Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Pernikahan Debora & Frisya


__ADS_3

Pernikahan Debora dan Frisya hanya tinggal 1 hari lagi, namun Frisya masih enak enakan dengan Brenda di atas ranjang.


Sejatinya, Brenda tahu jika Frisya akan segera menikah dengan Debora, namun sayangnya dia tidak mengetahui bahwa besok adalah hari H pernikahan Debora dan Frisya.


Undangan yang sudah di sebar, sengaja tidak dikirim ke alamat Brenda, melainkan ke alamat Gun Woo, dengan tujuan agar Brenda datang tanpa harus berpikir panjang.


Gun Woo menghubungi Brenda, namun sayangnya handphone Brenda mati, Gun woo menghubungi rumah namun ternyata Brenda tidak pulang sejak semalam, ungkap bik Sari.


Rama menyadari, pasti ada yang terjadi di antara Brenda dan Frisya semalam, hingga sekarang dia belum juga kembali ke kantor pikir Rama.


Rama mengirim pesan pada Frisya.


"Hai mempelai pria, saat kau menerima pesan ku.. segeralah datang kegedung pernikahan mu, lihat pelaminan mu dan lakukan fitting baju pengantin mu." Rama


Namun tidak kunjung ada balasan.


Brenda dan Frisya pergi bersenang senang di taman hiburan seharian, mereka sungguh sungguh sangat bersenang senang seperti sepasang kekasih.


Dan saat malam hari, Mereka pergi ke salah satu apartemen milik Frisya mereka kembali menginap.


Brenda, tidak menyia nyiakan waktu, dia masih tetap melakukan hal yang sama seperti hari pertama, yakni memberi kecupan di seluruh tubuh Frisya.


Sungguh tubuh frisya seperti di sengat lebah seluruh bagian tubuh nya.


Setelah lelah dengan semuanya Brenda menanyakan sesuatu.


"Mas Frisya... aku tahu.. kaku akan segera menikahi Debora.. tapi kapan itu waktunya ?? apakah kau tidak mengundang ku ??" tanya Brenda.


"Aku masih bersantai, belum berpikiran secepat itu.." ucap Frisya tak sadar dengan apa yang dia ucapkan.


Setelah itu mereka tertidur lelap.


*****


Keesokan harinya.....


"Mass.. aku sudah 2 hari kabur... aku akan pulang.. jaga dirimu baik baik yaa.. cup.." ucap Brenda.


"Hm.. mas masih rindu.." ucap Frisya.


"Bukankah kau masih lama menikahinya ??? begitupun dengan ku.. kuharap kita masih bisa bertemu di lain hari.. bye mas Frisya ku sayang.." ucap Brenda.


"Bye sayang... rindukan aku.." ucap Frisya.


"Iya... " ucap Brenda sambil melambaikan tangan.


***** Gedung Resepsi Debora & Frisya


"Sudah setengah jam ini.. mana mempelai pria nya ??" tanya Pak penghulu.


"Sabar pak sebentar lagi saya masih menghubungi mempelai pria nya.." ucap Rama.


"Haduh, biasanya kalo di tv sinetron sinetron gitu yaa.. ini mempelai pria nya pergi dengan kekasihnya, gak jadi nikah gitu..hehehehe" Pak penghulu terkekeh sendiri diikuti oleh para undangan.


"Sialan kau Friss. dimana kauu... bagaimana ini bisa kau lakukan bodoh..." umpat Rama.


"Apakah juragan itu benar benar tidak akan datang.." ucap Debora.

__ADS_1


"Hai, jangan katakan itu, dia pasti datang.." ucap Rama menenangkan Debora yang terlihat menyedihkan.


****Apartemen Frisya.


Frisya bersiul dengan senang nya, bisa menghabiskan waktu bersama Brenda, dia berjalan hendak mengambil handphone nya, lalu terdengar suara handphone berdering.


"Wauuw.. Rama.. 150x panggilan.. ada apa dengan nya.." ucap Frisya santai.


"Halo ??" angkat Frisya.


"Hai Brengsek darimana saja kau.. mengapa baru mengangkat telfon ku..." ucap Rama kasar.


"Hai anjing... berani sekali kau berkata begitu pada ku.. apa kau ingin miskin mendadak ??" ancam Frisya.


"Terserah kau Friss, tapi aku hanya ingin menyelamatkan kehormatan mu, sebagai CEO Boom&Food." jelas Rama.


" Apa Maksud mu ?? jelaskan sebelum aku membunuh mu." ucap Frisya.


"Apa kau lupa jika hari ini adalah hari pernikahan mu dengan Debora.. kami sudah menunggu mu sejak 1 jam yang lalu. Bunuh aku nanti, tapi sebelum kau membunuh ku, aku akan menyelamatkan kehormatan mu terlebih dahulu." ucap Rama


"Apa ?? Pernikahan kata mu ?? aku dan Debora hari ini ??" tanya Frisya.


"Kau jangan berpura pura lupa dengan ini." ucap Rama.


"Bagaimana kau bisa lancang mempersiapkan pernikahan ku tanpa ku pinta??" tanya Frisya.


"Hai tuan mudaa, apa kau lupa.. kau bilang pada ku jika pernikahan mu akan di laksanakan seminggu setelah resign Debora dari Hoki Grup dan Debora yang harus melakukan segala persiapannya, Bagaimana kau bisa lupa..???" jelas Rama.


