Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Terkejut


__ADS_3

"Kamu beneran akan menikah dengan Tuan Alex? Jadi kamu calon istrinya?" heboh Dara.


Grizz telah menceritakan semuanya berikut dengan kehidupannya yang kelam dan akan menikah dengan Alex sebagai pelunas hutang ayah kandungnya. Dan kini Dara begitu terkejut mendengar apa yang diceritakan oleh sahabatnya itu, terutama Grizz yang akan segera menikah dengan Alex si raja bisnis. Dia sedikit takut jika nantinya Grizz akan disakiti oleh Alex yang notabene selalu kejam pada semua orang.


"Iya Dara, setelah lulus sekolah nanti Grizz akan menikah dengan tuan Alex. Grizz nggak mengharapkan apa-apa sih dari pernikahan ini, pasalnya aku kan hanya sebagai pelunas hutang ayahku. Jadi jika nanti aku ditinggal pergi tiba-tiba atau dibuang, aku terima" ucap Grizz tersenyum miris.


Dara tak menyangka dibalik kepolosan dan kecantikan seorang Grizz ternyata dia mengalami kepahitan dalam hidupnya. Dijual seperti barang bahkan disakiti bagaikan bukan anak kandung. Kalau dirinya berada di posisi itu kemungkinan dia akan langsung menyerah begitu saja.


"Kamu harus hati-hati, pasalnya tuan Alex itu kejam kalau sama orang yang mengusiknya. Kamu harus nurut biar nggak digantung dibawah pohon cabai" peringat Dara asal.


Grizz yang teramat polos pun hanya menganggukkan kepalanya tanpa tahu jika Dara sebenarnya hanya asal bicara. Bahkan tubuhnya bergidik ngeri membayangkan bagaimana rasanya jika kejadian yang diucapkan oleh Dara itu benar-benar terjadi. Tanpa keduanya sadari, manusia kalau digantung dibawah pohon cabai pun takkan bisa mati.


"Selama ini tuan Alex dan tuan Luis baik sama Grizz, buktinya biayain aku sekolah disini" ucapnya dengan senyuman cerianya memuji kebaikan mereka agar Dara tak terlalu khawatir.


"Walaupun dia baik, tapi kamu harus tetap hati-hati. Mulai sekarang kamu nggak boleh percaya atau ikut sama orang yang tak dikenal karena khawatirnya itu adalah musuh tuan Alex yang menargetkan kamu. Kamu harus tahu kalau kekuasaan dari calon suamimu itu bisa saja membahayakan nyawa kamu" ucap Dara serius.


Lagi-lagi Grizz menganggukkan kepalanya mengerti walaupun nantinya akan dilakukan olehnya apa tidak. Tiba-tiba saja Grizz menurunkan kaos kaki panjang selututnya itu ke bawah dan terlihatlah beberapa bekas luka lebam dan sundutan rokok yang masih berbekas disana.


"Dara, lihat nggak luka ini?" Ucap Grizz sambil menatap sendu kearah Dara dengan menunjuk kearah kakinya sendiri.


Dara melihat kearah yang ditunjuk oleh Grizz, kedua matanya membulat bahkan tangannya langsung mengelus luka yang ada di kaki sahabatnya. Pantas saja sahabatnya ini selalu menggunakan kaos kaki panjang sampai sebatas lutut ternyata untuk menyembunyikan bekas lukanya.

__ADS_1


"Ini sakit?" Tanya Dara sambil mengelus lembut kaki Grizz.


Grizz menggelengkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca. Tangannya segera menunjuk kearah dadanya sambil menepuk-nepuknya pelan. Grizz menatap Dara dengan tatapan terlukanya.


"Yang sakit bukanlah kaki Grizz, Dara. Tapi hati ini, sakit Dara sakit..." lirih Grizz yang kemudian memeluk sahabatnya itu.


"Luka di kaki ini nggak sebanding dengan rasa sakit di hati Grizz. Kenapa ayah kandungku memperlakukanku seperti binatang Dara? Bahkan binatang pun tahu jika harus melindungi anaknya" racaunya.


