Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang

Takdir Cinta Gadis Pelunas Hutang
Fakta Tersembunyi


__ADS_3

Alex dan ketiga sahabatnya kembali dengan wajah yang begitu lelah. Terlihat sekali jika keempatnya begitu kelelahan bahkan tadi mereka berniat untuk tidak pulang ke rumah Josh. Mereka tadinya akan menginap di salah satu apartemen yang memang dekat dengan perusahaan Alex. Namun mengingat tentang Tuan Grey, mereka yang begitu penasaran itu segera saja memutuskan untuk kembali ke rumah.


Grizz segera saja membantu suaminya dengan membawakan tas kerja dan jas yang ditentengnya. Dengan wajah tersenyum, Grizz memilih untuk pergi ke kamar dengan membawa semua barang milik Alex. Sedangkan Alex sendiri lebih memilih pergi ke ruang keluarga bersama dengan ketiga sahabatnya. Wajah mereka tampak tegang dan begitu serius setelah melihat Grizz pergi dari hadapan semuanya.


"Loe yakin mau tanya ini ke Grizz?" tanya Josh dengan sedikit ragu.


"Tentu. Aku hanya ingin membuktikan dugaanku saja. Jika memang itu bukan Grizz, ya tidak apa-apa. Kita bisa mengalihkan pembicaraan dengan cerita lainnya agar Grizz tak curiga. Lagi pula aku memang tak tahu mengenai masa lalu istriku karena Luis tak aku minta mencari informasinya. Yang ku dapat selama ini hanya informasi tentang kehidupan Grizz waktu itu saja" ucap Alex dengan santai.


Josh terlihat ragu-ragu dengan apa yang akan dilakukan oleh mereka. Pasalnya ia khawatir kalau ekspektasi mereka terlalu tinggi hingga nantinya malah membuat kecewa. Walaupun alamat rumahnya sudah membuktikan jika itu milik Grizz, namun belum tahu sejak kapan mereka tinggal disana.


Tak berapa lama setelah mereka berbincang, tiba-tiba saja Grizz datang dengan membawa sebuah nampan berisikan empat gelas susu hangat. Grizz meletakkan minuman itu diatas meja sambil tersenyum kearah semua orang yang ada disana. Setelah selesai meletakkannya, Grizz langsung duduk disamping suaminya.


"Itu diminum dulu. Pasti kalian lelah setelah seharian bekerja" ucap Grizz.


Wajah mereka berempat seketika terlihat aneh setelah melihat minuman apa yang diserahkan pada keempatnya. Mereka berempat tidak suka susu walaupun bukan alergi. Bahkan baru kali ini ada yang menyediakan susu didepan mereka berempat padahal semua maid disana tahu kalau semuanya hanya mau minum kopi.


Tadi maid juga sudah memperingatkan Grizz namun gadis itu ngeyel dan tak mau mendengarkan. Grizz ingin sekali membuatkan minuman sehat kepada empat laki-laki itu. Hal ini dikarenakan selama mengenal mereka, Grizz belum pernah melihat keempat laki-laki itu minum susu.


"Biar mereka sehat dan badannya kuat itu harus minum susu, kak. Mereka itu butuh tenaga buat bekerja jadi harus minum minuman yang sehat dan bergizi bukan malah kopi terus" ucap Grizz sambil menganggukkan kepalanya berulangkali.


Tentunya maid hanya pasrah saja dengan apa yang dilakukan oleh Grizz itu. Mereka yakin kalau empat laki-laki itu takkan memarahi Grizz kalau menyediakan minuman susu itu. Lagi pula Grizz bertujuan untuk membuat keempat laki-laki itu kembali sehat dan bertenaga.


"Iya nanti saja" ucap Josh sedikit kikuk.


"Sayang, aku mau menanyakan sesuatu sama kamu" ucap Alex mengalihkan pembicaraan.


Tentunya tujuan Alex untuk segera menanyakan sesuatu yang membuat penasaran tadi selain mengalihkan agar tidak minum susu juga karena sudah ingin segera tahu mengenai fakta itu. Diam-diam, ketiga sahabat Alex menghela nafasnya lega karena kini Grizz sudah menatap suaminya dengan pandangan bertanya.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Grizz dengan memandang polos kearah Alex.


"Emm... Kamu kenal nggak sama foto gadis kecil yang ada di ponsel ini?" tanya Alex sambil memperlihatkan layar ponselnya kearah Grizz.


Grizz segera saja melihat kearah layar ponsel yang disodorkan oleh suaminya. Ia menatap dengan seksama layar ponsel itu membuat Alex dan ketiga sahabatnya menegang. Bahkan mereka terlihat tidak sabaran untuk mengetahui jawaban Grizz. Mereka juga setia detiknya melihat bagaimana perubahan raut wajah Grizz.


"Ini kan Grizz waktu kecil. Kok Kak Alex bisa punya foto ini? Ini sama ibu lho" ucap Grizz dengan antuasisnya.


Grizz selama ini sangat rindu untuk melihat wajah dari ibunya namun semua foto kenangannya berada di rumah. Ia tak sempat mengambil atau memindahkan semua barang-barang peninggalan ibunya. Walaupun hanya tersisa beberapa foto yang ada di kamar dan ruang tamu saja, namun itu sangat berarti untuknya.


