Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Bahagia


__ADS_3

"Dara, akhirnya Grizz bakalan ikutan kuliah juga lho" seru Grizz saat melihat sahabatnya itu sedang duduk di gazebo halaman belakang rumah.


Tadi ia sudah mencari sahabatnya itu kemana-mana namun tak juga ketemu. Bagaimana tidak ketemu, Grizz hanya mencari lewat omelan dan teriakan saja. Bahkan ia hanya duduk di sofa ruang keluarga saja sambil berteriak. Maid yang beberapa kali lewat disana hanya bisa geleng-geleng kepala.


Mereka menatap Grizz dengan pandangan sulit diartikan, iya kalau Dara mendengar teriakan itu. Kalau tidak mendengar pasti hanya akan sia-sia saja suaranya itu dikeluarkan. Setelah itu ada maid yang mendekati kemudian memberitahu jika Dara di gazebo halaman belakang rumah.


"Kuliah dimana?" tanya Dara dengan penasaran.


Bahkan Dara sampai mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada dihadapannya itu. Setelah itu Dara memberi kode pada Grizz untuk duduk disebelahnya. Namun Grizz hanya menjawab pertanyaan itu dengan gelengan kepala saja.


"Ndak tau. Kak Alex yang urus, Grizz mah terima beres aja" ucap Grizz dengan gaya sombongnya.


Dara yang mendengarnya hanya melengoskan wajahnya tak menatap sahabatnya itu. Sahabatnya itu sungguh menyebalkan padahal dia sudah serius bertanya namun yang didapatkan adalah jawaban yang mengesalkan. Grizz langsung saja meminum minuman yang ada didepan Dara membuatnya menghela nafas lega.


"Leganya... Dara, tadi Grizz lari-lari lho nyariin kamu. Kamu kenapa sih kok kaya pusing gitu? Mana tiap Grizz ngomong selalu lihat laptop mulu lagi. Kan Grizz ada didepan sini" kesal Grizz dengan berceloteh.


"Ini lho... Sedari tadi Dara lagi pusing mikirin kuliah. Astaga... Besok pagi Dara harus test di kampus itu jam 7. Harus berangkat jam berapa kalau berangkat dari rumah ini?" ucap Dara sambil mengacak-acak rambutnya kesal.

__ADS_1


Besok pagi test dimulai membuat Dara pusing karena jarak rumah Josh dengan kampusnya lumayan jauh. Bahkan kemungkinan besar membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan. Dara melihat Grizz yang kini menatapnya dengan sendu apalagi jika nanti dia sudah diterima di kampus itu tentu ia akan memilih tinggal didekat kampusnya.


"Pasti besok Dara juga sekalian mau pulang ke rumah atau cari kost yang dekat dengan kampus ya?" tanya Grizz menatap sendu kearah sahabatnya.


Dara menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ia bingung dengan bagaimana kehidupan keduanya yang sebentar lagi akan berpisah. Bahkan dirinya seakan tak rela jika berpisah dengan Grizz yang selama ini mau bersahabat dengannya itu. Segera saja Dara memeluk sahabatnya itu dari samping untuk menenangkan Grizz.


"Grizz tenang saja. Walaupun kita tinggal berjauhan kan masih bisa tuh telfon atau video call. Dara juga yakin kalau Tuan Alex akan memasukkan Grizz ke kampus terbaik disini atau di luar negeri nanti. Grizz kan tahu sendiri kalau Tuan Alex itu nggak selalu ada di kota ini pasti ia sedang mempertimbangkan sesuatu untuk kebaikan kamu" ucap Dara memberi pengertian.


Dara dan Grizz tak ingin egois jika suatu saat nanti pasti keduanya akan berpisah untuk mengejar cita-citanya masing-masing. Mereka mempunyai kehidupan yang harus dijalani sehingga tak bisa terus bersama. Apalagi Grizz yang sudah mempunyai suami tentu harus mengikuti Alex kemana pun ia pergi. Berbeda kalau Grizz masih single, mungkin ia bisa mengajak tinggal bersamanya.


