
Grizz terbangun dengan bibir mengerucut kesal. Bahkan kini matanya berkaca-kaca karena badannya sakit semua gara-gara ulah suaminya itu. Matanya juga masih lengket karena baru tertidur saat ayam sudah berkokok. Setelah melakukan ritual bersama sang suami, bahkan Grizz langsung membersihkan dirinya dibantu dengan Alex.
Setelahnya, ia langsung tidur sedangkan suaminya harus berangkat bekerja. Ia juga tak sempat menyiapkan perlengkapan suaminya untuk bekerja karena badannya sudah sangat letih. Dan saat siang hari ini, Grizz baru bangun dari tidurnya.
"Gara-gara Kak Alex ini. Grizz nggak mau lagi buat adek bayi. Sakit..." kesal Grizz mendumal.
Karena malas untuk turun dari kasurnya, akhirnya Grizz hanya rebahan diatas ranjang. Ia merasa lapar namun malas untuk pergi ke ruang makan. Apalagi badannya masih pegal dan terasa sakit, sehingga memilih untuk mengambil ponsel yang ada di atas nakasnya. Grizz menghubungi Dara agar membawakannya makanan ke dalam kamarnya.
"Dara, Grizz yang cantik lapar tapi nggak mau turun dari kasur. Buruan bawain Grizz makanan, minuman, dan buah ya" seru Grizz beebicara dengan orang yang ada di seberang sana.
Setelahnya Grizz langsung mematikan panggilannya dan terkekeh geli. Grizz yakin kalau Dara sekarang sedang mengomelinya panjang lebar. Namun ia merasa cuek saja, asalkan makanan dan minuman tersedia dalam kamarnya. Tak berapa lama, pintu kamar dibuka oleh seseorang tanpa mengetuk pintu.
"Dikira gue pembantu apa? Nih makanan loe" kesal Dara yang kemudian meletakkan nampan berisi pesanan Grizz itu diatas meja.
"Kenapa ditaruh situ? Sini aja. Grizz lagi mager nih turun dari kasur" protes Grizz membuat Dara menatapnya sinis.
Kini bukannya malah menuruti apa yang diucapkan oleh Grizz, Dara malah mendekat kearah sahabatnya itu kemudian matanya menatap dengan tatapan menelisik. Dara melihat ada sesuatu yang berbeda pada tubuh Grizz bahkan wajahnya pun terlihat sayu, seperti kurang tidur.
Sedangkan Grizz malah menatap aneh pada Dara yang kini memandangnya begitu intens. Grizz lebih memilih memikirkan bagaimana agar makanan yang ada di atas meja itu kini berada dalam pangkuannya. Ia sudah lapar, namun Dara yang menyebalkan itu tak mau memberinya makanan.
"Dara, itu makanannya dong. Grizz sudah keburu lapar" kesal Grizz yang membuat Dara langsung membulatkan matanya.
__ADS_1
Bukan karena terkejut dengan teriakan dari Grizz, namun akibat melihat sesuatu yang mengganjal. Dara berulangkali melihat pada bagian leher Grizz yang terlihat banyak merah-merahnya. Mata Dara membulat karena paham dengan tanda apa yang ada pada leher sahabatnya itu.
"Grizz, kamu semalam buat dedek bayi?" tanya Dara dengan frontalnya.
"Kok Dara tahu? Dara ngintip ya semalam" seru Grizz yang langsung menuduh sahabatnya itu.
Bahkan kini Grizz langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Ia berpikir kalau semalam Dara tengah mengintipnya saat membuat dedek bayi bersama dengan Alex. Bahkan matanya langsung menyipit seakan mencurigai Dara.
Dara langsung saja menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia tak terima dituduh Grizz seperti itu apalagi sampai mengintip adegan yang membuat matanya tak suci lagi. Bahkan kini Dara terlihat salah tingkah kemudian berjalan mengambil makanan yang ada diatas meja.