Mata Dara sampai berkaca-kaca mendengar racauan dari Grizz. Ia tak menyangka gadis seceria ini menyembunyikan luka dan trauma yang begitu dalam di hatinya. Dara terus mengelus lembut punggung Grizz yang bergetar dengan lembut.


"Aku ingin bahagia, Dara" lanjutnya sambil menangis.


Dara begitu tak tega mendengar cerita kehidupan Grizz yang begitu menyakitkan. Yang bisa ia lakukan sekarang adalah menemani sahabatnya ini agar meringankan sedikit bebannya. Dara juga berjanji dalam hatinya kalau dia akan membalas rasa sakit sahabatnya ini kepada orang-orang di masa lalunya. Ia tak terima sahabatnya diperlakukan tak manusiawi seperti ini.


Bahkan Dara melepaskan pelukannya pada sang sahabat kemudian menatap Grizz yang wajahnya terlihat kacau. Rambut basah dan berantakan, mata sembab, hidung juga pipi yang memerah karena menangis. Bukannya merasa kasihan, namun wajah Grizz membuat Dara semakin gemas saja.


"Semangat Grizz, ayo kita hadapi dunia yang kejam ini dengan senyuman" teriak Dara sambil mengepalkan kedua tangannya keatas.


"Semangat Dara" seru Grizz yang langsung menghapus air mata yang jatuh pada kedua pipinya.


Nasihat dari Dara membuat semangat hidup Grizz bangkit lagi. Benar kata Dara jika kini ia mempunyai sahabat dan orang-orang yang akan selalu menemaninya di kala sedih maupun senang, ia tak boleh larut dalam luka masa lalunya.

__ADS_1


***


"Astaga Dara... Kita bolos pelajaran. Nanti kalau dimarahin guru pokonya Dara yang salah" seru Grizz saat tersadar kemudian menyalahkan sahabatnya itu.


Setelah acara tangis-tangisan dan curhatan itu, Grizz tersadar jika ia kini tengah bolos sekolah. Terlalu terlena dengan suasana di belakang sekolah yang sejuk dan membuatnya nyaman sampai Grizz melupakan tujuannya berangkat sekolah hari ini. Padahal saat awal mau berangkat sekolah ia begitu semangat untuk belajar.


Grizz terlihat begitu panik bahkan ketakutan karena ia takut dihukum jika ketahuan membolos. Sedangkan Dara dengan santainya duduk kemudian mengeluarkan beberapa cemilan dari dalam tasnya. Ia acuh saja melihat sahabatnya panik dan malah terlihat tertawa melihat wajah Grizz. Walaupun sebenarnya ia kesal karena disalahkan oleh Grizz.


"Ish... Dara kenapa malah mau makan?" Kesalnya dengan menggembungkan kedua pipinya.


"Udah sih biarin aja sekali-sekali bolos. Kalau kamu mau masuk kelas ya sana biar nanti dimarahin sama miss gendut karena telat" ucap Dara menakut-nakuti Grizz.


Grizz bergidik ngeri mendengar Dara menyebutkan guru yang killer itu. Dia baru satu kali bertemu dengannya namun aura saat mengajarnya membuatnya ketakutan. Bahkan semua siswa selalu dibuat terpaksa fokus dengan caranya mengajar di kelas.


Akhirnya Grizz memilih untuk tetap duduk disamping Dara. Ia ikut memakan cemilan yang dibawa oleh Dara melupakan aktifitas yang seharusnya ia lakukan di sekolah. Lagi pula jika ia nanti dimarahi guru maka ia akan melaporkannya pada Alex. Beruntungnya sekarang namanya telah dikenal oleh semua orang karena dekat dengan Alex dan Luis kemarin sehingga tak ada yang berani mendekat padanya.


***


"Dara... Grizz... Kenapa kalian masih berada di halaman sekolah? Bukannya bel sudah berbunyi sedari tadi" seru seseorang dari arah belakang tubuh keduanya.


Saat sedang asyik makan, keduanya dikejutkan dengan seruan membahana yang membuat mereka terkejut. Sontak saja Dara dan Grizz bangun dari duduknya kemudian memberikan kode satu sama lain.

__ADS_1


"Kabur..." seru Dara sambil menarik tangan Grizz agar segera mengikutinya.


__ADS_2