Beruntung ibu tirinya itu tak membuat foto yang ada di ruang tamu karena jarang duduk di ruangan itu. Mata Grizz seketika berkaca-kaca melihat wajah ibunya lagi bahkan langsung saja mengambil alih ponsel Alex. Grizz terus menciumi foto ibunya itu dengan sedikit terisak.


Hiks... Hiks... Hiks...


Ibu...


"Terimakasih Kak Alex, sudah meminjamkan foto ini kepada Grizz. Rindu Grizz pada ibu sudah sedikit terobati. Tapi maaf... Ini hpnya jadi basah" gumamnya lirih.


Grizz terlihat menghapus air mata yang masih keluar dari sudut matanya. Alex yang melihat hal itu langsung mengambil tisue kemudian menghapus air mata yang keluar. Bahkan ia menahan tawanya melihat raut wajah Grizz yang merasa bersalah karena ponselnya basah oleh air matanya. Begitu pula dengan ketiga sahabat Alex yang hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Basah, rusak. Ya beli lagi, kok repot" ucap Nicho sambil terkekeh.


Suasana yang tadinya begitu haru langsung saja berubah karena ucapan Grizz dan Nicho. Mereka kini malah tersenyum kecuali Grizz yang mengerucutkan bibirnya kesal. Bahkan wajahnya yang memerah dan masih basah dengan air mata itu begitu lucu di mata keempat laki-laki didepannya.


"Ingusnya tuh dibersihkan" ucapnya sambil melemparkan tisue kearah Grizz.


Grizz yang kesal pun langsung saja megambil tisue itu kemudian mengeluarkan apa yang ada dihidungnya dengan kasar. Setelah merasa puas, ia langsung saja melemparkan tisue itu kearah Nicho membuat laki-laki itu langsung saja menghindar. Ia menatap jijik tisue yang kini tergeletak diatas lantai.

__ADS_1


"Jorok" ucapnya.


"Bodo mamat" ucap Grizz dengan acuh.


Bahkan kini Grizz sudah berada didalam pelukan Alex untuk menemukan ketenangannya. Josh memberi kode kepada Alex untuk mengorek informasi tentang kehidupan Grizz. Sebenarnya Alex sedikit tak tega pada istrinya itu yang mesti mengingat masa lalu. Namun ini mereka gunakan untuk segera menguak tabir yang harus secepatnya dibuka.


"Sayang, aku mau tanya lagi. Itu tadi benar kamu dan ibumu bukan?" tanya Alex meyakinkan dan dijawab anggukan kepala oleh Grizz.


"Kamu punya kakak laki-laki nggak?" tanyanya.


Grizz terlihat terdiam didalam pelukan Alex setelah mendengar pertanyaan yang dilayangkan oleh suaminya itu. Ia sedang mengingat-ingat sesuatu untuk menjawab pertanyaan dari Alex. Ketiga sahabat Alex seperti tengah menunggu sesuatu yang tak pasti jika Grizz sudah mulai terdiam seperti ini.


"Kak Neo?" tanya Grizz setelah terdiam.


"Bukan. Kakak kandung, dia kan hanya tiri" ucap Alex dengan cepat.


"Kak Rey maksud kamu? Tapi dia sudah meninggal kata ayah" tanyanya dengan mata menatap polos.


Sontak saja mereka berempat langsung terdiam mendengar pernyataan dari Grizz walaupun yang dimaksud dengan Kak Rey itu belum tentu sama dengan Tuan Grey. Walaupun namanya hampir mirip namun tentunya berbeda. Mereka kini semakin bingung dengan ucapan Grizz bahkan Alex harus mencari kalimat yang tepat untuk menanyakan ini.


"Bukan, namanya Grey deh setahu kakak" ucap Alex.


"Iya, dulu waktu Grizz kecil panggilnya Kak Rey. Tapi sudah lama sekali kami tak bertemu, waktu Grizz umur berapa ya terakhir ketemunya? Setelah itu kami sudah tak bertemu karena kata ayah, dia meninggal. Tetapi dulu pernah Grizz tanya sama ibu, katanya Kak Rey sedang pergi jauh sekali dan nggak tahu kapan pulangnya" ucap Grizz bercerita.


Grizz pun sudah lupa dengan bagaimana bentuk wajah dari Kak Rey yang dimaksudnya itu. Grizz memang mempunyai seorang kakak kandung yang selalu dipanggilnya Kak Rey namun menurut ayahnya, kakaknya itu sudah meninggal dunia saat dirinya berumur 3 tahun. Walaupun ia sendiri tak diberitahu mengenai dimana makamnya hingga kini.


"Ini bukan?" tanya Josh tiba-tiba dengan menyodorkan ponselnya kearah Grizz.

__ADS_1


Grizz mengambil ponsel milik Josh kemudian mengingat-ingatnya lagi. Josh baru saja mendapatkan kiriman foto masa kecil Tuan Grey yang menurutnya mirip dengan Grizz. Pasalnya dia terakhir kali ketemu masih kecil sehingga memorinya mungkin saja sudah banyak yang hilang. Namun seketika ia mengingat sesuatu didalam lemari miliknya dulu yang ada di gudang.


__ADS_2