
Grizz, Dara, dan Erga menatap keempat mobil yang masuk halaman villa. Salah satu dari keempat mobil itu sangat ia kenali karena merupakan milik dari suaminya sendiri. Ketiganya menghentikan kegiatannya kemudian menatap keempat mobil itu sampai pemiliknya turun.
"Kak Alex..." seru Grizz yang mendapati suaminya turun dari mobilnya.
Bahkan kini Grizz langsung melempar asal selang air yang ada digenggamannya. Ia segera saja berlari kecil menuju Alex dengan langkah begitu cerianya. Bahkan pipinya yang gembul itu tampak bergoyang-goyang membuat orang-orang disana hanya bisa memekik gemas.
Alex yang mendengar panggilan untuk dirinya pun langsung saja mengalihkan pandangannya. Ia melihat Grizz yang tengah berlari kearahnya pun dengan sigap membuka kedua tangannya. Grizz langsung saja melompat dengan jarak lumayan jauh kearah Alex. Beruntung sekali Alex dapat menangkapnya, kalau tidak pasti gadis itu sudah jatuh dan menangis.
"Jangan lari-lari atau melompat seperti tadi" kesal Alex dengan menyentil kening istrinya itu.
Grizz mengusap keningnya yang disentil oleh Alex itu dengan mengerucutkan bibirnya. Namun ia tetap saja tak menggubris teguran dari Alex. Bahkan kini Grizz lebih memilih mengalungkan kedua tangannya pada leher Alex kemudian menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya.
Alex hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Grizz yang terlalu aktif bahkan ceroboh seperti ini. Sudah berulangkali dirinya menasihati dan menegur istrinya agar tak lari-larian namun tetap saja dilakukan. Sedangkan ketiga teman Alex yang sudah turun dari mobilnya hanya bisa melongo tak percaya.
Alex yang notabene seorang laki-laki datar dan pendiam ternyata memiliki seorang istri yang tingkahnya sangat aktif bahkan begitu ceria. Jangan lupa tingkah polosnya yang masih seperti remaja SMA membuat mereka benar-benar tak habis pikir dengan Alex yang menentukan pilihannya pada gadis itu.
"Kenalan dulu sama sahabatku" ucap Alex memberitahu istrinya bahwa disini ada sahabatnya.
Grizz pun langsung menegakkan kepalanya kemudian melihat ketiga sahabat Alex yang berada dibelakang suaminya itu. Cengiran lucu ditampilkan Grizz membuat ketiganya melongo tak percaya. Ketiganya berasa melihat seorang boneka hidup bahkan pipinya itu melambai-lambai seakan ingin dicubit. Ketiganya yang biasanya hanya berekspresi datar kini malah menampilkan senyum tipisnya.
"Halo... Aku istri kak Alex, namanya Grizz" ucap Grizz memperkenalkan diri sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Astaga... Dia istrinya monster?" ucap Josh masih menatap tak percaya.
Nando dan Nicho langsung saja menjitak kepala Josh saat mendengar ucapan dari Grizz. Padahal Grizz sendiri tak tahu apa pekerjaan dari Alex di luar sebagai CEO, namun Josh malah memberi teka-teki pada gadis polos itu. Alex sudah memejamkan matanya karena kesal dengan ucapan sahabatnya itu.
Padahal sahabatnya itu jarang berbicara bahkan malas berekspresi, namun lihatlah saat ini ketiganya malah menampilkan raut wajah berbeda. Grizz yang mendengar kata asing pun langsung saja memberontak ingin turun dari gendongan Alex. Alex langsung menurunkannya sehingga Grizz kini sudah berhadapan dengan ketiga sahabatnya.
"Kak Alex bukan monster..." seru Grizz tak terima bahkan kini matanya melotot tajam kearah ketiganya.
Ternyata Grizz membela Alex karena dikatakan monster oleh ketiga sahabatnya itu. Sedangkan ketiga sahabat Alex mengaku salut pada keberanian Grizz yang kini memarahi mereka. Selama ini tak pernah ada yang berani memarahi ketiganya terlebih semua tahu jika mereka merupakan orang-orang yang bekerja di dunia bawah.
