
"Bagaimana keadaan Grizz?" tanya Alex pada Luis yang tengah berada didalam ruangannya.
Setelah berangkat dari villa tadi Alex sama sekali belum sempat untuk memeriksa keadaan Grizz. Ia bahkan sampai lupa dimana ponselnya karena langsung masuk kedalam ruangannya. Bahkan disana sudah ada banyak berkas di atas meja yang perlu ia periksa.
Sedangkan Luis langsung mengurus orang-orang yang menggerogoti perusahaan cabang. Alex memang meminta Felix dan Luis agar bekerjasama untuk memberantas tikus-tikus itu. Saat Luis telah selesai dengan investigasinya, ia segera melaporkan semuanya pada Alex.
"Yang saya dapat dari Dara kalau nona Grizz sudah sembuh. Bahkan kini ia sudah mulai berlarian di dalam villa" ucap Luis melaporkan.
Kekhawatirannya kini berubah menjadi helaan nafas lega. Ia bersyukur jika Grizz kini sudah sembuh. Ingin rasanya dia segera pulang kemudian memeluk gadis itu dengan eratnya. Namun pekerjaan seakan menghalanginya untuk melakukan hal itu.
"Besok kalau sudah sembuh keseluruhan, aku akan mengajarkan Grizz teknik bela diri. Aku ingin mulai saat itu dia harus bisa menjaga dirinya sendiri agar nanti saat ada sesuatu yang darurat, ia bisa mengundurnya. Sebisa mungkin sebelum ada yang datang membantunya, ia bisa melindungi dirinya" ucap Alex menyampaikan idenya.
"Benar, bos. Jangan lupa kita fokuskan juga dengan mentalnya bos. Percuma kalau kita main ajarkan bela diri namun mentalnya belum siap. Bisa-bisa nanti nona malah tertekan dan histeris seperti kemarin" ucap Luis menyarankan.
Alex menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Luis. Ia memang ingin memastikan Grizz dalam keadaan sehat baik secara fisik maupun mentalnya. Saat itu terjadi, ia ingin membentuk Grizz menjadi sosok pribadi yang kuat dalam segala hal. Terutama bagaimana membalaskan rasa sakit hatinya pada keluarga.
Keduanya segera beranjak pergi dari ruangan Alex kemudian berjalan keluar menuju ke sebuah tempat. Keduanya tanpa aba-aba langsung saja mendobrak sebuah pintu ruangan.
Brakkk....
Terlihatlah dua manusia tak beradab tengah memadu kasih di perusahaannya. Jabatan tinggi yang membuat mereka gelap mata sehingga mengesampingkan pekerjaannya demi yang lainnya. Padahal Alex sudah memberikan banyak fasilitas terbaik untuk karyawannya, ternyata ada saja yang ingin memanfaatkannya.
__ADS_1
Walaupun dirinya sangat jarang untuk berada di perusahaan, namun beberapa anak buahnya juga langsung mengusut tuntas semuanya. Namun secerdik-cerdiknya mereka dalam bekerja, namanya manusia pasti akan ada celahnya juga. Ia sampai tak menyangka jika masih ada saja orang yang tak bersikap profesional dalam pekerjaannya.
"Brengsekkkkk...." sentak Alex.
Ia begitu jijik melihat pemandangan yang ada didepannya ini. Bahkan keduanya melakukan ini di tempat yang seharusnya untuk bekerja. Keduanya gugup kemudian berdiri karena melihat atasannya berada didepannya. Mereka tertangkap basah memadu kasih dengan berpangkuan sambil bertukar saliva. Sungguh tak bermoral walaupun belum sampai ke tahap yang lebih intim.
"Saya tunggu surat pengunduran diri kalian di ruang HRD. Luis, tarik semua fasilitas mereka berdua yang diberikan oleh kantor. Periksa apakah suami atau istrinya yang berada di rumah itu tahu akan hal ini? Kalau mereka memang bersih, berikan fasilitas untuk menunjang kehidpuan semuanya.
"Baik tuan" ucap Luis dengan tegas.
