
"Kalau gitu, biar Kak David saja yang balik ke luar negeri dan kerja di perusahaan. Kaya Kak Alex tuh yang suka bikin Kak Luis sibuk di perusahaan sedangkan dianya tidur di rumah" ucap Grizz dengan santainya.
Ketiga sahabat Alex menahan tawanya saat melihat wajah frustasi laki-laki itu. Terlebih Alex yang kegiatannya ternyata berdampak pada pikiran polos dari Grizz. Ia tak menyangka kalau Grizz begitu membenarkan tentang semua perilakunya yang sering menyuruh Luis menggantikan pekerjaannya.
"Pekerjaan kakak banyak, dek. Kasihan dong kalau David mengerjakan semuanya sendiri" ucap Tuan Grey memberi pengertian.
Tentunya Grizz langsung menatap kakak kandungnya itu dengan mata yang sedikit menyipit. Ia begitu kesal yang kemudian memalingkan wajahnya. Ia sebisa mungkin harus meyakinkan kakaknya agar tetap bersama dengan dirinya disini. Ia tak mau ditinggal oleh kakaknya itu. Baginya, 3 hari ini tak berasa kebersamaannya.
"Ish... Pokoknya Grizz ngambek kalau Kak Rey tetap pergi" ketus Grizz dengan memberi ancaman.
Bahkan kini Grizz langsung pergi dari gazebo dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal. Ia memang egois, namun semua ini ia lakukan demi kebahagiaannya sendiri. Kalau dulu Grizz selalu mengorbankan kebahagiaannya demi oranglain terlebih dahulu, sekarang ia tak mau.
Sedangkan Tuan Grey hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia merasa kalau adiknya ini tengah mencari perhatiannya dengan mengancamnya. Sedangkan yang lainnya hanya bisa menahan tawanya melihat wajah frustasi dari Tuan Grey. Tentunya Tuan Grey kini tengah pusing karena adiknya malah ngambek padanya.
"Kasih saja uang 200 ribu cash. Nggak akan bisa marah dia" ucap Nicho memberi usul.
"Iya, adikmu itu kan kalau lihat uang cash jadi mata duitan" ucap Nando menimpali sambil terkekeh geli.
Tuan Grey hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ide aneh yang dilontarkan oleh kedua sahabat Alex itu. Pasalnya kemarin ia sudah memberi adiknya itu kartu kredit dan ATM yang bisa digunakan Grizz sepuasnya. Namun respons Grizz kala itu hanya langsung menyimpannya dalam dompet tanpa mengucapkan apapun.
"Sudah aku kasih dia kartu kredit dan ATM padanya" ucap Tuan Grey dengan polosnya.
__ADS_1
Sepertinya Tuan Grey belum menyadari kalau adiknya itu sama sekali tidak menyukai tentang uang dalam bentuk kartu. Hal ini membuat Alex dan ketiga sahabatnya hanya bisa menahan tawanya. Terlebih Grizz itu sudah seperti buaya kalau sedang ngambek atau ngamuk.
"Dia itu nggak suka uang dalam bentu kartu, tuan. Lebih baik beri saja uang cash 50 ribu, dia sudah jingkrak-jingkrak" ucap Alex sambil terkekeh.
Ketiga sahabat Alex pun menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang diucapkan oleh laki-laki itu. Sedangkan Tuan Grey dan David tentunya hanya bisa melongo tak percaya. Bagi mereka, uang cash 50 ribu itu hanya untuk parkir. Itu pun mereka kebanyakan menggunakan kartu sebagai pembayarannya.
"David, ambil uang cash 10 juta ke ATM. Biar nanti aku berikan pada Grizz" ucap Tuan Grey memberi perintah pada asistennya.
David menganggukkan kepalanya kemudian pergi bersama dengan salah satu anak buah Alex. Sedangkan Tuan Grey memilih mencari adiknya untuk berbicara empat mata kepadanya. Alex dan ketiga sahabatnya segera membahas beberapa pekerjaan agar nanti malam bisa langsung melakukan transaksi.