"Kalau bukan monster, lalu apa?" tanya Nicho penasaran bahkan ekspresi wajahnya seperti orang yang begitu polos.
"Dia adalah suami Grizz yang paling aku sayangi" seru Grizz dengan bangganya.
"Bucin..." seru ketiganya secara bersamaan.
"Lho... Terserah Grizz dong. Dasar jomblo, iri ya..." ucap Grizz meledek ketiganya.
Bahkan kini Grizz langsung menarik tangan suaminya agar masuk ke dalam villa. Sedangkan Erga dan Dara memang sudah memilih pergi saat melihat yang turun adalah Alex. Astaga... Ketiga sahabat Alex saat ini pikirannya masih linglung setelah melihat pemandangan didepannya.
Terlebih melihat Grizz yang tak takut pada ketiganya bahkan dengan berani meledeknya. Rasanya mereka begitu bahagia ada seseorang yang tak takut dengan tatapan tajam ketiganya. Biasanya orang-orang yang ada didekat mereka selalu menunjuk saat berpapasan dengan ketiganya, namun Grizz tidak sama sekali.
__ADS_1
"Sepertinya kita sudah dihipnotis sama istri Alex sampai tak bisa menilainya seperti biasa" ucap Nicho.
"Iya, bahkan kita bisa bicara banyak dan menampilkan ekspresi kesal" ucap Josh menambahi.
"Pilihan yang tepat" gumam ketiganya bersamaan.
Baru kali ini mereka bisa merasakan sebuah ketulusan hanya dengan perlakuan bahkan ucapan. Bagi mereka, pesona Grizz sungguh lah berbeda dari gadis-gadis lainnya. Mereka berpikir istri dari Alex ini adalah seorang model yang fashionable atau dengan kehidupan sosialitanya. Namun saat melihat secara langsung saja berbeda jauh dengan apa yang dipikirkan.
Bahkan mereka tadi saat di mobil sudah memberi kode lewat ponsel akan mengintimidasi Grizz karena yakin kalau istri Alex itu hanya memanfaatkan kekayaan suaminya saja. Namun pada faktanya mereka malah linglung setelah melihat Grizz dan semua rencana yang disusun buyar semua.
Selama Alex mengabari tentang akan menikah, ketiganya memang sedang tak bisa ikut campur dengan pilihannya. Ada pekerjaan yang harus mereka urus di luar negeri sehingga tak sempat mencari tahu mengenai asal usul Grizz. Namun mereka percaya pada pilihan Alex terutama ada Luis dan Felix yang mendampingi.
Ketiganya segera saja berjalan masuk kedalam villa menyusul keduanya. Saat masuk villa itu, ternyata Alex tengah membersihkan diri kemudian mereka hanya disambut oleh maid. Ketiganya akan menunggu Alex di ruang tamu dengan ditemani oleh kopi.
***
"Ayo makan" teriak Grizz.
Suara Grizz yang begitu menggelegar itu pun membuat ketiga sahabat Alex yang sedang berbincang dengan suaminya hanya bisa mengelus dadanya sabar. Ketiganya secara bersamaan langsung mengelus dadanya sabar karena disini ternyata penuh dengan kejutan.
"Bisa sakit jantung di usia muda kalau disini lama-lama" ucap Josh sambil menghela nafasnya.
__ADS_1
Alex menahan tawanya bahkan kini langsung berdiri meninggalkan ketiganya yang masih terkejut. Akhirnya ketiganya mengikuti Alex dari belakang menuju ruang makan untuk makan malam bersama. Namun lagi-lagi ketiganya tercengang melihat apa yang ada didepannya. Sungguh perubahan dalam kehidupan Alex kini juga mereka rasakan.
"Astaga... Jika ini mimpi, tolong bangunkan lah aku segera Tuhan" ucap Josh sambil memejamkan matanya.