
Setelah melihat tak ada kakak kandungnya lagi bersama dirinya, Grizz merasa begitu hampa. Ia sudah seperti seorang remaja yang tengah jatuh cinta dan ditinggalkan kekasihnya menempuh pendidikan di luar negeri. Ia malah berpikir kalau tengah menjalin hubungan LDR dengan kakaknya. Namun ini bukan kisah LDR sepasang kekasih namun hubungan kakak beradik.
Bahkan Grizz kini malah berada di kamar yang digunakan Tuan Grey untuk menginap. Ia masih menciumi selimut yang digunakan kakaknya untuk merasakan keberadaan Tuan Grey. Baru ditinggal beberapa jam saja sudah membuatnya galau setengah mati.
"Huaaa.... Kak Rey, Grizz rindu" seru Grizz dengan bergulingan diatas kasur.
Alex yang mendengar seruan dari istrinya itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia tak menyangka kalau kehadiran sosok kakak kandung Grizz itu berpengaruh banyak pada kehidupan adiknya. Alex sebenarnya tak tega dalam memisahkan keduanya, namun ia juga tidak mau ditinggal oleh Grizz.
Alex langsung berjalan mendekat kearah Grizz kemudian duduk di kasur itu. Grizz masih belum menyadari mengenai kehadiran Alex sehingga terus saja bergulingan. Bahkan selimut yang dipakainya itu sudah membungkus tubuh Grizz dengan sempurna hingga hanya kelihatan kepalanya saja.
"Jangan gitu, Grizz. Sesak nafas lho nanti kamu" tegur Alex tiba-tiba.
Grizz yang terkejut pun langsung membalikkan tubuhnya kearah Alex sambil menunjukkan cengiran lucunya. Grizz kemudian berusaha untuk melepaskan selimutnya itu namun tak berhasil. Alhasil, Alex langsung membantu mengeluarkan tubuh Grizz dari selimut itu.
Setelah percobaan cukup lama, akhirnya Grizz berhasil keluar dari selimut yang membelitnya. Grizz langsung saja duduk disamping suaminya dengan dahi yang bercucuran keringat. Gadis itu langsung saja memeluk suaminya dari samping membuat Alex segera mengusap lembut dahinya.
"Kak Alex, Grizz sudah rindu sama Kak Rey. Baru saja ditinggal, udah bikin Grizz galau. Ayo susul Kak Rey ke luar negeri" ajak Grizz dengan celotehannya.
"Bulan depan pasti Kak Rey akan kembali kesini. Nanti malam dia juga akan menghubungi kamu, jangan galau ya. Lagian disini kamu bentar lagi masuk kuliah lho" ucap Alex memberi pengertian.
Grizz terdiam mendengar ucapan dari Alex itu. Ia tak menyangka kalau dirinya hampir saja lupa dengan kuliahnya yang sebentar lagi sudah dimulai. Akhirnya Grizz menganggukkan kepalanya mengerti membuat Alex menghela nafasnya lega.
__ADS_1
"Kak Rey juga belum bertemu dengan ayah. Grizz ingin Kak Rey bertemu dengannya biar dihajar dan dipukul aja itu pak tua" ucap Grizz kesal.
Terlalu asyik bercerita dengan Tuan Grey, ia menjadi lupa kalau harus mempertemukan kakaknya itu dengan Harto. Ia ingin tahu bagaimana reaksi ayahnya itu saat melihat anak yang dijualnya kini telah sukses. Grizz juga penasaran dengan bagaimana kondisi pria tua itu saat ini. Walaupun ia sudah tidak peduli dengannya, namun Grizz ingin melihatnya walaupun sekali.
"Kamu kangen sama Harto?" tanya Alex tanpa memanggilnya dengan embel-embel ayah.
"Enggak. Cuma penasaran aja gimana wujud seorang ayah yang menjual kedua anaknya itu" ucap Grizz dengan tanpa bersalah.
"Bulan depan datanglah bersama dengan kakakmu. Kamu bisa lihat sepuasnya wajah orang yang telah menyakiti kalian" ucap Alex.
Grizz menganggukkan kepalanya dengan antusias. Ia akan mengajak kakaknya itu kesana untuk tertawa bersama akan kemalangan nasib dari Harto. Terlebih kakaknya yang belum membalas rasa sakitnya terhadap sang ayah.
