Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Tertangkap


__ADS_3

Pengendara yang ditangkap oleh Alex itu kini mengerang kesakitan hingga badannya luruh diatas tanah. Pengendara motor itu tak pingsan hanya saja masih terus kesakitan karena pukulan Alex yang tak main-main. Alex segera membuka helm yang masih dikenakan oleh pengendara motor itu, alangkah terkejutnya ia sampai memundurkan langkahnya.


Ternyata pengendara motor itu merupakan salah satu bodyguardnya yang berjaga di mansion. Bodyguardnya itu memang tak ikut dalam penjagaan di villa karena pembagiannya kebagian di mansion. Alex menatap tak percaya pada orang yang ada dihadapannya ini, pantas saja ia tahu titik kelemahan dari villanya. Pasti bodyguard ini merupakan suruhan orang.


"Sialan... Siapa yang menyuruhmu? Hingga dengan beraninya kau mengkhianati kepercayaanku. Gaji dan segala fasilitas terbaik ku berikan pada semuanya, namun ini balasanmu?" sentak Alex setelah tersadar dari rasa terkejutnya.


Walaupun Alex mempunyai anak buah dan bodyguard yang banyak namun ia masih lah bisa mengingat wajah-wajah mereka. Hanya saja mungkin ia tak hafal dengan namanya. Makanya ia bisa langsung mengenali siapa orang yang ada dihadapannya ini, terlebih beberapa kali dia ke villa dengan alasan mengantarkan sesuatu.


"Harusnya saya yang diajak ke villa itu bukan malah yang lainnya. Anda nggak adil makanya saya memilih untuk mencari bos lainnya yang bisa memberikan kenyamanan" seru bodyguard Alex itu sambil menahan lehernya yang rasanya sudah seperti akan patah.


"Cih... Hanya kau tak diajak ke villa dalam berjaga terus kau iri hingga berkhianat padaku? Kekanak-kanakan! Lagi pula bukan aku yang memilih siapa yang ikut ke villa" ucap Alex dengan tatapan tajamnya.


Alex segera memberi kode pada anak buahnya di dunia bawah untuk segera keluar dari tempat persembunyiaannya. Alex memang sengaja membawa anak buahnya yang berasal dari dunia bawah agar tak menimbulkan kecurigaan banyak orang karena bodyguard laki-laki itu.


Terlebih semua bodyguardnya tak ada yang mengetahui tentang orang-orang yang ada di dunia bawahnya. Mereka hanya tahu jika Alex merupakan seorang pebisnis biasa sehingga butuh banyak bodyguard untuk penjagaannya. Lagi pula anggota dunia bawah itu jika keluar dari markas pasti akan berpakaian seperti orang biasa.


"Bawa dia. Buat dia agar bisa mengaku siapa yang menyuruhnya" titah Alex pada mereka.


Dua orang anak buahnya segera saja membawa bodyguardnya itu dengan diseret. Sedangkan yang lainnya kembali bertugas untuk mengawal Alex menuju kediaman Josh. Tadinya mereka ingin menumbangkan langsung pengendara motor yang mengikuti Alex hanya saja laki-laki itu menghentikannya. Lagi pula ia ingin mengetahui siapa pengendara motor itu sebenarnya.


Alex segera masuk dalam mobilnya kemudian melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Sedikit lega karena orang yang membantu pelaku peneroran itu sudah tertangkap walaupun tersangka sebenarnya belum lah ketemu. Namun ia yakin kalau sebentar lagi pasti tertangkap, setelahnya ia harus memastikan kalau bodyguardnya yang lain tak tahu tentang penangkapan rekannya.

__ADS_1


Tak berapa lama, mobil yang ia kendarai memasuķi halaman rumah Josh. Grizz bahkan juga masih berada di halaman rumah membuat Alex mengernyitkan dahinya bingung bahkan wajahnya terlihat takut. Saat Grizz melihat mobil Alex langsung saja ia berlari kecil mendekat kearah kendaraannya.


