
Brakkk...
Pintu ruangan Alex dibuka dengan keras oleh seorang gadis yang kini menampilkan cengiran lucunya. Beberapa orang yang ada didalam ruangan itu sontak saja langsung menoleh. Awalnya mereka ingin marah dengan orang yang membuka pintu secara keras namun setelah melihatnya, semua hanya bisa geleng-geleng kepala.
Gadis itu yang tak lain adalah Grizz yang berjalan masuk dalam ruangan Alex. Ia masih saja tak merasa bersalah karena mengejutkan orang-orang yang ada disana. Bahkan kini Grizz langsung saja mendekat kearah suaminya lalu duduk diatas pangkuannya.
"Kenapa buka pintunya nggak pelan-pelan aja, sayang?" tanya Alex sambil mengelus pipi istrinya itu.
"Karena Grizz udah nggak sabar buat ketemu sama Kak Alex" ucap Grizz sambil terkekeh geli.
Grizz langsung saja memeluk suaminya itu dengan erat dan merebahkan kepalanya pada dada bidang Alex. Sedangkan ketiga sahabat Alex yang melihat kemesraan itu hanya menatap malas adegan itu. Sudah sering mereka melihat adegan mesra itu membuatnya terbiasa karena jika ditegur, pasti ketiganya hanya akan kena bully oleh Grizz.
"Lain kali kalau buka pintu pelan-pelan saja. Atau enggak ya ketok dulu pintunya, biar yang didalam ruangan tidak terkejut" ucap Alex menasihati.
Grizz hanya menganggukkan kepalanya kemudian menegakkan tubuhnya. Bahkan kini Grizz langsung turun dari pangkuan Alex kemudian mendekat kearah anak buah suaminya. Grizz segera mengambil beberapa paper bag yang dibawa oleh anak buah Alex itu keatas meja.
"Terimakasih, paman. Paman bisa istirahat dan jangan lupa untuk makan siang ya" ucap Grizz sambil tersenyum.
Namun Grizz tiba-tiba saja berjalan kembali kearah suaminya kemudian menengadahkan kedua telapak tangannya didepan Alex. Alex yang paham pun langsung saja mengeluarkan dompetnya dan memberikan Grizz beberapa lembar uang. Mata Grizz berbinar cerah kemudian memberikan lembaran uang itu pada tangan anak buah Alex.
"Itu untuk beli makan paman dan yang lainnya di kantin" ucapnya.
Anak buah Alex yang diberi uang itu sontak saja menatap kearah atasannya. Ia tidak enak untuk menolak pemberian dari istri atasannya itu namun juga tak mau kalau sampai Alex tidak terima. Alex menganggukkan kepalanya untuk mengambil uang itu kemudian anak buahnya membawanya dalam saku.
__ADS_1
"Terimakasih, nona" ucap anak buah Alex sambil sedikit menundukkan kepalanya hormat.
Anak buah Alex itu segera keluar dari ruangan atasannya dan menutup pintunya. Grizz segera saja mendekat kearah meja tamu yang digunakan untuk meletakkan makanannya. Grizz membuka semua makanan yang dibawanya membuat mereka yang ada disana hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Kamu beli makanan sebanyak ini untuk apa, Grizz?" tanya Nicho sambil mengernyitkan dahinya heran.
"Ya untuk dimakanlah, masa dibuang" ketus Grizz sambil memelototkan matanya kesal.
Nicho hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena merasa salah telah menanyakan hal ini pada Grizz. Apalagi kini Nando dan Josh sudah menahan tawanya karena melihat Nicho selalu kalah kalau berhadapan dengan Grizz. Alex pun mendekat kearah istrinya yang masih sibuk untuk membuka semua makanan yang ada.
"Ini kalau kita makan hanya orang segini, nggak akan habis lho" ucap Alex sambil tersenyum tipis.
Grizz mendengar hal itu sontak saja menghentikan kegiatannya. Bahkan kini ia menatap semua orang yang ada disana. Tentu hanya ada lima orang yang takkan bisa menghabiskan semua makanan yang tersedia ini. Terlebih ada beberapa box pizza juga.