Alex langsung mengajak Grizz keluar dari kamar itu untuk mengantarkannya kedepan rumah. Alex akan berangkat ke kantornya karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.
"Grizz, kalau suamimu nggak kerja nanti nggak punya duit buat jajan cilok lho" ucap Nicho sambil terkekeh geli.
Grizz menatap Nicho dengan pandangan sinis. Ia tak terima kalau suaminya diejek tidak punya uang. Kalaupun suaminya itu tak punya uang, akan ia terima karena dia mencintai Alex tanpa melihat berapapun harta kekayaannya. Jika diperbolehkan, Grizz akan membantu suaminya itu bekerja agar Alex tak kesusahan mencari uang untuknya.
"Kalau Kak Alex nggak punya uang, Grizz siap bantuin dia kerja" ucap Grizz dengan penuh keyakinan.
"Tidak perlu. Grizz cukup di rumah menikmati uang hasil kerja keras kakak. Udah ya, Kak Alex berangkat kerja dulu" ucap Alex yang kemudian memeluk istrinya.
__ADS_1
Saat memeluk Grizz, Alex sempat memberi tatapan tajam kearah Nicho sambil mengarahkan jari telunjuknya kearah lehernya seperti sebuah sayatan pisau. Tentunya hal ini membuat Nicho melotot tak terima karena apa yang dilakukannya ini untuk mengalihkan pembicaraan Grizz.
Namun Nicho tak menyangka kalau candaannya ini malah membuat Grizz berpikir lain. Sedangkan Josh dan Nando hanya bisa menahan tawanya saat melihat wajah Nicho yang langsung pucat pasi. Akhirnya Alex masuk dalam mobil diikuti oleh Nando dan Josh.
"Nicho, loe nggak masuk apa? Kita tinggal nih" seru Josh dari balik kemudi mobilnya.
"Kak Nicho sakit ya? Itu kok wajahnya pucat" ucap Grizz tiba-tiba dengan sedikit rasa khawatir.
Tentunya Josh dan Nando tahu penyebab wajah Nicho seperti itu. Namun keduanya memilih diam karena tak ingin mendapatkan amukan dari Alex. Terlebih ini memang salah Nicho yang bercanda disaat yang tidak tepat. Apalagi bercanda dengan Grizz yang notabene seorang gadis yang telah didewasakan oleh keadaan.
Nicho akhirnya memilih masuk dalam mobil dengan berlari kecil. Daripada Alex lebih mengamuk padanya, dia memilih untuk bekerja. Siapa tahu dengan menyelesaikan pekerjaan yang ada, membuat Alex lupa kalau tengah marah padanya.
"Lho... Kak Nicho nggak usah kerja kalau lagi sakit" seru Grizz.
"Kak Nicho baik-baik aja" jawab Nicho dengan mobil yang sudah perlahan menjauh.
Grizz hanya melambaikan tangannya saat melihat mobil itu pergi. Ia sedikit cemberut karena Nicho ternyata susah diberi nasihat. Padahal ia tadi melihat kalau laki-laki itu wajahnya sudah pucat. Namun biarlah, nanti kalau sakit pasti akan langsung dibawa ke rumah sakit oleh sahabat-sahabatnya.
Grizz masuk dalam rumah Josh dengan wajah lesunya. Pasalnya kini ia ingin bermain namun tak ada temannya. Terlebih Erga dan Dara kini tengah ikut bersama dengan beberapa maid ke supermarket untuk belanja bulanan.
"Ibu..." seru Grizz saat melibat Bibi Yun akan ke dapur.
__ADS_1
Bibi Yun langsung mengalihkan pandangannya kearah Grizz dan merentangkan kedua tangannya. Sudah lama rasanya Grizz tak bermanja ria kepadanya. Semenjak masalah yang bertubi-tubi membuat Grizz lebih sering dekat dengan suaminya.
Apalagi sekarang sudah bertemu dengan kakak kandungnya itu namun ia juga bahagia melihat anaknya meraih kebahagiaannya. Terutama bertemu dengan keluarga kandungnya yang selama ini mungkin dia lupa.