Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Mungkin itu yang terbaik


__ADS_3

"Apa kesalahan ku, hingga kalian berhak berbuat jahat pada ku.." lanjut Brenda.


Rama dan Debora terdiam, tidak mampu menjawabnya.


"Rama lakukan sesuatu... Aku sangat khawatir dengan kondisi nona Brenda.. " ucap Debora.


"Ah, Bren... maafkan kami, dan kari bicara... " ucap Rama memohon.


"Tidak, kalian hanya akan terus membohongi ku, sudah pergilah anak ini akan menjadi urusan ku, karena kalian sendiri yang mengatakan bahwa dia adalah anak Frisya." ucap Brenda


"Apa yang akan anda lakukan ?" tanya Debora.


"Hai, aku masih istri sah Frisya, aku akan membesarkan anak ini... sudah pergilah.. " teriak Brenda.


"Rama.... lakukan sesuatu, aku tidak bisa membiarkan nona Brenda melakukan hal ini pada ku.. " Debora menangis sesenggukan.


"Baiklah, kami akan mengatakan apa yang ingin kau dengar, jika perlu kami akan melakukan apapun seperti kemauan mu, tapi tolong kembalikan anak itu.. " ucap Rama bernegosiasi dengan Brenda.


"Tidak, sudah terlambat... kau yang meminta ku untuk memilih menjadi kasar..." ucap Brenda masih kekeuh dengan pendiriannya.


Tidak mau kalah dari Brenda, Rama dan Debora terus memohon. Brenda masih tetap dengan pendiriannya.


"Pergilah kalian, aku akan beristirahat.. jika sampai kalian mengganggu tidur ku, aku tidak akan segan segan melempar anak ini.." ancam Brenda.


"Ram, haruskah kita menghubungi polisi ?" tanya Debora.


"Aku rasa belum saatnya, Brenda tidak seperti itu... kita masih bisa menunggu sedikit lagi.." ucap Rama.


Debora tidak bisa melakukan apapun selain menuruti keinginan Rama.


"Brenda !! kami akan tetap disini, kami tahu kau orang baik, kau tidak akan melukainya.. sampai kapan pun kami akan tetap disini !!" teriak Rama.


Sayangnya Brenda tidak menggubris perkataan Rama dan tidak kunjung muncul hingga pagi menjelang.


Sedang Rama dan Debora masih terjaga, menunggu agar Brenda berbelas kasih mengembalikan Zain.


*Pagi harinya pukul 8 pagi...


Brenda keluar menuju balkon rumahnya untuk menikmati udara pagi yang segar sebelum dia berangkat bekerja, seketika kaget saat melihat Rama dan Debora masih tidak beranjak dari tempat mereka.

__ADS_1


"Bren, bisakah kita bicara sekarang... lihat Debora mulai menggigil tubuhnya demam." ucap Rama.


" Mengapa kau tidak pergi ? Laporkan aku pada polisi, aku juga akan menjalani hidup seperti Frisya.. " ucap Brenda


" Kau sangat mencintai Frisya ?" tanya Rama.


" Banyak yang kami lewati bersama, namun sayangnya kami masih tidak bahagia, kehidupan macam apa ini, kami berakhir menyedihkan.. " ucap Brenda


"Dan kalian, masih juga membohongi ku... kalian tidak hanya orang kepercayaan Frisya, tapi juga kepercayaan ku, tapi kalian mengkhianati ku.." ucap Brenda Sedih.


"Baiklah jika kau tidak membiarkan aku bicara dengan baik, maka dengarkan aku bicara disini." ucap Rama


" Memang mengapa jika Frisya masuk penjara ?? Biarkan saja Frisya masuk penjara, dia sudah banyak melakukan kesalahan... dia pantas mendapatkannya... " ucap Rama.


"Biarkan dia mendapatkan balasannya atas apa yang sudah dia lakukan, biarkan dia menjadi orang yang baru, bantu dia berubah" ucap Rama membuka pikiran Brenda.


"Tapi dia menceraikan ku, sungguh aku tidak ingin mengakhiri ini.. " ucap Brenda mulai menangis.


" Bercerai saja, turuti apapun kemauannya... Biarkan api dalam dirinya memadam, aku tahu Frisya sangat mencintai mu, dia melakukan segalanya hanya untuk bersama mu, tunggulah sebentar lagi.." lanjut Rama.