Luis segera saja pergi dari ruangan itu kemudian mencari tahu tentang keluarga mereka. Sedangkan Alex kini tengah menatap tajam dua orang yang benar-benar ketakutan. Mereka terancam kehilangan semua yang telah diraih selama ini karena kesalahan yang keduanya perbuat.
"Yang pecat kalian juga siapa? Kalian itu tinggal ajukan surat pengunduran diri yang artinya mengundurkan diri" ucap Alex dengan nada sinisnya.
Keduanya menundukkan kepalanya. Walaupun memang benar keduanya dianggap mengundurkan diri namun setelah ini pasti Alex akan langsung memblack list nama keduanya di perusahaan mana pun. Bahkan untuk mereka bekerja sebagai office boy atau girl saja takkan bisa.
Alex pergi berlalu dari tempat terkutuk itu kemudian meminta office boy yang tak sengaja ia lewati untuk membersihkan ruangan itu. Ia tak ingin ada sisa-sisa tikus di kantornya. Bahkan kemungkinan besar ruangan itu hanya akan dibongkar atau dijadikan gudang oleh Alex.
"Maaf permisi, saya disuruh tuan Alex untuk membersihkan ruangan ini dan mengeluarkan semua meja juga kursinya" ucap salah satu office boy yang memasuki ruangan itu.
Kedua orang yang masih ada didalam itu merasa diusir oleh Alex membuat mereka mengepalkan telapak tangannya. Mereka tak terima langsung diusir seperti ini, seharusnya keduanya diberi waktu untuk membereskan barangnya terlebih dahulu.
__ADS_1
Keduanya langsung mengambil tas yang memang ada di ruangan itu kemudian pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal. Semua karyawan memandang kepergian mereka dengan sinis bahkan langsung menutup wajah keduanya menggunakan tas masing-masing.
Huuuuu....
Bahkan ada beberapa karyawan yang menyoraki keduanya. Keduanya memang mempunyai jabatan yang lumayan strategis karena sebagai pengatur rencana keuangan saat adanya kerjasama. Namun itu membuat keduanya suka bertingkah seenaknya kepada karyawan yang jabatannya lebih rendah.
"Ruangan bagus-bagus seperti ini dibuat untuk hal yang tak senonoh. Pasti ujung-ujungnya cuma dipakai untuk simpan berkas tak terpakai nih" ucap office boy yang diminta untuk membersihkannya.
Bahkan rekan-rekannya yang lain juga menyayangkannya namun itu lah Alex yang tak mau ada sesuatu yang berhubungan dengan hal tak senonoh ada di perusahaannya. Mereka pun akhirnya langsung membersihkan ruangan itu sampai dua kali.
***
Alex dan Luis diikuti oleh beberapa bodyguardnya memasuki mobil yang ada di lobby perusahaan. Setelah masuk dalam mobil, kendaraan itu segera melaju dengan kecepatan diatas rata-rata menuju villa yang ditempati oleh Grizz saat ini. Hampir 2 jam perjalanan itu dilalui mereka, akhirnya sampai juga di villa yang mereka tinggali saat waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.
Alex dan Luis segera turun dari mobil kemudian masuk ke dalam villa. Saat memasuki villa, terdengar suara canda tawa dari arah ruang keluarga membuat keduanya segera berjalan ke sana. Terlihatlah disana ada Grizz, Bibi Yun, Dara, Nenek Umi, Erga, dan maid tengah duduk diatas karpet dengan muka cemong penuh bedak putih.
"Ehemmmm..." seru Alex dengan dehemannya.
Semua orang yang ada di ruang keluarga langsung mengalihkan pandangannya kearah Alex dan Luis yang datang. Bahkan mereka semua langsung bergegas berdiri karena melihat adanya Alex dan Luis. Alex dan Luis menahan tawanya melihat semua orang yang wajahnya penuh dengan bedak terutama Grizz. Bahkan para maid begitu ketakutan karena telah lancang duduk di ruang keluarga.
Selama ini para maid tak pernah berani duduk di ruang keluarga apalagi bercanda dengan majikannya. Namun tadi mereka diancam oleh Grizz agar ikut serta. Kalau tidak mau akan dipecat dengan tangan yang dipotong jadi lima. Sungguh ancaman Grizz yang aneh itu membuat mereka ketakutan.
__ADS_1