
"Ciiihhh... Apa ini nasi goreng kok manis banget, nasi apaan nih !!" ucap Brenda saat memakan nasi goreng buatannya sendiri.
Brenda langsung pergi ke dapur dan melihat bumbu bumbu yang ada.
"Bibikkk.... !!" teriak Brenda.
"Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu ??" tanya bik Sari
"Ini... siapa yang kasih tulisan garem di toplesnya gula ?" tanya Brenda
"Ah, maaf nyonya itu bukan saya... mungkin pak Ujang habis buat Kopi salah nutup.. " ucap bik Sari.
"Haloo... Gula buat masak sama buat kopi beda kali.. " ucap Brenda
"Benar nyonya, tapi itu khusus untuk anda dan tuan, buat kami.. ya gula masak ini nyonya.. " ucap bik Sari.
"Haduhh... suami ku aku buatin nasi goreng manis tau.. " kesal Brenda.
"Maaf nyonya, saya tidak teliti... " ucap bik Sari
"Mana aku tadi PD banget.. " ucap Brenda
****
Perusahaan FreeFood.
"Fris... Kumohon berhentilah untuk tersenyum senyum tanpa alasan yang jelas seperti itu, kau membuat ku takut. " ucap Rama
"Kau tahu Ram, hidup ku berubah total saat Brenda ada di dalam dekapan ku.. " ucap Frisya
"Ya, itu tergambar jelas.. kau jadi lebih lembut dan tidak segarang dulu.. " ucap Rama
"Rasanya aku ingin membagi kebahagiaan ku pada semua orang.. " ucap Frisya
"Ah, kau mulai lagi Fris... berhentilah menjadi bucin Brenda saat di kantor.. " ucap Rama
"Apa salah jika aku ingin orang lain merasakan kebahagiaan ku.. " ucap Frisya
"Tidak, tapi terakhir kali kau melakukan itu bukannya membuat mu semakin bahagia malah memunculkan masalah baru untuk mu.. " ucap Rama
"Kau... " ucap Frisya sambil cemberut.
*****
Hari ini, Serllyta kembali datang ke perusahaan FreeFood untuk menemui Frisya, namun dengan persiapan. Dia membawa perekam suara untuk berjaga jaga, berharap Frisya mau mengatakan yang sebenarnya terjadi pada kakaknya.
Rama melihatnya berjalan di lobi kantor.
"Berhenti !!" ucap Rama.
Serllyta menoleh...
" Tolong aku kali ini Tuhan.. " ucap Serllyta dalam hati.
__ADS_1
"Kau datang lagi, mengapa tidak pernah kapok.. " ucap Rama
"Apa ka akan berhenti saat Frisya benar benar melempar mu.. " ucap Rama tidak kalah ketus dari Frisya.
"Rama... ku mohon biarkan aku menemuinya kali ini saja... Sungguh ini terakhir kalinya, aku sungguh sangat ingin tahu tentang kakak ku, apa yang dia ucapkan saat itu, kumohon.. " ucap Serllyta memohon.
"Tunggu disini sebentar.. " ucap Rama
Rama kembali ke ruangan Frisya.
"Fris... " ucap Rama
"Kau kembali ?" tanya Frisya
"Wanita ****** itu ingin menemui mu lagi, dia bilang ini yang terakhir.. " ucap Rama
"Haahh... suasana hati ku sedang baik.. bawa dia kemari.. " ucap Frisya
Rama mengangguk....
"Kau boleh masuk, namun segeralah pergi saat Frisya meminta mu pergi.. " ucap Rama
"Terimakasih Rama... aku berhutang budi pada mu.. " ucap Serllyta
"Haah ~ jangan terlalu berharap banyak.. " ucap Rama
Serllyta segera menyiapkan alat perekam miliknya.
"Frisya... " ucap Serllyta.
"A aku sangat takut, maka dari itu aku kemari ingin meminta maaf pada mu atas segala tindakan ku tempo hari... " ucap Serllyta
" Aku maafkan... " ucap Frisya dingin sambil meneguk minuman dinginnya.
Tiba tiba suara handphone berdering..
