
Brenda memberi salam dan Ibu panti segera menyambut mereka berdua.
"Nyonya datang juga.. mari masuk.." ucap ibu panti.
"Iya, sepertinya ada yang kami lupakan disini, saya rasa ini tidak benar.." ucap mami.
"Mari duduklah dulu, biar saya buatkan minum.." ucap Ibu panti.
"Nyonya, jangan repot repot... " ucap Mami
" Gak papa tolong tunggu sebentar.. " ucap Ibu panti
Beberapa saat kemudian...
"Silahkan diminum dulu.. " ucap Ibu panti.
"Iya, terimakasih " ucap Mami.
"Bu, maaf saya tidak mau terlalu lama berbasa basi, jujur saya penasaran dengan apa yang ibu katakan kemarin.." ucap Brenda
"Iya nyonya, padahal saya merasa dulu kita sangat dekat, tapi mengapa saya tidak mengingat apapun... " ucap Mami
"Saya sendiri disini bingung harus memulai cerita ini darimana.. " ucap Ibu panti.
"Katakan saja sebisa ibu, kami akn mencoba untuk memahaminya.." ucap Brenda
Mami mengangguk ria.
"Kita semua tahu kamu lahir dan menghabiskan masa kecil kamu selama 13 tahun disini, dulu sejak kecil kamu sering main di panti asuhan ini dan memiliki seorang sahabat yang bernama Bella. " ucap Ibu panti
"Bersahabat dengan Bella ??" tanya Brenda dalam hati.
"Hingga kira kira kamu berumur 6 tahun, seorang anak yatim piatu yang baru saja ditinggal kedua orang tuanya dan kedua saudaranya karena kecelakaan besar, datang dan menjadi anggota dari panti ini." ucap Ibu panti.
__ADS_1
"Sejak awal kami sudah merasa jika anak ini memerlukan perhatian khusus untuk menyelamatkan dia dari rasa trumanya karena kehilangan seluruh keluarganya." ucap Ibu panti.
"Sejak awal kehadirannya kami memang sudah dibuat sangat repot, tapi kami sangat menyayanginya. Kami berusaha untuk melakukan pendekatan dengan berbagai macam cara, namun hasilnya tetap nihil " ucap Ibu panti mulai menitihkan air mata mengingat kembali kenangan lalu.
"Sikapnya sangat dingin pada semua perawat disini, semakin lama tubuhnya menjadi kurus kering, sering keluar masuk rumah sakit... kami sampai kehabisan banyak biaya karena dia, dia juga tidak mau bicara dan bermain dengan teman sebayanya." ucap Ibu panti.
"Hingga suatu hari dimana dia bertengkar dengan dua anak panti disini, dia dipukuli hingga terluka cukup parah, sedang kamu yang sedang bertengkar dengan Bella tidak sengaja lewat sana dan melihat itu semua langsung melemparkan sesuatu pada anak anak itu dan membuat salah satunya pingsan dan satunya lagi lari. " ucap Ibu panti.
"Maksud Ibu, Rama dan anak laki laki satunya lagi itu ?" tanya Brenda
"Iya, dan kamu sudah pasti tahu siapa yang Ibu ceritakan ini.. " ucap Ibu panti.
"Mas Frisya ? ahh.. maksud Brenda Rakhman ?" tanya Brenda
Ibu panti mengangguk.
Semenjak kejadian itu semuanya berubah dalam waktu semalam.
"Rakhman dia menjadi anak yang sangat ceria, dan mulai mendekati kamu... Apa kamu tidak ingat ?" tanya Ibu panti.
"Nyonya.. anda masih belum bisa mengingat apapun ? " tanya Ibu panti.
"Maaf, saya belum ingat apapun.." ucap mami.
"Sejak saat itu Kamu, Rakhman dan Bella menjadi sahabat, dan Ibu pikir Rakhman saat itu sudah berubah dan tidak perlu diperhatikan secara khusus." ucap Ibu panti.
"Tapi ternyata Ibu salah... " ucap Ibu panti langsung terdiam dengan mata berkaca kaca.
Brenda seperti terikut merinding melihat mata Ibu panti, matanya seperti menelusur jauh kedepan, matanya berkata lebih banyak daripada bibirnya.
Brenda menyentuh bahu Ibu panti sambil mengelusnya.
"Kalo ibu rasa tidak mampu sudah jangan katakan apapun lagi... Brenda tidak tega melihatnya.." ucap Brenda
__ADS_1
Ibu panti memeluk Brenda.
"Nyonya anda memiliki putri yang sangat hangat.. " ucap Ibu panti.
Mami yang sedari tadi diam, sebenarnya merasakan sedikit pusing saat mendengar kisah yang diceritakan oleh Ibu panti.
Mami Brenda kebingungan.
"Ini karena aku yang lelah, atau memang ceritanya yang membosankan ?" ucap Mami dalam hati.
Ibu panti mengambil nafas panjang.
"Rakhman mulai benar benar menunjukkan betapa menakutkannya dia... " ucap Ibu panti.
"Maksud ibu ?" tanya Brenda
"Mungkin karena kamu dan Bella sama sama perempuan jadi kalian lebih dekat dan lebih akrab daripada Rakhman dengan kamu... " ucap Ibu panti
Kepala mami semakin menjadi jadi rasanya, jantungnya berdegub kencang.
" Apa ini ? Mengapa rasanya aneh " ucap Mami sambil meminum teh yang diberikan oleh Ibu panti tadi berharap membuatnya lebih tenang.
"Rakhman mulai menunjukkan sikap sikap anehnya, dia mulai suka berlama lama memperhatikan kamu, mengikuti kamu bahkan sampai masuk kamar mandi dia pun ingin ikut." ucap Ibu panti.
Nafas mami mulai tidak nyaman. Kepalanya seperti memutar gambar gambar klise yang menakutkan baginya.
"Tidak sampai disitu... dirumah kamu juga.. dia mulai sering datang dan menjadi seperti bagian dari keluarga kalian." ucap Ibu panti.
"Aaaaaaahhhhh hentikan !!! " teriak mami sambil memegangi kepalanya.
"Mami.. kenapa ?" tanya Brenda.
"Nyonya anda baik baik saja ??" tanya Ibu panti.
__ADS_1
*******