Alex hanya bisa terkekeh pelan mendengar ucapan istrinya itu. Sebelum datang kesini, anak buahnya bahkan sudah memberikan beberapa list makanan yang ingin dibeli Grizz. Tentunya list itu atas keinginan Grizz dan akhirnya Alex menyetujuinya walaupun nantinya makanan itu entah untuk siapa.
"Kalau begitu, beberapa pizza dan kentang ini untuk semua karyawan perusahaan saja" seru Grizz menyampaikan idenya.
"Baiklah. Biar aku suruh OB untuk membagikannya" ucap Alex yang setuju dengan saran Grizz.
"Stop..." seru Grizz saat melihat Alex akan pergi kearah meja kerjanya.
Sontak saja Alex langsung menghentikan langkahnya dan menatap istrinya dengan pandangan bertanya. Grizz pun langsung saja melangkahkan kakinya kearah Alex dengan membawa beberapa box pizza dan paper bag berisi kentang.
__ADS_1
"Biar Grizz saja sendiri yang membagikannya" seru Grizz yang kemudian pergi dengan susah payah.
Bahkan Grizz menggunakan kakinya untuk membuka pintu ruangan Alex. Beruntung anak buah Alex tadi tidak menutup pintunya dengan rapat sehingga ia bisa membukanya sendiri. Grizz langsung saja pergi sambil berlari dengan membawa kedua bawaan yang ada ditangannya.
Alex yang melihat istrinya itu pergi segera menghubungi salah satu anak buahnya untuk memantau Grizz. Ketiga sahabat Alex hanya bisa mengelus dadanya sabar karena melihat tingkah Grizz yang sangat aktif itu.
***
"Halo kakak-kakak semua... Grizz punya pizza dan kentang goreng lho. Ayo makan" seru Grizz saat sudah sampai di area lobby perusahaan.
Mendengar seruan itu, tentu beberapa karyawan yang mendengarnya langsung saja berlari mendekat. Mereka kini ada dihadapan Grizz yang menatap semuanya dengan senyum ceria. Padahal awal masuk perusahaan, Grizz takut dengan tatapan-tatapan dari orang-orang itu. Namun tak ia sangka, hanya karena niat ingin memberi makanan membuatnya lupa akan ketakutannya.
Bahkan kini lobby perusahaan begitu riuh dan heboh akan kedatangan Grizz. Grizz segera saja duduk di lantai diikuti oleh semua karyawan yang ada disana. Apalagi beberapa karyawan yang tidak tahu langsung dihubungi oleh rekannya yang lain. Mereka semua berbondong-bondong turun kearah lobby demi bertemu dengan istri dari atasannya.
"Ayo ini bagi-bagi sama teman-temannya yang lain" ucapnya sambil menyerahkan beberapa box pizza itu untuk dibagikan.
"Emm... Kayanya ini kurang deh" lanjutnya sambil melihat kearah sekitarnya.
"Nanti ini kita makannya dibagi-bagi saja, nona" ucap salah satu karyawan memberikan ide.
Grizz menggerakkan jari telunjuknya kekanan kiri sambil menggelengkan kepalanya tidak setuju. Tentu makan sedikit hanya akan membuat mereka tak kenyang. Grizz pun membisikkan sesuatu pada salah satu anak buah Alex yang berdiri didekatnya. Anak buah Alex itu segera pergi untuk melakukan apa yang diperintahkan Grizz.
"Makan kentangnya dulu. Satu biji dulu nggak papa ya, yang penting kebagian" ucap Grizz sambil terkekeh geli.
__ADS_1
Semua karyawan yang ada disana ikut tertawa mendengar apa yang diucapkan oleh Grizz. Mereka pikir istri dari atasannya ini tipe wanita yang sombong, namun faktanya sangat polos. Bahkan Grizz tipe yang mudah berbaur dengan semuanya tanpa peduli statusnya apa. Bahkan ia rela duduk diatas lantai bersama dengan yang lainnya.