Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Pengawasan 2


__ADS_3

Alex memilih untuk pergi ke kantornya setelah mengantar ketiga sahabatnya ke rumah Josh. Terpaksa ia tak menemui Grizz dulu karena ada urusan mendesak yang ingin dibicarakan oleh Luis dan Felix. Lagi pula ia tak bisa menemui Grizz sering-sering karena nanti khawatirnya ada seseorang yang curiga terhadapnya sehingga mengetahui keberadaan istrinya.


Walaupun pelaku teror dan bodyguard yang mengkhianatinya itu sudah ditangkap namun Alex harus hati-hati karena bisa saja ada oranglain lagi. Ia juga harus meminta bantuan Luis dan Felix agar bisa membantunya menyeleksi ulang para bodyguard.


"Bagaimana perkembangan peredaran senjata kita yang ada di Negara K?" tanya Alex sambil berjalan memasuki ruangannya diikuti oleh Luis.


Mereka di lantai paling atas itu hanyalah berdua karena memang tak ada yang bisa mengakses masuk dalam area itu. Lift yang digunakan pun khusus dengan sidik jari keduanya untuk bisa menuju ruangan paling atas. Bahkan mereka dengan bebas bisa membicarakan sesuatu yang rahasia tanpa ada yang mendengarnya.


"Semua lancar bos. Hanya saja di Negara L ternyata pihak berwajib sudah mengendus peredaran senjata kita. Saya sudah memerintahkan Klevo untuk mengubah rute perjalanan dan memundurkan pengiriman" ucap Luis.


Alex menganggukkan kepalanya, ia begitu puas dengan kinerja dari Luis. Walaupun terkesan lancang karena memutuskannya sendiri, namun Alex begitu salut dengan kesigapan Luis dalam mengatur rencana saat dirinya tak ada. Keduanya segera duduk di sofa ruangan Alex karena tadi Luis menginformasikan tentang beberapa proyek kerjasama yang tak sesuai dengan perusahaannya.


"Kita cek langsung ke TKP" ucap Alex dan diangguki oleh Luis.


Baru saja mereka duduk di kursi sofa, namun keduanya segera keluar ruangan karena harus bergegas menuju TKP tempat diadakannya pembangunan proyek yang bermasalah. Bahkan keduanya berjalan begitu cepatnya menuju lobby perusahaan tanpa menghiraukan sapaan dari karyawan. Mereka segera menaiki mobil yang telah disiapkan oleh bodyguardnya menuju suatu tempat.


***


"Lho kok kalian sudah pulang? Kak Alex mana?" tanya Grizz yang langsung bertanya pada ketiga sahabat suaminya itu.

__ADS_1


Saat ketiganya masuk dalam rumah, mereka menemukan Grizz sedang bermain monopoli dengan Dara dan Erga di ruang keluarga. Mereka segera saja mendekat kearah ketiganya yang sedang asyik bermain itu hingga Grizz menyadari kehadiran ketiganya. Grizz mengernyitkan dahinya heran karena tak melihat keberadaan Alex bersama dengan ketiga sahabatnya.


"Suamimu kerja buat beliin es krim kamu" ucap Nicho dengan asal.


Sontak saja Grizz langsung menatap tak percaya pada Nicho setelah mendengar ucapannya. Bahkan Grizz langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tegas. Erga dan Dara hanya diam saja pasalnya kalau nanti ikut-ikutan pasti akan dimarahi Grizz.


"Kak Alex nggak perlu kerja buat beliin es krim Grizz. Dia saja uangnya banyak bahkan sanggup buat beliin Grizz pabrik es krim. Tapi Grizz nggak mau soalnya yang aku ingin hanya kak Alex yang ada disini" ucap Grizz dengan percaya dirinya.


Dara dan Erga menahan tawanya melihat ketiga sahabat suaminya itu tampak frustasi dengan apa yang diungkapkan oleh Grizz. Ketiganya seketika menjatuhkan rahangnya karena tak percaya dengan gadis polos didepannya ini yang bisa berucap kata-kata manis. Mereka berpikir bahwa otak Grizz sudah terkontaminasi oleh Alex.


"Astaga... Bucinnya tolong" seru Nicho frustasi.


