Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Mall


__ADS_3

Grizz, Dara, dan Bibi Yun bergandengan tangan memasuki area mall. Tentunya dengan Bibi Yun yang berada di tengah-tengah keduanya. Sedangkan Nela dan Neli mengikuti keduanya dari belakang dengan banyaknya anak buah Alex yang menyebar di dalam dan luar mall.


Ketiganya benar-benar dijaga dengan intens karena mereka merupakan tiga perempuan yang penting bagi atasannya itu. Bahkan bisik-bisik yang mulai terdengar di area mall itu sama sekali tak dihiraukan ketiganya. Apalagi semenjak Grizz menikah dengan Alex, itu sudah menjadi makanan sehari-hari.


"Kita beli perhiasan dulu. Cincin dan kalung" ucap Bibi Yun mengajak kedua anaknya itu.


Bibi Yun sengaja mengajak mereka ke toko perhiasan karena sedari tadi keduanya malah berpikir untuk membeli baju dan es krim. Bibi Yun hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat tingkah keduanya yang seperti anak kecil. Pantas saja jika Alex dan Luis langsung memintanya ikut kedua perempuan itu. Yang ada bukan lagi untuk membeli barang-barang penting, namun makanan yang utama.


"Siap, ibu. Grizz juga mau beli anting" ucap Grizz dengan antusias.


"Baiklah. Gunakan kartu yang diberikan suamimu itu biar nggak jamuran" ucap Bibi Yun sambil terkekeh pelan.


Pasalnya selama ini Grizz tak pernah memakai kartu yang diberikan oleh Alex. Bibi Yun sengaja bilang kalau kartu itu bisa saja jamuran kalau sampai jarang digunakan. Hal itu biar Grizz nantinya menggunakan kartu itu untuk berbelanja perhiasan. Tak mungkin membayar perhiasan yang kemungkinan harganya puluhan hingga ratusan juta dengan uang cash.


Ketiganya memasuki sebuah toko perhiasan yang ada di dalam mall itu. Segera saja dua orang pelayan yang ada di dalam toko itu segera mempersilahkan duduk kemudian melayaninya dengan ramah. Bahkan manager toko itu juga turun langsung saat tahu kalau istri dari Raja Bisnis itu mampir di tokonya.


"Silahkan bisa pilih dulu. Mau cari perhiasan apa? Kalung, cincin, gelang, atau anting" tanya salah satu pelayan itu.


"Grizz mau lihat anting dong, kak. Yang sederhana saja, jangan yang terlalu mencolok apalagi banyak kelap-kelipnya. Grizz nggak suka" ucap Grizz dengan banyak permintaan.


Tentu saja Grizz segera diambilkan beberapa pilihan anting. Sedangkan Dara dilayani oleh pelayan satunya karena harus memilih kalung dan cincin untuknya. Dara memilih dibantu oleh Bibi Yun karena harus disesuaikan juga dengan kesukaan Luis.

__ADS_1


"Ini bagus. Modelnya bagus walaupun hanya ada beberapa berliannya. Tidak terlalu berlebihan" ucap Bibi Yun sambil menunjukkan kearah Dara.


"Iya, bu. Dara juga suka sama yang ini dan cincinnya yang ini. Cocok sekali" ucap Dara memberikan ide.


Bibi Yun menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan pilihan Dara. Ternyata menemani Dara untuk memilih perhiasan tak susah seperti orang-orang di kalangan atas lainnya. Bahkan saat sudah tahu apa yang diinginkannya, langsung saja beli dan tak perlu coba sana sini yang tidak jadi dibeli.


Keduanya yang sudah menentukan pilihannya itu segera mengarahkan pandangannya pada Grizz. Mata keduanya melotot saat Grizz memilih beberapa anting yang menurutnya sederhana itu. Apalagi pelayan yang melayaninya sampai hanya bisa menelan ludahnya saja.


"Kamu ini beli anting berapa? Kok itu di kotak mbaknya ada banyak sekali" tanya Bibi Yun memastikan.


