
Grizz, Alex, dan ketiga sahabatnya tak menyangka jika yang ada dipikiran Niken itu hanya uang ketika bertemu dengan gadis itu. Padahal sudah jelas pancaran mata dari Grizz yang menatapnya dingin, tak mungkin kalau datang kesini akan memberikan uang. Namun dasarnya Niken yang tak tahu malu saja hingga bisa dengan santainya meminta uang saat Grizz datang.
"Mana sini uangnya?" ucap Niken sambil menengadahkan tangannya.
Grizz berdiri dari duduknya kemudian menatap Niken dengan dingin. Bahkan Niken yang baru menyadari tatapan dingin itu sontak saja langsung memundurkan langkahnya karena sedikit takut. Sedangkan Harto nampaknya acuh dengan Niken karena memang istrinya itu susah untuk dinasihati.
"Uang... Uang... Uang... Apa nggak ada yang lain selain uang di pikiranmu itu?" ketus Grizz membuat Niken membulatkan matanya.
Tentunya sekarang Niken baru menyadari kalau kedatangan Grizz kesini sepertinya bukan akan memberinya uang. Namun tentunya akan memberikan penderitaan karena membuatnya malu kemarin. Akibat dia yang baru bangun tidur sehingga tak bisa berpikiran dengan jernih mengenai kedatangan Grizz.
"Pergi kau dari sini" seru Niken tiba-tiba karena khawatir kalau Grizz akan berbuat sesuatu di luar nalar.
Ternyata seruan dari Niken itu membuat Grizz terkekeh sinis. Padahal tadinya ia disambut dengan antusias karena ingin mendapatkan uang namun ketika sudah sadar malah mengusirnya. Grizz hanya bisa terkekeh geli melihat tingkah ibu tirinya ini.
"Kenapa? Takut sama Grizz?" tanya Grizz dengan polosnya.
"Siapa juga yang takut sama perempuan yang dijadikan pelunas hutang kaya kamu. Toh kamu juga dinikahi Alex karena mungkin laki-laki itu nggak laku akibat wajah cacatnya itu. Jadi kamu deh yang dipilih, sungguh kerja sama yang menguntungkan" ucap Niken dengan sinis.
Dengan keberanian yang tinggal setipis kertas itu, Niken mencoba melawan Grizz dan tidak memperlihatkan ketakutannya. Tentunya Harto langsung mencubit lengan istrinya itu agar tak bicara macam-macam dengan Grizz dan Alex. Padahal sedari awal sudah ia dan Neo beritahu agar tak membuat masalah dengan Alex yang berbahaya itu.
Sedangkan Alex langsung saja berdiri ketika dihina seperti itu. Tangannya mengepal erat dengan menatap tajam kearah Niken sedangkan ketiga sahabatnya hanya bisa melayangkan tatapan datarnya. Sungguh ketiganya tak menyangka akan keberanian Niken menghina Alex.
__ADS_1
"Biar ini jadi urusanku" ucap Grizz sambil mengelus pelan lengan suaminya yang berada disampingnya itu.
Grizz sangat marah karena bukan hanya dirinya saja yang direndahkan namun juga suaminya. Padahal ia sudah sedikit lupa mengenai dirinya yang hanya dijadikan pelunas hutang keluarganya namun Niken malah mengingatkannya. Walaupun sudah banyak cinta di sekitarnya namun ternyata ucapan pedas itu masih membuatnya sedikit sakit hati.
Plakkk*....*
Karena rasa kesal yang teramat sangat dengan ucapan pedas dan hinaan yang terlontar dari bibir Niken, sontak saja membuat Grizz langsung melayangkan tamparan pada mulut wanita paruh baya itu. Alex dan ketiga sahabatnya menatap tak percaya melihat keberanian dari Grizz bahkan Harto dan Niken pun hanya bisa menganga.
Niken mengusap bibirnya yang sedikit ngilu akibat tamparan yang dilayangkan oleh Grizz. Bahkan kini mata Grizz memancarkan kebencian yang mendalam pada wanita paruh baya didepannya. Ia takkan pernah lupa dengan hinaan, caci maki, dan tamparan yang dulu pernah ia dapatkan dari Niken.
"Itu untuk tamparan akibat kau yang menghinaku dan suamiku" seru Grizz.
