Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Tentang diriku


__ADS_3

Namaku Brenda Edelweis, aku kini berumur 23 tahun, sudah merintis usahaku sendiri sejak aku berumur 19 tahun. Kini aku memiliki 180 Toko pakaian, 165 Toko mainan anak, dan 193 gerai Makanan. Semua itu berada di bawah naungan Perusahaan Hoki Grup.


Ya, Aku adalah CEO nya. Maklum saja jika aku sudah sangat sukses di usia mudaku, aku Lulus dari salah satu Universitas I, saat umurku masih 18 tahun, dengan ipk tertinggi 4.0.


Tubuhku memiliki tinggi 165 cm. Bb ku, 55 kg yaaa cukup proposional, kulitku kuning langsat. dengan tai lalat yang menghiasi di bawah Mata sebelah kanan, dan lesung di kedua pipiku, menambah kesan manis yang membuat orang mudah berlama lama menatapku. Rambutku, pirang panjang terurai.


Hari ini, waktu menunjukkan pukul 08.00 aku bersiap dan bergegas pergi ke salah satu gerai makanan yang ke 93, yang baru saja akan ku resmikan pagi ini pukul 09.00.


Setelah Mandi, dan Sarapan aku bergegas, menyetir Mobil ferari warna hitam ku, menuju gerai Emas ku, itu sebutan sayang untuk tempat Usahaku, haha mungkin lain kali aku memang harus berbisnis emas betulan.


Waktu menunjukkan pukul 08.45, aku sudah sampai dan disambut oleh para pegawai ku.


"Selamat pagi Nona Brenda, bagaimana kabar anda hari ini ? " sambutan Ramah mereka padaku.


"Selamat pagi, kabar saya sangat baik hari ini." jawabku dengan penuh keramahan.

__ADS_1


"Semoga acara hari ini,Sukses dan berjalan lancar." ucap Asisten lamaku yang ku tempatkan disini untuk mengurusi gerai ku,


yang ke 93 ini.


"Ya, itu pasti dan harus," ucapku dengan tegas.


Karangan bunga, dan ucapan selamat. sudah banyak berjejer di depan toko hingga pinggir jalan, kiriman dari para kolega dan keluargaku, sejak kemarin hingga pagi ini menjelang waktu peresmian.


waktu menunjukkan tepat pukul 09.00. tamu undangan dan kolega serta keluargaku sudah datang semua.


Beberapa saat kemudian, pita sudah kupotong. gemuruh tepuk tangan dan ucapan selamat, pun ramai ku terima.


Setelah itu baru kami, memulai pembukaan toko dengan berbagi 1000 tester untuk para calon pembeli kami.


dan ternyata, setelah pembagian tester itu para pembeli pun mulai banyak berdatangan dan kami sampai kehabisan stok, untuk hari ini. dan banyak pembeli yang harus pulang dengan tangan kosong.

__ADS_1


tak terasa waktu pun menunjukan pukul 17.00 waktunya aku pulang.


"Haahh, hari berat namun, menyenangkan ini telah berakhir." Desahku..


Lalu aku mengendarai lagi ferari Hitam ku. Namun sebelum pulang aku mampir ke Restaurant Langgananku.


Restaurant ini adalah inspirasi ku, untuk selalu dapat berkembang, karena restaurant mereka selalu ramai setiap hari, bahkan mobil ku harus diparkir agak jauh dari restaurant . saking ramainya restaurant itu. dan juga fasilitas tempat parkir yang amat luas.


dari kejauhan nampak seorang lelaki yang tersenyum kepadaku, yaa, dia adalah pelayan di restaurant ini.


"Selamat datang Ms.Brenda... apa kabarmu, kuharap harimu menyenangkan." sapa pelayan lama, bernama Beno ini yang sangat hafal kepadaku.


"kabar ku hari ini sangat baik, dan hari ini adalah hari pembukaan gerai ku yang ke .


".

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2