"Buat Grizz semua dong. Ini kan sangat sederhana, mungkin harganya satu juta dapat lima pasang. Iya kan, kak?" tanya Grizz untuk memastikan.


Pelayan itu hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Pasalnya sedari tadi Grizz tak pernah menanyakan harganya. Grizz hanya langsung meminta kotak untuk meletakkan perhiasannya kemudian memilih semua yang menurutnya sederhana itu.


"Maaf nona, tapi harga per pasang anting ini yang paling murah 25 juta" ucap pelayan toko itu.


Sontak saja gerakan tangan Grizz yang ingin memilih kembali perhiasan yang ada di sana langsung terhenti. Grizz tak menyangka kalau anting sederhana yang ada di sana itu ternyata tak sesederhana itu. Bahkan Grizz langsung meringis pelan dan menatap perhiasan yang dipilihnya itu sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


"Tapi itu antingnya lucu, kalau nggak beli kayanya nyesel deh" ucap Grizz sambil memandang perhiasan yang dipilihnya.


"Beli saja, Grizz. Pakai kartu hitam milik suamimu itu, pasti dia juga takkan marah kalau uangnya kamu gunakan" ucap Bibi Yun yang tak tega melihat Grizz memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Tapi nanti habisnya banyak" ucap Grizz yang merasa tak rela jika mengeluarkan uang yang banyak.


"Nggak papa. Justru suamimu akan senang kalau kamu pakai uangnya" suruh Bibi Yun meyakinkan anaknya itu.


Grizz pun menganggukkan kepalanya mengerti. Grizz segera mengeluarkan kartu yang diberikan oleh Alex dari dalam dompetnya. Bahkan semua pengunjung toko perhiasan itu hanya bisa menahan nafasnya karena melihat dan mendengar kegiatan Grizz.


Mereka kalau sampai menghabiskan uang untuk berbelanja perhiasan akan dimarahi oleh suaminya. Sedangkan Grizz ini suaminya malah senang kalau dia menghabiskan uangnya. Sungguh suami idaman.


"Ini kak, langsung Grizz bayar. Nggak usah bilang totalnya berapa sama Grizz, nanti aku tidak jadi beli" ucap Grizz memberi pesan.


Tentunya Grizz tak mau tahu mengenai total biaya yang yang dikeluarkan untuk membeli anting ini. Hal ini karena Grizz suka tak tega kalau sampai uangnya digunakan untuk hal yang tidak penting. Grizz hanya tinggal menunggu pesanannya dibungkus berikut dengan Dara.


"Ini kak untuk pesanannya. Silahkan di cek dulu dan ini kartunya" ucap pelayan toko itu setelah menyerahkan sebuah paper bag lumayan besar.


Grizz memeriksanya, setelah memastikan semuanya lengkap barulah ia pamit undur diri bersama dengan Dara dan Bibi Yun yang juga telah selesai. Mereka yang ada di sana masih menganga tak percaya melihat adegan itu. Tentunya membeli dengan asal pilih kemudian tinggal bayar tanpa memikirkan berapa jumlahnya adalah impian banyak orang.


***


"Apa perlu kita beli beberapa tas dan sepatu?" tanya Dara yang memang mendapatkan pesan dari Luis untuk membeli dua hal itu.


"Beli saja. Itu kan hanya sebagai pelengkap saja agar saat ke rumah orangtuamu itu tak terlihat hanya dengan tangan kosong saja" ucap Bibi Yun.

__ADS_1


Dara menyetujui ucapan dari Bibi Yun. Jangan sampai calon suaminya itu dipermalukan keluarganya karena tak membawa apa-apa. Mereka terus berbelanja hingga tanpa sadar telah menghabiskan uang ratusan juta. Lagi pula Dara telah dibebaskan oleh Luis untuk membeli apapun yang diperlukan.


Setelah mendapatkan semuanya, mereka pun segera saja pulang ke rumah. Tentunya dengan hati senang walaupun rasa capek itu ada.


__ADS_2