"Hei... Bayi, kamu ini masih kecil. Nggak pantas ngomongin cinta, mending main monopoli atau ular tangga aja tuh" ucap Nicho sedikit meledek.


Grizz mencebikkan bibirnya kesal karena diledek masih anak kecil oleh Nicho. Sedangkan Josh dan Nando sudah tertawa mendengar perdebatan keduanya yang menurut mereka sangatlah lucu. Apalagi melihat ekspresi wajah Grizz yang diseram-seramkan dengan melotot tajam kearah Nicho. Bukannya membuat orang ketakutan malah wajah Grizz seperti boneka lucu.


"Bayi gini Grizz sudah punya suami. Kalau Kak Nicho kan masih j-o-m-b-l-o" ucap Grizz yang kemudian tertawa setelah mengeja sebuah kata paling akhir.


Nicho mencebikkan bibirnya kesal karena merasa kalah dalam perdebatannya dengan Grizz. Padahal selama ini dirinya tak pernah bisa dikalahkan kalau sudah berdebat dengan sahabat-sahabatnya sendiri. Namun sepertinya gelar itu pantasnya disematkan pada Grizz. Kedua sahabatnya pun sedikit tertohok dengan ucapan Grizz namun mereka menikmatinya karena hanya Nicho yang diledek.

__ADS_1


Mereka bertiga hanya bisa terkekeh melihat tingkah aktif dari Grizz itu. Bahkan setelah acara ledek-ledekan dengan Nicho itu, ia langsung kembali bermain dengan Dara dan Erga. Setelah itu ia langsung menuju dapur untuk membuat jus yang ternyata diberikan pada ketiganya yang sedari tadi mengawasi gadis itu dengan duduk diatas sofa.


"Ini buat kakak-kakak. Jangan keseringan minum kopi, nggak sehat. Lebih baik jus buah ini, dibuat tanpa gula dan pemanis buatan karena yang buat sudah manis" ucap Grizz dengan percaya dirinya.


Setelah bertemu dengan Grizz bahkan baru beberapa menit ketiganya duduk bersama namun malah membuat mereka terkocok perutnya. Grizz yang begitu ceria dan tingkahnya aktif walaupun menyembunyikan rasa sakitnya itu ternyata menularkan energi positif pada ketiganya. Bahkan beberapa maid yang lewat dekat ruang keluarga menatap tak percaya kearah majikannya yang memperlihatkan banyak ekspresi.


"Terimakasih adik kami yang manisnya nggak ketulungan dan bisa bikin abang diabetes" ucap Nicho dengan asal.


Grizz hanya terkekeh mendengar ucapan gombalan dari Nicho itu. Justru ia kini senang karena dirinya dianggap sebagai adik oleh Nicho. Walaupun terkadang Grizz kesal karena tingkah Nicho yang suka asal dan cerewet itu namun ia kini malah bahagia.


Mereka pun akhirnya menghabiskan waktunya di ruang keluarga dengan penuh keceriaan. Hingga sore hari mereka berada di ruang keluarga yang selanjutnya pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan dirinya. Nanti mereka akan bertemu lagi saat makan malam tiba kecuali Grizz yang biasanya membantu di dapur.


***


Mobil yang dikendarai Alex dan Luis sampai di sebuah tempat setelah melakukan perjalanan darat selama 3 jam lamanya. Lokasi proyek kerjasama yang ada di pelosok desa ini membuat mereka hanya bisa menempuhnya dengan perjalanan darat. Mobil berhenti tepat didepan lokasi proyek pembangunan villa dan hotel sebagai pengembangan daerah wisata sekitar.


"Bukannya kemarin laporan masuk kalau pembangunan sudah 50%? Lihatlah itu... Bahkan terlihat bentuknya saja belum. Hanya ada tanah yang sudah digali dengan beberapa besi" ucap Alex dengan raut bingungnya.


Luis juga bingung dengan keadaan ini. Pasalnya dari laporan yang dikirimkan oleh pihak kontraktornya saja sudah mencapai 50%. Bahkan gambar yang dikirimkan juga terlihat meyakinkan namun saat sampai lokasi ternyata hanya ada tanah galian seperti ini. Luis membuka ponselnya kemudian mencocokkan dengan gambar yang dikirim. Matanya membulat saat melihat sebuah keanehan.

__ADS_1


__ADS_2