Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Pertolongan


__ADS_3

"Mending kita sekap saja dia di dalam mansion ini sampai dia mati. Jangan lupa untuk videokan apa yang ada di dalam mansion ini. Pasti dengan itu si bos bisa langsung menghabisi nyawa Alex" ucap salah satu diantara mereka sambil tertawa sinis.


Bahkan mereka sama sekali tak mengetahui tentang banyaknya jebakan yang dipasang oleh Alex di mansion ini. Walaupun sudah tak ditinggali, namun Alex sama sekali tidak menghilangkan semua jebakan rahasianya. Grizz yang mendengar hal itu merasa ketakutan.


Ia mempunyai trauma pada mansion ini yang pasti akan membuatnya susah bernafas. Apalagi jika melihat lift yang dulunya pernah membuat ia trauma. Kini Grizz hanya bisa pasrah karena sedari tadi ia belum menemukan cara untuk menyelamatkan diri. Pasalnya sinyal yang dikirimnya kini sama sekali belum ada respons.


"Benar juga katamu. Kita kurung saja dia di gudang mansion ini yang gelap. Paling satu bulan saja sudah mati" ucap rekannya sambil tertawa.


Mereka bertiga segera saja berjalan mendekat kearah Grizz yang masih melihat kearah sekitar. Melihat disampingnya ada batu dan juga pasir yang sepertinya bekas dari perbaikan jalan, Grizz segera mengambilnya kemudian melemparkannya tepat pada wajah mereka.


Byukkk...


Arrrghhh...


Sialan...


Ketiganya mengerang kesakitan sambil mencoba menghilangkan pasir yang masuk dalam matanya. Mereka tadi tak sempat melihat kearah Grizz yang mengambil pasir karena sibuk tertawa dengan rencana dan khayalannya. Mereka kini geram bukan main karena matanya terasa sangat perih.


"Rasain. Nakal sih sama Grizz" ledek Grizz yang langsung saja berlari untuk pergi dari ketiga orang jahat itu.


Bahkan Grizz berlari dengan begitu kencangnya. Ia tak tahu arah jalan pulang ke rumah Josh, namun kakinya dengan sekuat tenaga segera mencari pertolongan. Ia sangat tahu kalau area mansion Alex ini begitu sepi dan jarang ada yang lewat. Bahkan rumah penduduk pun sangat jauh, membuat Grizz sebisa mungkin mencari warga yang lewat.

__ADS_1


"Tuhan, tolong Grizz. Grizz belum mau mati lho ini. Masih belum lihat Kak Rey menikah dan Kak Alex bahagia" gumam Grizz yang berlari sambil melihat kearah belakang.


Ia khawatir kalau sampai ada yang berhasil mengejar dan mengikutinya. Terlebih ketiganya memakai mobil yang pasti jalannya cepat. Sungguh raut wajah Grizz begitu panik dan matanya sudah berkaca-kaca. Ia sangat ketakutan dengan terus memencet beberapa tombol dalam gelengnya.


***


"Kok perasaanku nggak enak gini? Ini sudah jam berapa? Kok Grizz belum ada kabar sama sekali" gumam Alex yang tengah duduk di kursi kebesarannya.


Alex memang sedang berada di ruangan kantornya sendirian. Sedangkan Luis dan Felix ada di ruang sebelah yang berdampingan dengan ruangannya. Mereka juga sedang sibuk dengan beberapa masalah yang ada. Alex sendiri sedari tadi sedang menyelesaikan beberapa agenda rapat tahunan dan laporan keuangan yang tiada beresnya.


Setelah selesai dengan laporang keuangan perusahaannya, segera saja Alex membuka ponselnya. Ternyata di sana sama sekali tak ada laporan dari anak buahnya tentang kembalinya Grizz. Padahal Tuan Grey sudah menghubunginya sejak kemarin malam mengenai Grizz yang telah terbang kembali ke negara ini. Seharusnya gadis itu sudah sampai sekitar 3 jam yang lalu.


Brakk...


