Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Gara-Gara Cicak Besar


__ADS_3

"Ini kita mau ngapain?" tanya Nicho yang tangannya terus ditarik oleh Grizz.


Bahkan sedari tadi Nicho sudah berusaha menghentikan Grizz yang terus berlari namun gadis itu sama sekali tak menghiraukannya. Bahkan matanya melotot kearah Nicho membuatnya tak bisa berkutik. Tak berapa lama mereka sampai di sebuah kandang yang tertutup tembok dan cukup besar.


"Kak Josh, buka pintu kandangnya" ucap Grizz memerintah.


Josh dan Nando sontak saja memelototkan matanya saat Grizz malah meminta membuka kandang buaya. Dikira kandang buaya ini seperti tempatnya burung apa, main bisa dibuka begitu saja. Sedangkan Nicho sudah ketar-ketir, pasalnya dia itu takut dengan banyaknya buaya milik Josh.


"Grizz, ini bukan kandang ayam lho ya" ucap Nicho memperingatkan.


"Emang kata siapa ini kandang ayam? Ini kan kandang cicak besar, gimana sih kak Nicho ini" kesal Grizz sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Bahaya, dek. Itu hewan buas, apa kamu nggak takut kalau dimakan hidup-hidup gitu?" tanya Josh memberi pengertian.


Grizz terlihat terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh Josh. Namun beberapa detik kemudian, Grizz menggelengkan kepalanya. Hal ini membuat ketiga laki-laki itu hanya bisa menjatuhkan rahangnya melihat keberanian Grizz.


Bahkan Josh yang notabenenya adalah pemilik semua hewan itu saja ketakutan jika harus berhadapan langsung tanpa adanya pawang disini. Josh langsung meminta salah satu bodyguard yang lewat untuk memanggilkan pawang buaya agar setidaknya mereka meminimalisir bahaya.


"Ayo kak" rengeknya sambil menggoyangkan tangan Josh.


"Sebentar ya, tunggu pawangnya dulu" cegah Josh sambil mengelus rambut Grizz itu.


Josh akhirnya memilih untuk menuruti keinginan dari Grizz walaupun harus memanggil pawangnya. Ia tak tega melihat Grizz yang tadinya begitu antusias namun tiba-tiba lesu karena keinginannya tak dipenuhi. Semoga saja nanti Alex tak memarahi ketiganya saat mengetahui kejadian ini. Lagi pula ini adalah keinginan istrinya sendiri.

__ADS_1


Tak berapa lama, pawang buaya itu datang dengan berlari. Tadinya ia tengah menyiapkan ayam untuk makan siang buaya namun tiba-tiba dipanggil oleh salah satu bodyguard. Ia segera minta tolong bodyguard juga untuk mengangkat ayam-ayam yang akan digunakan itu.


"Ada apa, tuan?" tanya pawang itu dengan menundukkan kepalanya.


"Buka pintu kandang ini. Adik saya ingin melihat buaya" ucap Josh memberi perintah dengan nada datar seperti biasanya.


"Cicak besar, bukan buaya" protes Grizz membuat mereka menganggukkan kepalanya mengerti.


Josh dan Nando menatap Nicho yang kini tengah tersenyum kikuk karena ulahnya itu ternyata membuat semuanya dalam bahaya. Apalagi Grizz yang ternyata perempuan yang berbeda dengan yang lainnya. Kalau perempuan lain mungkin akan lebih memilih kucing atau kelinci untuk hewan peliharaan, berbeda dengan Grizz yang antusias dengan macan dan buaya. Padahal waktu itu ia hanya asal berucap saja.


Pawang itu segera saja membuka pintu kadang buaya kemudian masuk kesana. Disana bahkan masih dibatasi pagar kembali namun tak terlalu tinggi agar memudahkan untuk memberi makan. Grizz pun ikut masuk kedalam bersama dengan ketiga sahabat suaminya.


"Huaaaaa... Lucunya" seru Grizz dengan berjingkrak-jingkrak.


Matanya berbinar cerah saat melihat para buaya itu membuka mulutnya padahal Nicho dan yang lainnya sudah bergidik ngeri. Bahkan ketiganya hanya berani menjaga pawang dan Grizz di belakang keduanya yang tengah asyik. Bahkan pawang-pawang itu juga menjelaskan tentang seluk beluk buaya itu.