Grizz pun menganggukkan kepalanya mengerti. Saat keduanya masih berpelukan, datanglah Luis dan Felix kearah mereka. Tentunya Grizz langsung melepaskan pelukannya dari Dara saat melihat mereka menampilkan wajah yang begitu serius.


"Emm... Tapi kan Grizz tadi baru menyerahkan fotocopy berkas ke Kak Alex, masa iya langsung diterima. Nggak pakai test dulu kaya Dara?" tanya Grizz dengan bingung.


Tadi memang sebelum Alex pergi, ia meminta beberapa fotocopy berkas miliknya untuk ia bawa ke kampus yang sudah ia pilihkan. Baru tiga jam setelah kepergian Alex, namun tiba-tiba saja kini Luis sudah memberitahu kepadanya kalau dia diterima. Padahal dia saja belum menjalani test seperti apa yang akan dilakukan oleh Dara.


"Nona Dara juga tidak perlu test masuk jurusan yang dipilih karena ia akan berkuliah bersama dengan anda di kampus yang sama" ucap Luis.

__ADS_1


Dara dan Grizz terkejut dengan berita yang disampaikan oleh Luis itu. Padahal jelas-jelas Dara baru kemarin mengirim berkas-berkasnya namun bagaimana caranya sudah diterima. Bahkan baru pagi tadi dirinya menerima pengumuman kalau esok ia akan mulai test namun tiba-tiba saja sudah diterima.


"Tapi besok pagi saya baru mau test" ucap Dara dengan raut wajah bingungnya.


"Coba nona cek yang pendaftaran di Universitas Citra Bangsa. Disana anda sudah terdaftar sebagai mahasiswa baru, besok kalian bisa langsung mengurus berkas administrasinya" ucap Luis memberitahu.


Segera saja Dara memeriksa emailnya bahkan disana ada pengumumannya kalau ia memang sudah diterima sebagai mahasiswa baru. Dara langsung saja memeluk Grizz karena rasa bahagia yang dirasakannya. Ia tak menyangka diberi kemudahan masuk dalam salah satu kampus impiannya.


"Berarti besok Grizz dan Dara ke kampus? Kita urus administrasi sendiri saja, Dara. Wah... Kita sudah jadi mahasiswa-mahasiswa kece dong" ucap Grizz sambil terkekeh geli.


Dara, Luis, dan Felix hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keantusiasan dari Grizz. Luis dan Felix segera pergi setelah mendapatkan jawaban dari keduanya. Tentunya besok ia akan mengawal dua gadis itu untuk ke kampusnya karena Alex ada pekerjaan di luar kota.


"Wah... Dara, kok bisa ya kita diterima gitu saja? Apa Kak Alex nyogok ya? Ish... Itu kan nggak boleh" ucap Grizz yang mulai berpikiran negatif.


Dara juga masih tak menyangka kalau dirinya bisa semudah itu masuk sebagai mahasiswa baru. Namun ia juga tak bisa menyangkal jika kekuasaan Alex lah yang disana bermain. Tak mungkin semudah itu mereka bisa masuk kalau tanpa adanya orang dalam.


"Enggaklah kalau nyogok gitu. Aneh-aneh aja kamu itu, pasti itu karena prestasi kita yang bagus makanya langsung diterima" ucap Dara mencoba mengalihkan perhatian Grizz.

__ADS_1


Ia tak boleh sampai membiarkan Grizz berpikiran macam-macam pada suaminya. Tentunya hubungan keduanya itu harus dipupuk dengan pikiran yang baik. Apalagi Grizz itu terlalu polos yang tak tahu bagaimana berkuasanya seorang Alex. Bahkan mungkin gadis itu tak tahu kalau lingkungannya ini termasuk dalam lingkup berbahaya. Grizz hanya bisa menganggukkan kepalanya dan percaya atas ucapan dari Dara.


__ADS_2