***
"Grizz... Jangan gini lah sama kakak. Kak Rey itu niatnya baik lho, masa iya karyawan yang ada disana nanti dipecat semua karena pekerjaan terbengkalai atau perusahaan bangkrut" ucap Tuan Grey masih berusaha menjelaskan.
"Kak Rey nantinya setiap bulan akan menjenguk Grizz disini. Lalu kita jalan-jalan kemanapun Grizz mau" lanjutnya dengan mengiming-imingi sesuatu.
Grizz yang mendengar hal itu sedikit melirik kearah kakaknya. Tuan Grey yang melihatnya langsung saja tersenyum penuh kemenangan. Walaupun sebenarnya agak ribet harus bolak-balik, namun ini demi adiknya. Ia tak apa harus kecapekan karena menjenguk adiknya daripada tak bisa bertemu dengannya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh kakaknya, Grizz segera memalingkan wajahnya kearah Tuan Grey. Akhirnya Grizz menganggukkan kepalanya setuju. Yang paling memberatkannya adalah saat Tuan Grey bilang kalau ia tak tahu kapan akan kesini lagi. Itu yang Grizz tak sukai karena dia ingin sekali kalau kakaknya itu sering datang.
"Pokoknya kalau waktu sebulan Kak Rey nggak datang-datang kesini, bakalan Grizz susulin kesana. Grizz juga mau dong luar negeri itu seperti apa" ucap Grizz disertai sebuah ancaman.
__ADS_1
"Siap... Kalau kamu mau kesana harus sama suamimu ya" ucap Tuan Grey memberi peringatan.
Grizz hanya menganggukkan kepalanya kemudian memeluk kakaknya dengan erat. Tiba-tiba saja David datang dengan membawa sebuah amplop berwarna cokelat kemudian meletakkannya diatas meja. David juga langsung pergi tanpa mengucapkan apapun membuat Grizz kebingungan.
"Kak David kenapa tuh?" tanyanya sambil melepaskan pelukannya.
"Ini buat kamu" ucap Tuan Grey sambil menyerahkan amplop itu tanpa menjawab pertanyaan Grizz.
Grizz menerimanya bahkan langsung membuka amplop cokelat itu dengan cepat. Mata Grizz membulat sempurna saat melihat apa yang ada didalam amplop itu. Tentunya Grizz merasa senang karena didalam amplop cokelat itu ada uang cash yang bisa ia masukkan dalam celengan kelincinya.
"Wah... Banyak sekali" ucap Grizz dengan mata yang berbinar cerah.
"Setiap bulannya, Kak Rey bakalan kasih uang Grizz secara cash kaya gini" ucap Tuan Grey.
Bukannya tak percaya dengan Alex dan yang lainnya tak bisa membiayai adiknya, namun selama ini Tuan Grey belum menjalankan kewajibannya menafkahi Grizz. Sebagai ganti masa lalunya yang buruk, Tuan Grey akan berusaha menanggung uang jajan adiknya ini. Walaupun ini tak seberapa dengan uang yang ada di ATM nya, namun ternyata Grizz sudah senang.
"Wah... Terimakasih, Kak Rey. Grizz senang ini kalau lihat uang banyak begini" ucap Grizz bahagia.
Tuan Grey hanya bisa terkekeh geli mendengar apa yang diucapkan oleh Grizz. Hanya 10 juta, dibandingkan dengan uang yang ada pada dua kartu itu, tentu ini tak seberapa. Bahkan pendapatannya per hari saja sudah melebihi uang yang ada digenggaman Grizz. Beruntung adiknya itu tak suka belanja yang aneh-aneh seperti perempuan lainnya.
"Sama-sama, dek. Kalau kurang, bilang ya" ucap Tuan Grey.
__ADS_1
Grizz menganggukkan kepalanya tanpa melihat kearah kakaknya. Ia kini tengah menghitung lembaran uang yang ada disana. Hal itu malah membuat Tuan Grey terkekeh geli, padahal terlihat jelas kalau sudah ada tulisan nominalnya ditumpukan uang itu.