"Gawat, Lex. Grizz hilang dari Bandara. Grizz mengirim sinyal bahaya dari gelangnya barusan. Setelah diperiksa Felix, ternyata Grizz kini berada di mansion lamamu. Dia dibawa oleh tiga orang anggota dunia bawah yang menyamar jadi anak buahmu" seru Luis dengan cepat.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Luis itu membuat Alex langsung berdiri dari kursi kebesarannya. Alex khawatir kalau sampai Grizz kenapa-napa sehingga segera saja berlari keluar dari ruangannya. Luis pun segera mengikuti atasannya itu untuk membantu menyelamatkan Grizz.


"Suruh Felix menerjunkan anak buahku dan Josh. Jangan lupa bawa senjata lengkap karena aku yakin kalau orang-orang itu sebenarnya mengincar kehancuranku. Jangan lupa kirim lokasi dimana Grizz berada saat ini" ucap Alex membuat Luis menganggukkan kepalanya mengerti.


Luis segera menghubungi Felix untuk meminta dia melakukan tugasnya dengan cepat. Sedangkan Luis segera mencari keberadaan Grizz melalui ponselnya. CCTV sekitar jalanan mansion dan sinyal yang ada pada gelang tangan Grizz akan menjadi petunjuknya.

__ADS_1


Kini Alex segera saja masuk mobil dan mengemudikannya dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Luis duduk di samping Alex dengan tatapan mata yang fokus pada ponselnya. Luis yang nantinya akan mengarahkan Alex untuk mencari keberadaan Grizz.


"Grizz masih berada tak jauh dari mansion. Sepertinya ia tengah berlari menghindar dari kejaran orang-orang itu dengan mencari warga sekitar" ucap Luis.


Alex hanya menganggukkan kepalanya dan terus memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Jarak kantor dan mansion lamanya lumayan jauh membuatnya sedikit kalap. Luis yang berada di sampingnya pun hanya bisa pasrah saja dengan apa yang dilakukan oleh Alex itu.


"Bagaimana dengan orang yang mengejar?" tanya Alex dengan tatapan penasarannya.


"Kalau dari CCTV mansion, mereka sudah pergi menaiki mobilnya untuk mengejar Nona Grizz. Padahal tadi Nona Grizz sudah melempar pasir dan batu kearah wajah mereka bertiga" ucap Luis memberi laporan.


Alex salut dengan keberanian Grizz. Walaupun mungkin caranya terlihat kekanak-kanakan, namun Grizz sudah punya keberanian untuk melawan. Alex harus segera sampai agar Grizz tidak lagi dikejar-kejar oleh mereka. Ia harus menyelamatkan istrinya dengan segera.


"Itu Nona Grizz..." seru Luis sambil menunjuk kearah seorang perempuan yang tengah berlari.


Terlihat sekali kalau wajahnya begitu ketakutan dengan keringat yang terus mengalir pada dahinya. Sekitar 200 meter dari Grizz, ada sebuah mobil yang mengejarnya. Alex segera menepikan mobilnya dengan cepat dan membuka kaca kendaraannya.


"Sayang, buruan naik" seru Alex saat sudah berada di samping Grizz.


"Ini beneran Kak Alex kan? Grizz nggak suka ya dibohongi. Apalagi ada yang nyamar" seru Grizz yang langsung waspada.


Grizz bahkan memundurkan langkahnya saat melihat kehadiran Alex dan Luis yang menatapnya kasihan juga menyesal. Mereka berdua begitu iba karena melihat Grizz harus berada dalam lingkungan yang membahayakan. Sedangkan keduanya juga menyesal tak bisa menjaga Grizz dengan baik.

__ADS_1


"Iya, ini kami. Lihat, kami tak punya topeng" ucap Luis sambil menggaruk area samping wajahnya untuk membuktikan ucapannya.


Grizz yang yakin kalau itu adalah suami dan asistennya pun buru-buru masuk dalam mobil. Grizz duduk di kursi penumpang dan menyandarkan kepalanya. Grizz menghela nafasnya lega karena ia kini sudah mendapatkan pertolongan dari orang terdekatnya.


__ADS_2