Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Cemburu


__ADS_3

Saat berlari, pegangan tangan Grizz dan Dara terlepas membuat gadis polos itu kebingungan. Terlebih tadi lari Grizz tak selincah langkah Dara yang berlari dengan gesitnya. Grizz yang tak paham dengan seluk beluk lokasi sekolahnya membuatnya ketakutan karena tersasar.


"Ini Grizz dimana? Dara mana lagi?" gumam Grizz yang kini terus berjalan.


Setelah mengawasi sekitar bahwa sudah aman dari kejaran guru, Grizz memilih untuk berjalan saja karena kakinya sangatlah lelah. Ia juga harus melihat sekitar untuk mencari keberadaan Dara, apalagi sekolah saat ini sedang sepi karena semua siswanya sedang di kelas.


Grizz panik karena sudah beberapa menit berjalan namun tak juga menemukan keberadaan Dara. Terlebih ia juga lupa dimana dirinya berada saat ini. Matanya kini terlihat berkaca-kaca karena rasa takut dan paniknya menjadi satu. Tak berapa lama, tangan Grizz tiba-tiba saja ditarik oleh seseorang membuatnya memekik pelan. Ternyata orang yang menarik Grizz itu adalah seorang laki-laki dengan tampilan urakannya.


Baju seragam yang dikeluarkan dengan dasi yang diikatkan pada kepalanya menjadi pandangan pertama pada mata Grizz. Tak berapa lama laki-laki yang diyakini sebagai siswa satu sekolahnya itu menunjuk kearah seorang guru yang sedang berjalan. Ternyata laki-laki itu menariknya agar Grizz tak ketahuan oleh guru yang tadi memergokinya bolos di belakang sekolah.


Setelah beberapa menit, akhirnya guru itu berjalan lurus meninggalkan tempat persembunyiannya. Melihat hal itu tentunya Grizz menghela nafasnya lega kemudian sedikit menjauhkan tubuhnya dari siswa laki-laki itu.


"Terimakasih" ucap Grizz dengan senyuman manisnya.


Siswa laki-laki didepan Grizz itu begitu terpukau dengan senyuman tulus dan lembut dari gadis yang ditolongnya. Baru kali ini ada seorang siswi yang tak takut padanya dan malah mengulas senyum dengan mengucapkan terimakasih. Biasanya semua siswa akan takut jika sudah berhadapan dengannya.


Grizz langsung saja berlalu pergi dari hadapan siswa itu kemudian berlari menyusul Dara yang terlihat sedang berada di kantin. Sedangkan siswa laki-laki itu masihlah terbengong menatap kepergian Grizz dengan pikiran yang sulit diartikan.


"Kamu beda" gumam siswa laki-laki itu dengan tersenyum penuh arti.


***

__ADS_1


"Apa yang ia lakukan saat ini?" tanya Alex pada bodyguard yang memang ditugaskannya untuk mengawasi Grizz.


Kepala bodyguard bernama Felix yang setiap harinya selalu memantau kegiatan Grizz di luar mansion itu. Melalui sebuah alat yang terpasang pada semua sudut sekolah membuatnya dengan leluasa mengawasi pergerakan Grizz. Sedangkan untuk jarak lebih dekat ada anak buahnya yang ia percaya untuk mengawasi nona mudanya itu.


"Nona Grizz hari ini membolos pelajaran, tuan" ucap Felix melaporkan.


Alex mengernyitkan dahinya heran dengan apa yang diucapkan oleh kepala bodyguard itu. Pasalnya saat di mansion hingga di mobil saat Alex mengantarnya tadi pagi, Grizz sangatlah bersemangat dan tak sabar untuk mengikuti pelajaran. Maka rasanya tak mungkin jika gadis itu malah bolos pelajaran.


"Nona Grizz bolos dengan teman perempuannya bernama Dara. Mereka hanya duduk di belakang sekolah sambil bercerita sambil lupa waktu. Setelah selesai cerita, ternyata ada guru yang memergoki mereka membolos" lanjutnya.


Alex menganggukkan kepalanya mengerti, ia sedikit lega karena Grizz hanya bolos di dalam lingkungan sekolah. Itu pun hanya curhatan ala anak gadis remaja yang mungkin gadis itu baru rasakan sekarang. Karena dari beberapa informasi yang diperoleh, memang Grizz selama ini tak punya sahabat dekat di sekolah atau sekitar rumahnya.