"Aku sungguh sungguh lupa.. " ucap Frisya merendah.


"Cepat datang, aku akan mengulur sedikit waktu." ucap Rama.


"Benarkah ??? Sayangnya semua pegawai kolega mu dan rekan kerja mu sudah datang semua.. jika kau membatalkan pernikahan ini, bukankah artinya harga diri dan kehormatan mu juga di pertaruhkan." ucap Rama mulai getir mendengar tuannya enggan datang pada pernikahan nya.


"Sial, Bagaimana ini bisa terjadi..." ucap Frisya.


"Aku sudah melakukan perintah mu dengan baik tinggal kau yang Friss.. aku berharap kehormatan mu tidak terluka."


"Apakah Brenda datang ?? " tanya Frisya.


"Tunggu.." ucap Rama sambil melihat sekeliling.


"Bagaimana... ??" tanya Frisya.


"Astaga, dia baru saja datang dengan Gun Woo Friss.. " ucap Rama.


"Sial sial sial... " Frisya mematikan teleponnya dan membantingnya.


Frisya kini berada di tengah tengah masalah yang sama sama akan membunuh nya.


Satu sisi Kehormatannya yang dilukai atau satu sisi lagu wanita yang amat sangat dicintainya terlukai.


Frisya segera membersihkan diri, setelah itu segera berpakaian, namun.. saat hendak berpakaian dia melihat bekas kecupan Brenda yang amat banyak ditubuhnya, membuatnya kembali ingat jika dia akan melukai Brenda saat dia hadir disana.


Frisya segera memakai pakaian dengan kera leher yang tinggi untuk menutupi bekas ** dari Brenda yang nampak jelas di lehernya.


Frisya pun berangkat menuju gedung pernikahan nya.

__ADS_1


Flashback On.


*** Rumah Brenda.


Brenda baru saja memasuki rumahnya dan hendak masuk ke dalam kamar nya. Namun sapaan seseorang menghentikan langkahnya.


"Darimana saja kau Brenda..."


Brenda langsung menatap arah dari suara itu.


"Abang Gun Woo... Maaf ya.. aku tidak mengabari mu.. aku sangat sibuk mengajari meta.. dia sangat menyebalkan, dia terlalu sering membuat kesalahan jadi aku bermalam disana.." ucap Brenda manja dan berbohong.


"Benarkah ???" tanya Gun woo


"Hmm.. ya sudah jika tidak percaya.." ucap ku


"ah, tidak.. aku percaya dengan mu Brenda.. aku kemari mengajak mu datang ke pernikahan seseorang yang pastinya akan membuat mu lega." ucap Gun Woo.


"Benarkah ??? siapa yang akan menikah ??? kita ??? " ucap Brenda.


"Haha, jika ini hari pernikahan kita dan kau menghilang selama 2 hari, aku sudah pasti akan menjadi gila." ucap Gun Woo.


"Hehe.. aku gak bakalan ngilang lagi, janji.." ucap Brenda.


"Ya sudah segera bersiaplah berdandan secantik mungkin agar dunia tahu wanita ku sangat cantik sempurna." ucap Gun Woo membuat ku malu.


"Baiklah beri aku waktu 40 menit.." ucap Brenda.


"Haii, kita sudah terlambat lama.. aku beri 15 menit yaa.. " ucap Gun Woo.


"Hmm.. itu mah cuman mandiin kaki ku aja kali.. bang.." keluh Brenda.


"Udah sana.. cepet... ntar nyesel lo kalo ngelewatin ini.."


"Yayaya.. aku segera selesai.." ucap ku.


Setelah itu Brenda dan Gun Woo segera berangkat ke pernikahan seseorang yang masih di rahasiakan Gun Woo.


******* Gedung Resepsi Debora & Frisya


"Duh sayang... mana sihh.. lama banget mempelainnya gak dateng dateng.. kzl dehh.." ucap Brenda.


"Sabar yaaa.. mungkin jalanan macet kan gak tahu.." ucap Gun Woo menenangkan.


1 jam kemudian...


"Pak penghulu Mempelai nya sudah siap." ucap Rama.


"Ayo segera panggil... kita harus segera mulai kasihan yang lain ini nungguin juga.." ucap Pak penghulu.


Brenda yang tadinya berbincang dengan Gun Woo tentang dekorasi pernikahan yang mereka hadiri terhenti saat melihat kedua mempelai memasuki tempat akad .


"Astaga ya ampun... Deg.. Deg.. Deg... ( otak Brenda seperti memutar film kebersamaannya dengan mas Frisya 2 hari lalu, juga saat Frisya mengatakan jika tidak secepat itu ingin menikahi Debora.) Mas Frisya... Debora... jadii... yang kamu maksud tadi adalah mereka.." ucap Brenda sambil menahan bulir air matanya.


Beberapa menit kemudian, pernikahan Debora dan Frisya pun telah dilaksanakan. setelah itu Brenda dan Gun Woo memberikan selamat pada Debora dengan hangat sedang dengan Mas Frisya, Nampak sekali penyesalan di mata mas Frisya, Brenda tahu jika Gun Woo sedang memperhatikan nya. maka Brenda mencoba untuk biasa saja dan beramah tamah sewajarnya pada Frisya.


Frisya yang melihat ekspresi Brenda pun bertambah kecewa.

__ADS_1


**********


__ADS_2