"Nih makan. Biar otak kamu yang suka menuduh sembarangan itu lebih tercerahkan" ketus Dara sambil meletakkan makanan yang ada pada nampan ke atas pangkuan Grizz.
Melihat makanan yang sudah ada di atas pangkuannya, membuat Grizz lupa akan tuduhan pada Dara. Bahkan kini Grizz langsung melahap semua makanan yang ada didepannya itu tanpa menghiraukan Dara. Sedangkan Dara memilih duduk di kursi sofa yang ada di kamar itu.
Dara yang mendengar ucapan Grizz itu tentu sudah paham dengan apa yang dilakukan pasangan suami istri itu semalam. Bahkan bekasnya yang merah-merah itu terlihat jelas pada leher Grizz. Mungkin gadis yang sudah menjadi wanita itu tidak menyadari adanya bekas yang ada di lehernya itu.
"Habiskan dulu, Grizz. Baru nanti ngocehnya" ucap Dara menegur membuat Grizz menganggukkan kepalanya mengerti.
***
Grizz telah selesai dengan sarapan pagi yang digabung dengan makan siangnya itu. Semua bekas piring, sendok, dan gelas sudah diambil oleh salah satu maid. Sedangkan Dara masih berada dalam kamar itu karena dilarang keluar oleh Grizz.
__ADS_1
"Grizz, kamu sadar nggak di leher kamu ada apanya?" tanya Dara sambil menunjuk pada leher sahabatnya itu.
Grizz yang mendengar hal itu langsung saja meraba area lehernya. Ia merasa tak ada yang aneh mengenai lehernya, hanya saja terasa sedikit perih. Dara yang melihat hal itu pun langsung saja mengambil sebuah cermin kecil yang ada di atas meja rias Grizz. Dara segera saja melemparkan cermin kecil itu di atas pangkuan Grizz.
"Coba liha pakai itu" titah Dara.
Grizz pun langsung mengambil cermin kecil itu kemudian mengarahkannya pada lehernya. Matanya membulat tak percaya saat melihat banyaknya bercak merah di leher juga atas dadanya.Terlihat sekali kalau Grizz panik dan ingin menggaruknya membuat Dara langsung memegang tangan sahabatnya itu.
"Jangan digaruk. Nanti malah luka lho" tegurnya.
"Ish... Ini gara-gara Kak Alex yang gigitin nih. Pasti kena giginya, lagian napa sih Kak Alex gigitin ininya Grizz" kesal Grizz sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
Dara hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena bingung bagaimana menjelaskannya. Ia belum menikah sehingga bingung juga harus seperti apa dalam menanggapi hal ini. Lagi pula Grizz harusnya jauh lebih paham karena sudah merasakannya.
"Nanti kalau Kak Alex sudah pulang, coba tanya. Ini biar nggak kelihatan, Grizz pakai saja baju yang berkerah tinggi" ucap Dara memberi saran.
"Grizz nggak mau keluar dari kamar. Biarin aja udah di kamar terus" kesal Grizz yang langsung menarik selimutnya kemudian merebahkan dirinya kembali ke atas kasur.
Dara hanya bisa menghela nafasnya pasrah kemudian berjalan pergi keluar dari kamar Grizz. Sedangkan Grizz sendiri masih mendumel dan mengumpati Alex gara-gara bekas yang ada pada lehernya.
"Awas aja nanti kalau pulang. Bakalan Grizz cuekin karena udah ambil darah di leher Grizz kaya vampir. Mana timbul bekasnya lagi, Grizz jadi nggak cantik lagi" gerutunya sambil terus menghela nafasnya kesal.
__ADS_1
Grizz pun kini memilih menutup matanya seraya berharap kalau nanti saat bangun akan ada Alex disini. Tentunya dengan adanya Alex, membuat Grizz bisa meluapkan kekesalannya. Apalagi tadi Dara sudah melihat semua bekas yang ada pada lehernya. Ia tak terima dan tak mau lagi membuat adek bayi seperti yang dikatakan oleh suaminya itu.