengah menatap keempat orang yang dekat dengan Grizz itu untuk menceritakan tentang semua kehidupan adiknya.


"Kalau tentang cerita kehidupan Grizz, mungkin Alex yang bisa menceritakannya. Kalau aku baru mengenal Grizz sebentar dan hanya mendengar sekilas, tidak mendalam" ucap Josh sambil melirik kearah Alex.


"Kalau kalian ingin tahu tentang Ibu Grizz, tanyakan sendiri padanya karena aku tak tahu cerita lengkapnya. Yang pasti ibu kalian berdua sudah meninggal. Karena apa? Tanyakan pada Grizz karena aku sendiri juga tak tahu" ucap Alex mengawali.


Ibunya telah bahagia disisi Tuhan, tanpa harus merasakan kepahitan di dunia ini. Ibunya juga takkan pernah merasakan kepedihan akibat ulah ayahnya yang tak bertanggungjawab. Namun setelah ibunya meninggal, pasti kehidupan Grizz begitu susah.


"Grizz dijual padaku karena Harto punya hutang banyak akibat kebiasaannya dan anak tirinya. Itupun ide dari istri barunya yang bernama Niken. Tapi tenang saja, saya mencintai Grizz walaupun dia awalnya hanya seorang gadis pelunas hutang bagi keluarganya" lanjutnya.


Awalnya tentu Tuan Grey marah mendengar pengakuan dari Alex itu. Ia marah pada dirinya sendiri,Harto, juga Alex. Ia marah pada dirinya sendiri yang tak bisa menjaga adiknya sehingga digunakan sebagai alat membayar hutang dan emosinya memuncak saat tahu kalau Harto yang menjualnya. Padahal ia sudah meminta pada pria paruh baya itu untuk tak lagi mengusik Grizz dan ibunya jika dia dijual. Namun ternyata gertakannya itu sama sekali tak diindahkan oleh ayahnya.

__ADS_1


"Kalau anda masih menyakiti adik dan ibu saya, akan aku pastikan kalau kehidupanmu nantinya bagaikan di neraka. Jangan pernah menyakitinya, biarkan keduanya hidup normal tanpa adanya anda dalam kehidupannya" ucap tuan Grey waktu itu.


Ia juga sedikit sakit hati dengan Alex karena dengan beraninya malah menerima transaksi itu. Padahal sudah terlihat jelas kalau Grizz itu hanyalah gadis polos yang bahkan kehidupannya saja tak bisa jauh-jauh dari rumah. Ia yakin jika adiknya itu sangat polos sejak dulu, terlihat saat kecil saja gadis kecil itu jarang keluar rumah dan lebih sering bersamanya.


"Dimana dia sekarang? Aku ingin memberinya pelajaran" ucap Tuan Grey tiba-tiba yang menanyakan mengenai keberadaan Harto.


"Sudah kami buang di gedung tua dekat hutan" jawab Josh dengan santai.


Jawaban dari Josh itu tentu membuat Tuan Grey sedikit lega. Kemungkinan besar laki-laki itu takkan bisa bertemu dengannya juga Grizz lagi. Ia takkan rela jika Grizz bertemu kembali dengan orang-orang tak punya hati itu. Namun mendengar jika dibuang didekat hutan, tentunya mereka menduga akan sangat susah bagi yang berada disana untuk kembali pulang.


"Yang perlu Tuan Grey tahu, Grizz selama ini disiksa oleh laki-laki itu. Ia sering disuruh bekerja demi membiayai kebutuhan rumah dan foya-foya ketiga orang tak bertanggungjawab itu. Ia sering tak makan karena semua makanan selalu dihabiskan oleh mereka. Jangan lupa, kekerasan fisik yang dialami Grizz dimulai dari kaki, tangan, dan punggungnya. Semua penuh dengan bekas pukulan sapu, sabuk celana, dan kayu. Saat waktu itu dia dijadikan pelunas hutang keluarganya, kakinya berlumuran darah karena sehabis dipukuli dengan sapu" ucap Alex menceritakan semua yang ia tahu.


Tentunya semua orang yang ada disana tercengang dengan apa yang diucapkan oleh Alex. Bahkan ketiga sahabatnya pun juga terkejut, pasalnya selama ini mereka hanya tahu kalau Grizz dipukuli hingga mentalnya juga kena. Tuan Grey bahkan langsung berdiri kemudian mendekat kearah Alex. Ia langsung memegang erat kerah pakaian Alex dengan eratnya.


"Jangan bercanda kau" sentak Tuan Grey yang belum bisa menerima kenyataan tentang apa yang dialami oleh Grizz.

__ADS_1


Tentunya Alex sudah menduga hal ini karena mungkin sebagian takkan percaya dengan ceritanya. Apalagi tadi Grizz menggunakan celana panjang yang takkan pernah terlihat bekas lukanya. Tuan Grey tentunya dulu sudah mengancam ayahnya yang tak boleh menyakiti adiknya namun mengapa sekarang ia mendapati kenyataan bahwa Grizz malah terluka parah seperti ini.


__ADS_2