Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Tuduhan


__ADS_3

Alex berjalan keluar dari ruangan itu diikuti oleh semua orang yang ada disana setelah anggota Shadow Violet tak ada disana. Mereka akan menuju sebuah hutan yang sering dijadikan oleh seluruh penguasa dunia bawah untuk menyelesaikan masalah. Tak hanya dengan cara perdamaian karena bisa saja nanti disana akan ada pertumpahan darah begitu sengit.


Dengan dikawal oleh anak buah Alex dan Josh, mereka berbondong-bondong menuju ke hutan itu. Tak ada yang bisa lari dari kejadian ini karena anak buah Alex dan Josh begitu ketat melakukan penjagaan. Alex sudah memberitahu anak buahnya kalau nanti ada yang mau kabur langsung tangkap dan tembak saja.


"Kalau ada yang kabur, langsung tembak saja itu kepalanya" seru Alex membuat semua orang yang ada disana ketar-ketir.


Sepertinya karena takut kalau akan dihabisi saat itu juga, mereka lebih memilih menurut saja. Lagi pula kalau nanti mereka dihabisi di hutan, setidaknya bersama-sama dengan yang lainnya. Mungkin juga semua orang yang terlibat disana juga akan melawan. Melawan bersama-sama yang mungkin saja membuat Alex dan yang lainnta kuwalahan.


Setelah hampir 2 jam perjalanan, mereka sampai juga di hutan itu. Beruntungnya hutan itu tak dekat dengan rumah warga sekitar sehingga kedatangan mereka pada malam hari itu tak membuat kegaduhan. Lagi pula tadi jalanan kearah hutan sudah ditutup langsung oleh anak buah Alex.


Semuanya turun dari mobil bahkan kini terlihat semua orang tengah berkumpul di tengah-tengah hutan ini. Beberapa penguasa kelompoknya langsung saja mendekat kearah semua anak buahnya yang kebingungan. Tentu mereka bingung karena tiba-tiba digiring oleh seseorang hingga ke hutan yang jarang didatangi ini. Mereka seakan juga tak bisa melawan sama sekali.


"Malam ini, kita selesaikan semuanya. Saya tak mau ada yang sampai mengacaukan kehidupan di kota atau masyarakat biasa hari ini dan seterusnya" seru Alex yang berhadapan dengan kubu penguasa dunia bawah lainnya.

__ADS_1


Semua anak buah Alex dan sahabatnya ada di belakang laki-laki itu. Mereka menunggu kode dari Alex kapan penyerangan ini dilakukan. Tentunya semua ini tak hanya akan berakhir dengan perdamaian namun juga pertarungan. Mereka begitu yakin kalau pertumpahan malam ini akan menjadi saksi pertarungan terbesar sepanjang sejarah.


"Harusnya kau itu tak usah sok suci. Bukannya uang 1 M itu bisa dibuat untuk menyokong bisnis kita? Lagi pula kita hanya menangkap seorang cewek kemudian menyerahkannya pada laki-laki dan dapat duit. Bukannya selama ini kita juga sudah sering menculik seseorang dan menjualnya? Kok ini kayanya ribet sekali" teriak salah satu anggota lawan yang mengutarakan kebingungannya.


Walaupun Alex bukan orang suci, namun ia tak pernah sampai melakukan hal jahat seperti itu. Bahkan semua targetnya itu selalu orang-orang yang bersalah. Kalau orang-orang baik, takkan pernah Alex menjadikannya target karena baginya orang jahat harus ia tumpas habis. Walaupun sebenarnya ia lebih dari seorang penjahat sekalipun.


"Coba kamu cek siapa saja orang yang ku culik. Dia orang yang korupsi dan merugikan negara, mereka juga yang suka mempermainkan wanita. Tak pernah aku menculik seseorang karena disuruh dan mendapatkan bayaran. Kalian nggak tahu kalau gadis yang jadi target kalian untuk culik itu sangat berarti untuk seseorang" ucap Alex dengan nada sedikit melemah di akhir kalimatnya.