" Biarkan Frisya menyadari kesalahannya, setelah dia keluar, baru kau bisa kembali bersamanya.. aku yakin itu.." ucap Rama meyakinkan Brenda.


" Tentu saja... Maafkan kami yang sudah membohongi mu, tapi kau tahu berapa banyak yang bisa kami lakukan saat Frisya meminta sesuatu dari kami, jika kami menolak dia akan melakukan hal yang lebih gila lagi.." ucap Rama.


"Jadi, katakan, anak siapa dia sebenarnya...?" tanya Brenda.


"Dia.. dia anak kami, atau lebih tepatnya sekarang anak Debora yang akan menjadi anak kami.. " ucap Rama.


"Jangan bertele-tele, apa yang ingin kau katakan ??" ucap Brenda kesal.


"Dia anak panti asuhan tempat kita dulu Bren, aku akan menikahi Debora, jadi aku ingim dia tahu siapa dan darimana asal ku, aku membawanya ke panti kita dulu, lalu aku dan Debora jatuh cinta pada anak itu, akhirnya kami mengadopsinya, kau bisa menanyakan hal ini pada ibu panti.." ucap Rama jujur.


Setelah itu, Brenda menghilang dari balkon rumahnya...


Rama merasa tidak bisa melakukan apa-apa lagi, dan hendak pulang karena melihat keadaan Debora yang demam.


"Aku akan membawa Zain pulang nanti, sekarang kau kuantar pulang dulu.." ucap Rama.


"Apakah Zain baik baik saja ?" tanya Debora.

__ADS_1


"Tentu saja, aku yakin itu... Kau tahu, sampai sekarang aku belum mendengar Zain menangis, dia pasti diperlakukan sangat baik, percayalah pada ku aku akan membawanya pulang." ucap Rama meyakinkan Debora yang sedang sakit.


Beberapa saat kemudian, saat Debora dan Rama sudah masuk mobil.


"Tunggu.... " ucap Brenda dari belakang mobil.


Seketika Rama dan Debora melihat keberadaan Brenda yang tengah menggendong Zain.


"Zain.... !!" teriak Debora sambil berlari mendatangi Brenda namun tidak berani mengambil Zain.


" Nona Brenda, anda seorang panutan bagi ku, anda tahu itu... aku tahu anda orang baik, bisa anda kembalikan putra ku, aku tidak bisa hidup tanpa dia.. " Debora sedih.


" Ambillah, dia anak yang sangat lucu, dia tidak rewel saat semalam tidur dengan ku.." ucap Brenda.


" Benarkah... Terimakasih sudah memperlakukan dia dengan baik.. " ucap Debora sambil menunduk.


" Saya pasti akan membalas kebaikan anda nona Brenda... " ucap Debora


"Maafkan kami, kami tidak berdaya melawan Frisya, mungkin itu berbeda dengan mu, tapi kami tidak. " ucap Rama.


"Baiklah, jika memang seperti itu... Aku akan mengikuti perkataan mu, aku akan membiarkan Frisya tetap di penjara dan kami akan bercerai, tapi... " ucap Brenda.


"Tapi apa? " tanya Rama.


" Tapi kalian harus berjanji kelak saat Frisya sudah keluar dari penjara kalian akan membantu ku untuk mendapatkan dia kembali.. " ucap Brenda


"Aku rasa itu bukan hal yang buruk.." ucap Rama.


"Dan jika kalian kembali membohongi ku... aku akan mulai menyingkirkan orang orang yang kalian sayangi, silahkan kalian coba jika kalian tidak percaya dengan ucapan ku.." ucap Brenda dingin.


" Kami berjanji nona Brenda, maafkan kami, kami tidak akan mengulangi ini lagi.. " ucap Debora.


"Akan aku ingat ucapan mu.." ucap Brenda


Beberapa saat kemudian Debora dan Rama pergi meninggalkan rumah Brenda.


Debora bersyukur karena bisa membawa kembali pulang putranya dengan selamat. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika sampai semalam benar benar putranya yang dilempar oleh Brenda .


"Apa yang dilakukan nona Brenda tidaklah sepenuhnya salah, sekarang kau sudah akan berkeluarga Ram, sudah saatnya kau memihak kami, dan jangan terlalu memprioritaskan Frisya, dia juga memiliki kehidupan sendiri.." ucap Debora.

__ADS_1


"Aku akan mulai memikirkan hal itu.." ucap Rama.


__ADS_2