"Dan ini untuk tamparan yang pernah kau layangkan ketika aku memasak makanan sedikit asin" sentaknya.
Niken begitu terkejut mendapatkan tamparan yang kedua kalinya. Kini bukan lagi di bibir namun di pipinya sampai wajahnya menoleh karena saking kerasnya tamparan itu. Bahkan ketiga sahabat Alex dengan secara bersamaan langsung memegang pipinya seperti merasakan sakit yang teramat karena membayangkan tamparan itu.
"Sialan kau Grizz... Beraninya sama orangtua" seru Niken tak terima.
Niken pun kini dengan brutalnya langsung saja menyerang Grizz karena tak terima telah ditampar oleh gadis itu. Bahkan dengan sigap Grizz juga menangkis semua serangan brutal dari Niken. Niken terus mencoba meraih rambut Grizz agar bisa dijambaknya namun tangannya tak pernah bisa sampai karena gadis yang dilawannya itu terus menangkis serangannya.
"Aku akan terus berani jika menghadapi orangtua sepertimu. Dan ingat, kau bukan orangtua apalagi keluargaku" seru Grizz.
__ADS_1
Dugh... Dugh... Plakkk....
Grizz bahkan kini tak segan-segan untuk menendang kedua kaki Niken yang sedari tadi mencoba menjegalnya, Tentunya pergerakan kaki Grizz yang sudah lebih terlatih itu membuat Niken hanya bisa menahan kesakitannya. Niken tak menyerah dan terus berusaha menendang salah satu anggota tubuh Grizz namun tak pernah berhasil. Hingga nafasnya pun terengah-engah karena sedari tadi usahanya seperti sia-sia.
Sedangkan Alex dan ketiga sahabatnya hanya melihat kejadian itu dengan tatapan datarnya. Bahkan para tetangga yang mendengar suara pukulan dan teriakan itu pun berbondong-bondong mendekat kearah dekat pintu. Mereka tak berani masuk karena ada Alex yang ada didalam. Sedangkan Harto sendiri yang ingin memisahkan sudah di tatap begitu tajam oleh Alex.
"Hentikan... Kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik. Kita cari tahu tentang duduk permasalahannya lalu cari solusinya. Bukan malah berantem, saya pun bingung ini sebenarnya ada masalah apa" seru Harto sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Anda ingin tahu masalah apa yang diperbuat oleh istri anda ini? Dia... Dia datang ke kantor polisi untuk meminta uang dengan dalih saya tak pernah menafkahinya. Ia ingin menggiring opini semua orang kalau saya ini anak yang durhaka. Padahal sudah jelas kalian menjual saya lalu kenapa kalian masih minta uang pada saya?" sentak Grizz dengan beraninya sambil menunjuk kearah Niken.
Harto hanya bisa menatap tak percaya kearah istrinya yang sedang mengatur nafasnya itu. Tentunya ia sedikit tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Grizz itu karena sepertinya akhir-akhir ini sang istri hanya diam di rumah. Namun apa yang diucapkan oleh Grizz juga tak bisa dianggap remeh karena jika sampai berbohong sudah pasti akan membuat image Alex jelek.
"Kalau anda tak percaya bisa nyalakan TV. Lihat kelakuan istri anda kemarin disana" ucap Alex dengan sinis.
"Jangan percaya dengan apa yang diucapkan oleh mereka. Itu tak berdasar" seru Niken sedikit panik.
Pasalnya selama ini dia selalu menceritakan kegiatannya yang hanay di rumah saja pada suaminya itu. Kalau sampai ia ketahuan membual, sudah pasti dirinya akan dimarahi habis-habisan olehnya. Sedangkan Harto menatap istrinya itu dengan tatapan menyelidik.
"Kalau sampai apa yang mereka katakan itu benar adanya, jangan harap kamu bisa tidur dengan tenang di rumah ini" ancam Harto.
Harto langsung menyalakan TV yang ada di rumahnya kemudian mencari berita atau infotainment yang kemungkinan memberitakan tentang Alex. Benar saja, salah satu channel dan acara berita disana terlihat Niken yang marah-marah hingga bersandiwara didepan banyak orang agar nama Grizz menjadi jelek.
__ADS_1