"Tidak tuan, mereka berhasil kabur. Namun di tengah jalan keduanya terpisah alhasil nona tersesat yang kemudian diselamatkan oleh siswa laki-laki bernama George atau biasa dipanggil Gege" jawab Felix dengan hati-hati.


Sebenarnya ia ragu untuk menceritakan hal ini, namun jujur lebih baik daripada tuannya mengetahui hal ini dengan sendirinya. Tentu posisinya akan terancam jika menyembunyikan apapun yang seharusnya dilaporkan.


Felix mengamati wajah tuannya yang terlihat mengeras bahkan kedua tangannya yang ada diatas meja kerjanya mengepal dengan sempurna. Ia sedikit meringis bergidik ngeri karena sepertinya keputusannya untuk memberitahukan hal ini adalah salah. Namun ada sedikit senyum tipis ia sunggingkan karena melihat tuannya kini sudah bisa merasakan cemburu.


"Berarti tuan Alex sudah merasakan jatuh cinta hingga cemburu pada nona Grizz" batin Felix.


"Lalu apa yang mereka lalukan berdua?" tanya Alex menahan amarahnya dengan menatap lurus kedepan.

__ADS_1


"Tidak ada tuan, siswa itu hanya membantu nona Grizz bersembunyi. Setelahnya nona Grizz langsung pergi saat guru yang memergokinya berlalu" ucap Felix.


Alex menganggukkan kepalanya mengerti kemudian dengan gerakan tangannya ia menyuruh Felix untuk pergi. Felix yang mengerti pun langsung pergi berlalu setelah menundukkan kepalanya sedikit.


"Awas kau jika sampai dekat dengan laki-laki lain selain aku dan orang yang ku kenal" gumam Alex setelah melihat Felix pergi.


Bahkan Alex menampakkan seringaian kejinya dan mata berkilat marah jika sampai apa yang dipikirkannya terjadi. Ia takkan membiarkan siapapun mengambil miliknya. Tak berapa lama, ia segera tenggelam dalam pekerjaannya karena setelahnya akan menjemput Grizz.


***


Pekerjaannya telah selesai, Alex segera saja keluar dari ruangannya kemudian berjalan keluar melewati lobby perusahaannya dengan langkah tegas dan berwibawanya. Semua karyawan yang berpapasan dengannya langsung berhenti sejenak kemudian membungkukkan kepalanya sedikit untuk menghormati orang nomor satu di perusahaan itu.


Para karyawan begitu menghormati Alex karena walaupun peraturan di perusahaan itu begitu ketat namun mereka tahu itu untuk kemajuan semuanya. Bahkan Alex walaupun kejam namun masih mau membantu orang-orang yang butuh bantuannya asalkan tidak melakukan pengkhianatan pada perusahaannya.


Keluar dari gedung perusahaan, Alex segera saja memasuki mobil yang sudah terparkir rapi didepannya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena memang waktu menjemput masih agak lama. Tak berapa lama, mobil yang dikemudikannya sampai juga didepan sebuha gedung sekolah dimana Grizz menempuh pendidikan.


Ia yakin walaupun Grizz membolos pelajaran, pastinya ia takkan berani keluar dari sekolah ini. Ia sudah memperingatkan Grizz untuk tak pergi jika bukan dirinya atau bodyguard di mansion yang menjemput. Benar saja, tak berapa lama Alex menunggu ternyata Grizz tengah bergandengan tangan dengan sahabatnya menuju kearah tempatnya menunggu.


"Grizz udah dijemput sama tuan Alex, aku pulang dulu ya Dara" pamit Grizz dengan ceria sedangkan Dara hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


Setelah berpamitan, Grizz segera saja masuk kedalam mobil yang dikenalnya itu. Setelah Grizz naik, Alex segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk pulang ke mansion. Wajah Grizz tampak sangat ceria entah apa yang tadi dilakukannya di sekolah. Mengingat apa yang dilaporkan oleh Felix membuat kedua tangannya yang ada diatas kemudi mengepal erat.

__ADS_1


__ADS_2