Alex segera turun namun tiba-tiba saja Grizz langsung menubrukkan badannya kearah laki-laki itu. Alex masih kebingungan kemudian mengelus pelan punggung dari Grizz.


"Grizz mau pulang ke mansion atau villa aja. Disini seram" ucap Grizz mengadu semua ketakutannya.


Alex sudah menduganya pasti Grizz akan takut melihat penampakan rumah Josh yang sudah seperti gedung tua terbengkalai itu. Namun Alex tetap harus bisa membujuk Grizz agar bisa tinggal disana karena keamanan gadis itu masih harus ditingkatkan lagi. Apalagi sekarang bodyguardnya sudah ada yang berani berkhianat.


Alex segera menggendong Grizz kemudian membawanya berjalan masuk kedalam rumah walaupun gadis itu memberontak. Semuanya akhirnya masuk ke dalam bersamaan agar Grizz juga tak merasa takut.


"Jangan banyak gerak, nanti jatuh. Coba deh sekarang buka mata dan lihat sekelilingmu" ucap Alex memberi perintah.


"Selamat datang tuan, nyonya" sapa semua maid yang kini berbaris dengan rapi menyambut semuanya.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya dengan senyum tipis kemudian semua langsung menuju ruang tamu. Bahkan beberapa maid juga mengikuti mereka karena perintah dari Josh.


"Mereka akan tinggal bersama kita mulai hari ini. Perlakukan mereka dengan baik" titah Josh dengan tegas.


"Baik tuan" jawab mereka dengan tak kalah tegasnya.


Tiba-tiba saja Grizz berseru sambil bertepuk tangan dengan girangnya. Grizz terpukau dengan kekompakan para maid itu padahal dulu sewaktu di mansion Alex juga diperlakukan seperti itu. Grizz turun dari pangkuan Alex kemudian berjalan mendekat kearah para maid itu.

__ADS_1


"Halo kakak-kakak... Namaku Grizz, semoga kita bisa berteman dengan baik" ucap Grizz sambil sedikit membungkukkan badannya.


Para maid dan ketiga sahabat Alex begitu tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Grizz. Bahkan wajahnya begitu sangat ramah saat memperkenalkan diri walaupun statusnya sudah menjadi istri dari seorang Alex si Raja Bisnis. Para maid tak enak hati jika ada majikannya sampai membungkukkan badannya.


Apalagi mendengar ucapan Grizz yang menjadikan mereka maid. Sedari di mansion hingga tinggal di villa, Grizz selalu memperlakukan maid dan bodyguard seperti kakak bahkan pamannya sendiri. Tak ada perbedaan menurut Grizz karena mereka sama-sama manusia.


"Kalian bisa siapkan makan siang kami" ucap Josh setelah sadar dari rasa terkejutnya.


Para maid segera membubarkan diri kemudian Grizz langsung mengikuti mereka kearah dapur. Josh yang melihat itu langsung menarik tangan Grizz membawanya duduk kembali di ruang tamu.


"Nggak usah ikut masak. Kalian ini tamuku, masa tamu mau masak" cegah Josh.


"Ish... Kak Josh nggak asyik. Suka-suka Grizz dong" kesal Grizz sambil memelototkan matanya.


Grizz yang memang sudah terbiasa membantu maid memasak pun tak bisa kalau hanya diam saja. Apalagi dia begitu aktif kalau sudah nyaman dengan sesuatu.


"Grizz disini dulu, hari ini istirahat buat masaknya. Masak besok saja kalau mau membantu. Jadinya kamu mau kan tinggal disini untuk sementara waktu?" tanya Alex menegur istrinya itu.


"Tapi Grizz nggak mau kalau duduk di luar rumah ini. Seram... Didalam aja maunya" ucap Grizz sedikit bergidik ngeri.


Alex hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Lagi pula untuk apa mereka berada di luar kalau fasilitas di dalam rumah saja sudah lengkap. Akhirnya mereka masuk dalam kamar masing-masing yang sudah disiapkan oleh Josh.

__ADS_1


__ADS_2