
Keesokan harinya...
Seperti biasanya aku pergi ke kantor, Aku menerima banyak karangan bunga ucapan selamat ulang tahun yang berjejer indah memenuhi halaman perusahaan Hoki Grup.. Tidak hanya karangan bunga, bucket bunga serta hadiah hadiah pun memenuhi ruangan kantor ku.
"Astaga apa yang terjadi dengan ruangan kerja ku ??" Brenda menyeritkan dahi, sambil berjalan menuju tempat Debora.
"Siapa yang berani membuat ruangan ku seperti itu." lanjut Brenda.
"Hehehe, maaf kan saya Nona Brenda. sebenarnya saya sudah tidak memperbolehkan mereka. tapi mereka bilang, jika tidak diperbolehkan, kontrak akan mereka batal kan. bukankah itu konyol Nona Brenda?? Jadi, saya tidak memiliki pilihan, hehe". Ucap Debora seraya menatap wajah kesal ku.
"Yang ka lakukan memang benar. terimakasih.. kau menyelamatkan ku."ucap ku tak berdaya.
"Nona Brenda, ini hadiah dari Saya, bukan hadiah yang mewah tapi, semoga anda berkenan menerimannya." ucap Debora tulus.
Aku membuka hadiah dari Debora.
"Astaga Debora.... bukankah tugas mu sudah cukup banyak, mengapa kau masih sempat membuat ini." Seraya melihat Syal indah yang di rajut dengan bertuliskan nama ku.
"hehe, Nona Brenda, saya sudah tidak memiliki saudara ataupun keluarga. dan selama ini saya menganggap anda saudara saya, maaf atas kelancangan saya sudah mengganggap anda saudara saya." ucapnya sambil tertunduk.
"Iya iya, terimakasih sudah mendampingi ku. ini hadiah yang indah , aku akan menggunakan nya."ucap ku.
"Terimakasih ..Anda memang terbaik Nona Brenda." ucap Debora.
"Kau seperti pacar ku saja. sudah lah segera bereskan bunga dan semua kado kado itu, aku akan segera bekerja " sahut ku.
"Baik Nona Brenda, tapi mohon bersabarlah.. karena tahun ini, Bunga dan Kado yang datang jumlahnya 3 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya."
"3 kali lipat ??? bagaimana bisa begitu ??" tanya ku.
" Tentu saja Nona Brenda, sekarang umur anda sudah 29 tahun. Bukankah itu waktu yang cukup untuk menikah?? " Sahut Debora.
"Menikah ?? Astaga... Kau benar Debora... jadi mereka mendekati ku, hanya agar aku mau menikah dengan mereka.".
"Tentu saja Nona Brenda, siapa yang tidak kenal Seorang Brenda Edelweis gadis muda yang sukses di usianya yang masih remaja, tentu mereka akan berebut meminta anda untuk menjadi istrinya."
__ADS_1
"Apakah 29 tahun memang waktu yang pas untuk menikah ?? entahlah.. aku akan melihat gerai saja sebelum ruangan ku selesai dibersihkan."
"Baik Nona Brenda, semoga hari mu menyenangkan."
Aku segera pergi keluar dari perusahaan Hoki Grup. disana ada seorang Pria berkulit putih, tinggi, wajahnya terlihat tampan dan sangat manis dengan bentuk bibir yang Indah, jarang di miliki kebanyakan orang.
"Hai Nona Brenda...". pria itu menyapa.
"Hai, juga.. apa kita pernah bertemu ?".
"Kurasa belum, perkenalkan Aku Seung Gun woo."
"Hai, aku Brenda Edelweis, salam kenal... maaf, Apakah kamu Orang Korea ?? Namamu, asing di telinga ku."
"Ya, kau benar... senang bertemu denganmu Nona."
"Ah Ya... senang juga bertemu denganmu apa yang membawa mu kemari ??" Seraya aku tersenyum sendiri melihat ketampanan nya,
"Pantesann ganteng banget yakk, opa opa ternyata haha" ucap ku dalam hati.
"Hm, Baiklah.. aku juga sedang tidak bisa bekerja hari ini." seraya dia segera membukakan pintu mobil untuk ku.
"Silahkan Nona Brenda." Seraya mengulurkan tangannya.
"Terimakasih." Seraya aku menyambut uluran tangan nya.
"Baiklah, kita akan berjalan jalan sebentar, semoga kau menyukai nya, Nona Brenda."
"Panggil saja Brenda. Oh iya kau berasal dari perusahaan mana ?? mengapa aku tidak pernah melihat mu ??" tanya ku.
"Aku putra tunggal dari perusahaan Boomba, yang juga akan mewarisi perusahaan Hong&Food milik kakek ku." dia menjelaskan.
"Ah, kurasa kau di lahirkan dengan banyak keberuntungan tuan Gun woo." Seraya aku mengirim pesan pada Debora.
*****
__ADS_1
"Debora tolong cari tahu, siapa Seung Gun woo dan benarkah dia putra dari pemilik perusahaan Boomba, dan cari tahu juga dimana dia sekarang." Brenda
" Baik Nona Brenda." **Debora
*******
"Ya, sepertinya begitu. oh ya Bukankah tadi kau bilang, jika kau tidak bisa bekerja hari ini mengapa ??" Lanjut Gun woo.
"Hari ini aku berulang tahun, jadi banyak sekali hadiah dan bunga yang di berikan, tidak cukup hanya di halaman dan lobi, bahkan ruangan ku pun di tempati bunga dan hadiah."
"Apakah kau tidak memiliki pacar ??"
"Tidak, aku sudah cukup lama menyendiri."
"Baguslah, jika memang begitu.. aku memiliki hadiah untuk seseorang yang lama menyendiri seperti mu Brenda."
"Ada ada saja." jawab ku.
Suara pesan masuk.
"Nona Brenda, apa yang anda cari sudah saya temukan dan juga sudah saya kirim lewat email anda, silahkan anda cek." Debora
Aku langsung mengecek email ku.
Seung Gun Woo, 1 January 1994, putra semata wayang Boomba, dan Pewaris tunggal Hong&Food, dann dia sekarang sedang ada di Indo dann blablablabla...
hmmm... ya benar ini fotonya juga sama, aku jadi lega.
Aku membaca dalam hati sambil menyenderkan lengan ku di pintu.
Tidak terasa 1 jam sudah perjalanan kami, dia mengajak ku pergi ke puncak, disana ada vila milik keluarganya.
************
__ADS_1
Bersambung...