
Beberapa hari kemudian...
Suara Handphone berdering...
"Siapa ?" tanya Frisya
"Kai... " ucap Brenda bersemangat .
Frisya tersenyum .
" Halo Kai... " ucap Brenda
"Hai Brenda, bagaimana kabar mu.. " tanya Kai.
"Aku dan mas Frisya baik baik saja, bagaimana dengan mu... kapan kau akan pulang ?" tanya Brenda
" Aku juga baik, Minggu depan aku pulang.. " ucap Kai.
"Waah.. Aku menunggu, segeralah pulang.. kami merindukan mu.. " ucap Brenda
"Apa mas Frisya ada bersama mu ?" tanya Kai
"Iya, bagaimana kau bisa tahu ?" tanya Brenda
"Ah, tidak.. aku hanya ingin bilang bahwa...
Aku merindukan mu.. " ucap Kai.
"Ah, iya.. segeralah pulang... " ucap Brenda
"Tunggulah sebentar lagi... " ucap Kai.
"Iya, aku menunggu... " ucap Brenda
"Nanti kita sambung lagi, ucapkan salam ku pada kak Frisya.. Bye Brenda.. " ucap Kai.
"Bye Kai... berhati hatilah.. " ucap Brenda kemudian mematikan handphone.
" Apa yang dia katakan ?" tanya Frisya
"Dia bilang dia sangat merindukan mu.. " ucap Brenda
" Ah, dia kamu bohong.. dia bahkan tidak berbicara dengan ku... " ucap Frisya
"Ah, itu karena dia sedang sibuk.. oh ya.. minggu depan dia akan pulang.. " ucap Brenda
"Benarkah.. " ucap Frisya terlihat senang.
" Iya, dia baru saja mengatakannya sendiri.. " ucap Brenda
" Ah, aku merasa senang... " ucap Frisya
__ADS_1
" Aku juga mas... " ucap Brenda
*******
Beberapa hari kemudian...
"Apa mas Frisya sudah akn berangkat bekerja ?" tanya Brenda
"Iya, hari ini mas ada meeting penting.. " ucap Frisya
"Jangan bekerja terlalu keras.. " ucap Brenda
"Haha, kamu tahu sendiri jika mas mu ini memang gila kerja.. " ucap Frisya
" Baiklah.. apapun itu, aku akan mendukung mas.. " ucap Brenda
" Baiklah sayang.. mas berangkat dulu " ucap Frisya sambil mencium kening Brenda.
" Jangan terburu buru... aku menanti kamu dirumah.. " ucap Brenda
Frisya tersenyum bahagia.
****
Frisya berangkat menuju Hoki Grup, untuk meeting dengan beberapa perusahaan.
Di ruang meeting...
Hari ini Frisya meeting dengan perusahaan GW, Tuan Seung dan beberapa karyawannya sudah bersiap dalam ruangan.
Namun, entah apa yang terjadi hari itu...
Frisya merasa Tuan Seung menatapnya berbeda, dia menatap Frisya dengan tatapan serius, namun Frisya menanggapinya enteng karena Frisya berpikir semuanya baik baik saja.
****
Rumah Brenda...
Brenda tengah merangkai bunga kesukaannya sebagai pengharum ruangan dan membuat rumahnya menjadi lebih asri.
Ditengah keasikan Brenda merangkai bunga, tiba tiba seseorang mengetuk pintu.
Brenda yang berada tidak jauh langsung pergi untuk membukakan pintu.
*Krekk...
"Siapa ?" tanya Brenda sambil membuka pintu.
Terlihat seorang wanita dengan pakaian berwarna merah da mengenakan kacamata hitam berdiri di depannya.
"Maaf, anda mencari siapa ? sepertinya aku tidak pernah melihat anda ?" tanya Brenda.
__ADS_1
"Kau melupakan aku ?" tanya seseorang itu.
Kemudian seseorang itu membuka kaca mata hitamnya...
"Ah.. kau... Serllyta... " ucap Brenda sambil setengah kaget.
Wanita itu tersenyum.
"Ada apa kemari ? " tanya Brenda keheranan.
"Aku mempunyai urusan dengan mu.. " ucap Serllyta
" Jika kau macam macam aku akan hubungi suami ku... " ucap Brenda ramah.
"Tidak, aku kemari dengan maksud baik.. " ucap Serllyta.
"Masuklah... " ucap Brenda.
Serllyta melihat sekeliling ruang tamu Brenda yang dihiasi banyak barang barang mahal dan sebuah foto mereka berdua yang terlihat sangat megah.
"Rupanya Frisya benar benar mencintai mu, aku tidak menyangka.. " ucap Serllyta
" Tentu saja... dia suami ku.. " ucap Brenda
" Apa menurut mu Frisya tidak terlalu terobsesi dengan mu ?" tanya Serllyta.
"Frisya terobsesi atau apapun itu sama saja yang aku tahu dia mencintai ku.. " ucap Brenda yakin.
"Brenda... kau tahu, Terobsesi dan Cinta itu hanya beda tipis.. " ucap Serllyta
" Oww, jadi kau tahu apa itu terobsesi dan apa itu Cinta ? haha angin apa yang membawa mu kemari untuk mengajari ku tentang cinta ?" tanya Brenda.
" Kita akan menemukan kebahagiaan saat mencintainya, walaupun dia tidak mencintai kita dan akan bahagia saat dia menemukan orang yang dia cintai, itu cinta. Dan Obsesi ? Dia mengatakan jika dia mencintaimu berkali kali, tapi dia tega merebut kebahagiaan mu, dan bahkan membuat mu kehilangan cinta mu selamanya, hanya agar kau kembali padanya. " ucap Serllyta panjang lebar.
"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan ?" tanya Brenda keheranan.
" Aku ingin bertanya pada mu.. Jadi, sebenarnya menurut mu Frisya itu mencintai mu, atau hanya terobsesi pada mu ?" tanya Serllyta.
"Tentu dia mencintai ku " ucap Brenda yakin.
"Sebenarnya aku kemari ingin menunjukan pada mu, siapa sebenarnya Frisya.. " ucap Serllyta.
Serllyta mulai mengambil senjata pamungkas miliknya yaitu alat perekam yang menjadi satu satunya bukti kejahatan Frisya.
"Apa ini ?" tanya Brenda
"Sesuatu yang akan menyadarkan mu.. " ucap Serllyta
"Kau pasti melakukan hal buruk pada mas Frisya.. " ucap Brenda sambil menolak mendengarkan alat perekam itu.
"Tidak ! percayalah... seorang wanita lemah seperti ku, bukan tandingan untuk pria seperti Frisya.
__ADS_1
"Memang benar apa yang kau katakan.. " ucap Brenda sambil mulai mengambil perekam itu dan mulai menyetelnya.
******