"Halo sayang... " ucap Frisya
"Mas Frisya... kamu ngapain ? udah makan sayang ?" tanya Brenda
" Masih belum waktu jam makan siang sayang.. " ucap Frisya
"Hehe iya ternyata masih setengah jam lagi.. " ucap Brenda
"Apakah sudah rimdu ?" tanya Frisya
"Sebenarnya... "ucap Brenda
"Ada apa sayang... " ucap Frisya
"Aku ingin meminta maaf untuk nasi goreng tadi pagi... " ucap Brenda
Frisya membelalakan matanya.
__ADS_1
" Darimana kamu tahu jika manis ? bukankah mas sudah menghabiskannya tidak bersisa.. " ucap Frisya
"Benar kamu makan dengan lahapnya.. tapi tadi tersisa sedikit membuat ku penasaran untuk mencoba dan ternyata manis.. huhuhu maafkan aku ya sayang... " ucap Brenda
"Haha.. kamu sangat manis sekali Dek...meskipun setiap hari makan seperti itu asal kamu yang membuat itu bukan masalah besar.. " ucap Frisya
"Benarkah ? terimakasih... aku mencintaimu.. " ucap Brenda
"Mas juga sangat mencintai mu... " ucap Frisya
"Baiklah maaf mengganggu aktivitas kerja kamu mas.. bye mas Frisya love u.. " ucap Brenda
"I love u too sayang.. " ucap Frisya sambil mematikan teleponnya.
Serllyta yang masih terduduk di hadapan Frisya, merasa sangat kesal dan muak dengan percakapan mereka berdua.
"Kau dengar ? haha itu istri ku... Brenda, wanita berkelas yang mampu meluluhkan hati ku.. " ucap Frisya bangga.
"Hah ~ Kau berlebihan, aku juga bisa melakukan hal seperti itu. " ucap Serllyta.
"Tidak... Tidak !! kau tidak akan bisa melakukan hal seperti itu, kalian berbeda.. kau itu hanya sekelas dengan wanita wanita seperti kakak muitu.. " ucap Frisya sambil tertawa geli.
Serllyta tersinggung dengan ucapan Frisya.
"Lalu ? seperti apa wanita sekelas kakak ku itu.. " ucap Serllyta mencoba untuk meredam emosi agar bisa mendapatkan lebih banyak informasi dari Frisya.
Frisya mulai kehilangan kontrol atas ucapannya.
"Haaah~~ Kakak mu itu sangat bodoh, dan sangat mudah dipengaruhi.. hahaha " ucap Frisya sambil tertawa cekikikan.
"Kau memintanya untuk membunuh ?" tanya Serllyta
" Kau pikir aku akan melakukannya ? hahaha tentu saja tidak, aku hanya memintanya untuk berpikir untuk apa dia hidup jika terus menderita seperti itu, bukankah lebih baik pergi saja dengan orang yang dia cintai... " ucap Frisya.
Deg !
" Saat itu kakak ku sedang tidak stabil dan kau mengatakan itu ?" tanya Serllyta.
"Yaa... Apa aku salah ?" tanya Frisya dengan wajah berseri.
"Apa kau tidak tahu jika pria yang dikejar kakak ku itu adalah calon suami Brenda saat itu ?" tanya Serllyta.
"Kau pikir jika aku tidak tahu itu, aku akan sudi mengenal kakak mu yang murahan itu ?" ucap Frisya dengan nada menghina.
Hati Frisya benar benar sangat senang hingga membuatnya lepas kendali atas ucapannya, ini adalah hal paling sembrono yang pernah Frisya lakukan dalam hidupnya.
"Kau... ( Tidak mampu lagi menahan amarah ) Bagaimana bisa kau tega melakukan hal seperti ini Fris..." ucap Serllyta.
"Apa yang aku lakukan ? aku tidak melakukan apapun.. "ucap Frisya
"Kau dalang dari semua ini, aku akan membalas semua kejahatan yang kau lakukan.. " ucap Serllyta sambil menangis sesegukan.
Serllyta langsung beranjak pergi.
__ADS_1
"Dia pikir apa yang bisa dia lakukan pada ku.. hahahahahaahha... " ucap Frisya sambil tertawa.
*******