Grizz tak mempedulikan ocehan dari Nicho yang menurutnya tak bermanfaat sama sekali itu. Bahkan Grizz dengan beraninya mengambil ayam-ayam yang ada di ember kemudian melemparnya kearah kerumunan buaya. Buaya-buaya itu dengan sigap berebutan mengambil ayamnya membuat Grizz kegirangan.


"Astaga... Dia kaya berasa memberi makan ikan" ucap Josh menatap tak percaya.


Bahkan Grizz dengan santainya memainkan sebuah tongkat besi yang biasa digunakan oleh pawang untuk melatih ketangkasan buaya. Mereka benar-benar takjub dengan keberanian dari gadis didepannya ini. Ia seperti bermain dengan boneka-boneka lucu yang seakan tak membahayakan.


"Coba kak Nicho juga berlatih ketangkasan dan kecepatan seperti ini sama mereka, pasti akan lebih seru" ucap Grizz dengan polosnya.

__ADS_1


Bahkan kini raut wajah Nicho sudah teramat pucat mendengar ucapan spontan yang dilontarkan oleh Grizz itu. Josh dan Nando menatap kearah Nicho yang ketakutan itu tentunya membuat mereka tertawa geli. Bahkan dengan secepat kilatnya, Nicho langsung berlari keluar dari kandang buaya itu dengan terbirit-birit.


"Kak Nicho kenapa lari? Orang sama cicak gini kok takut sih" gerutu Grizz saat melihat Nicho berlari.


Aaaaaaaaa....


Saat semuanya fokus menatap Nicho yang berlari, tiba-tiba saja ada teriakan terkejut dari seorang gadis yang tak lain adalah Grizz. Sontak saja tiga orang laki-laki yang masih ada disana langsung menatap kearah Grizz yang ternyata dia kaget karena tongkat besinya ditarik oleh mulut buaya. Bukannya takut, namun Grizz malah terlihat kesal karena harus tarik-tarikan tongkat dengan buaya.


Jantung ketiganya hampir copot karena Grizz malah meladeni tarikan buaya itu. Kalau terkejut dan tak bisa menyeimbangkan badannya, tentu mereka yakin bahwa Grizz akan tertarik masuk ke dalam kandang buaya. Pawang itu segera mengambil alih tongkat dan membiarkan Grizz ditarik paksa keluar dari kandang oleh Josh juga Nando.


"Jangan ceroboh, Grizz. Kalau kau kenapa-napa, bisa-bisa kami dijadikan sate oleh suamimu" kesal Nando.


Adegan itu benar-benar berbahaya membuat keduanya tak bisa membayangkan jika tadi Grizz tak sigap menyeimbangkan badannya. Sedangkan Grizz kini tertunduk lesu dalam tarikan tangan Nando dan Josh. Keduanya membawa gadis itu untuk masuk dalam rumah, lebih tepatnya ruang keluarga.


"Bawakan air putih untuk kami" titah Josh pada maid yang berpapasan dengannya.


Maid itu segera saja melaksanakan tugas yang diberikan oleh Josh. Sedangkan mereka bertiga kini sudah sampai di ruang keluarga dengan Nicho juga ada disana. Nicho mengernyitkan dahinya heran saat melihat Grizz kini tertunduk lesu dengan diringi wajah penuh kekhawatiran dari Josh dan Nando.


"Ada apa?" tanya Nicho.


"Tadi nih bocah mau jatuh ke kandang buaya karena tarik-tarikan tongkat besi sama mulut hewan" kesal Josh.


"APA...?" seru Nicho menatap tak percaya kearah Grizz.

__ADS_1


Grizz makin tertunduk lesu bahkan kini ia segera duduk di kursi sofa bagaikan seorang tersangka. Sedangkan ketiga laki-laki didepannya ini sudah menatap garang kearah gadis itu. Mereka tentunya takkan membiarkan kejadian ini terulang kembali.


"Mulai sekarang, kamu nggak boleh main dan dekat-dekat dengan cicak itu lagi. Kalau protes, akan ku bilang sama suamimu tentang kejadian hari ini" tegas Josh saat melihat Grizz akan protes mengenai larangannya.


__ADS_2