Bahkan Alex menghela nafasnya gusar sedari tadi. Ia masih belum bisa membayangkan bagaimana hidupnya jika tanpa kehadiran Grizz itu. Ia masih berpikiran tentang Grizz yang diculik hanya dengan iming-iming uang dari Neo dan dia tak dapat membantunya. Dia mengetahui bagaimana kejamnya anggota dunia bawah itu sehingga tak mengenal kata kasihan.


"Hentikan semua ini. Sebelum penguasa dunia bawah yang sebenarnya hadir di tengah-tengah kita. Kalian pasti tahu apa dampaknya? Kita semua akan langsung dihabisi, entah yang bersalah atau tidak. Jangan main-main dengannya kalau tak ingin kita semua habis" ucap Josh.


"Kalian sudah tahu kan bagaimana kejamnya dia kalau sampai hadir disini? Lagi pula dunia bawah berbeda dengan masyarakat biasa. Kita harus selektif dalam memilih pekerjaan, jangan gunakan otot untuk hal yang membuat ricuh dunia mereka" ucap Nando.

__ADS_1


"Sekarang pilih, kita damai dan tak mengusik lagi kehidupan mereka atau kita mati konyol disini? Lagi pula kalian harusnya ingat dengan perjanjian kita dengan penguasa dunia bawah. Kita hadir disini untuk melindungi masyarakat biasa dari penguasa-penguasa yang suka main kotor, bukan mengusiknya" ucap Nicho menimpali ucapan kedua sahabatnya.


Mereka sudah tak bisa berkutik lagi terlebih memang perjanjian itu nyata adanya. Mereka bahkan sudah mencampurkan tetesan darah diatas kaca sebagai pertanda setuju dengan perjanjian itu. Kalau sampai ada yang mengingkarinya, sudah pasti penguasa dunia bawah yang sebenarnya akan turun tangan. Membayangkannya saja sudah membuat mereka bergidik ngeri.


"Tidak, kami masih mau merebutkan uang 1 M itu. Walaupun itu nanti akan menghancurkan posisi kita di dunia bawah. Lagi pula selama ini kita juga tak mendapatkan apa-apa di dunia bawah ini" ucap salah satu anggota dunia bawah dengan beraninya.


"Kalau kau tak mendapatkan apa-apa dari pekerjaaanmu di dunia bawah, silahkan itu tanyakan pada ketua kelompokmu. Kau tahu kan, setiap bisnis yang kita jalankan bersama itu keuntungannya selalu kami transfer ke rekeningnya. Bahkan setiap kelompok selalu kita bagi rata walaupun tak bekerja sekalipun" ucap Alex geram.


Tentunya ia tak terima kalau sampai ada yang tidak mendapatkan hasil dari bisnis yang mereka jalankan namun malah menyalahkan anak buahnya yang sudah mengelola dengan susah payah. Seharusnya mereka yang tinggal duduk manis itu, ikut bekerja atau hanya sekedar membantu dengan tenaganya. Anak buahnya sudah jujur mengirimkan bukti transfer, sekarang tinggal ketua kelompok itu yang bertanggungjawab untuk membagikannya.


"Benar, kami hanya mendapat 500 ribu satu bulannya. Buat kirim istri dan anak saja tak cukup" kesal anggota lain menimpali.


"500 ribu? Setiap kelompok itu selalu kami bagi lebih dari 1 M setiap bulannya, masa iya per anggota hanya 500 ribu" tanya Nando dengan tatapan aneh.

__ADS_1


Tentunya ketua kelompok yang sepertinya terlibat dalam penggelapan dana ini wajahnya langsung saja pucat pasi. Bahkan semua anggotanya langsung menatap ketua kelompoknya dengan tatapan meminta penjelasan. Ternyata mereka semua memilih untuk mengambil atau ikut sayembara 1 M itu karena tak adanya keterbukaan hasil dari bisnis yang dijalankan. Kebutuhan yang semakin mendesak membuat mereka lebih memilih melakukan ini.


__ADS_2