
Pagi harinya setelah Brenda berangkat ke kantor, Mami pergi membantu bik Sari untuk membersihkan dapur...
Tiba tiba Handphone mami bergetar.
Drrrtttttt.... Drrrttttt....
"Halo ?? dengan siapa ini ?" tanya Mami.
"Mami, ini Juve.." ucap seseorang itu yang ternyata adalah Juve.
"Juve anak mami yang tampan, kamu apakabar ? bagaimana bisa kamu tidak pernah berkunjung, adik mu Brenda sering bertanya dan mencoba menghubungi mu tapi tidak bisa.. " ucap Mami.
"Juve harus melanjutkan pendidikan.." ucap Juve.
"Dimana ?" tanya mami.
"UK mi.." ucap Juve..
"Lalu? apa yang membuat mu sampai menghubungi mami nak ? Apa kamu butuh bantuan ? " tanya Mami.
" Juve sedang medapatkan tugas akhir tentang Kepribadian gangguan Kepribadian seperti yang pernah Brenda alami.."
"Bukankah kamu sudah mencatat segalanya nak ?" tanya Mami
"Benar, tapi... " ucap Juve..
"Katakanlah nak.. mami akan membantu sebisa mami.." ucap Mami.
"Jadi, menurut dosen Juve Kepribadian ganda hanya akan dialami seseorang dengan rasa trauma yang dia alami berkali kali dan biasanya itu dialaminya saat dia masih kecil.." ucap Juve.
"Tapi kamu tahu sendiri nak.." ucap mami.
"Jadi, juve ingin meminta bantuan mami.. mungkin mami bisa mencari informasi yang lain tentang Brenda dimasa kecilnya yang dia habiskan bersama anak panti, ataupun setelah dia pindah." ucap Juve
"Baiklah.. mami akan mencoba untuk mencari tahu.." ucap Mami.
"Terimakasih mi... Juve menanti kabar dari mami.." ucap Juve.
"Ah, iya.. mami juga mau mengabarkan tentang pertunangan Brenda yang akan dia laksanakan sebentar lagi." ucap mami.
"Siapa di yang beruntung itu ?" tanya Juve.
"Dia teman masa kecil Brenda di panti.." ucap Mami.
"Katakan pada Brenda aku sangat bahagia mendengar kabar baik ini, semoga lancar sampai dihari pernikahan ." ucap Juve.
"Mami harap kamu datang ya nak saat hari pertunangan Brenda..." ucap Mami.
"Juve selalu menunggu kabar hari dan tanggalnya.." ucap Juve.
__ADS_1
"Terimakasih... alangkah beruntungnya Brenda memiliki orang orang terkasih seperti kamu.." ucap Mami.
"Nanti Juve juga akan memberikan kabar pada Hakim.."
"Kirimkan saja nomornya dan mami akan menghubunginya sendiri.." ucap mami.
"Itu ide bagus, nanti Juve akan mengirimnya. " ucap Juve.
"Bye mmi, juve menunggu kabar dari mami.." ucap Juve.
"Iya sayang... bye, berhati hatilah disana jaga kesehatan.." ucap Mami.
"Itu pasti mi... bye.." ucap Juve sambil mematikan teleponnya.
*****
Keesokan harinya....
"Duh, aku ingin sekali membantu Juve.." ucap mami sambil meminum teh hangat.
"Tapi darimana aku memulainya ?" tanya mami pada dirinya sendiri.
Tiba tiba suara bik Sari memanggil..
"Permisi Nyonya besar saya pamit mau belanja dulu.." ucap bik Sari.
"Tunggu sebentar bik, aku ikut... " ucap Mami.
Setelah beberapa saat kemudian mereka berbelanja di pasar, saat Mami sedang memilih beberapa sayuran, ada suara telepon masuk...
"Halo..." ucap Mami.
"Mami, lagi ngapain ? lama banget angkat telfon ?" tanya Brenda
"Lagi belanja di pasar... emang ada apa sih kok butu buru gitu.." ucap Mami.
"Itu, nanti malam... mas Frisya ngajakin makan malam, katanya ada yang mau dia bicarakan.." ucap Brenda
"Duh.. apaan yak kok mami keringetan gini.." ucap mami.
"Idih, apaan sih mii.." ucap Brenda terkekeh.
"Apa dia mau membicarakan tentang kalian berdua ?" tanya Mami.
"Sepertinya begitu... ya sudah mami tolong hubungin Ayah, minta cepet balik.." ucap Brenda
"Ayahmu sibuk Bren, dia baru saja memulai usahanya di samping rumah kita.." ucap mami.
"Jadi ?? cuman mami dong.." ucap Brenda
__ADS_1
"Iya.. udah Frisya pasti udah ngerti kok.." ucap mami.
"Okey... " ucap Brenda
"Ya udah Bren, mami masih mau belanja.. " ucap Mami
"Okey, hati hati ya.." ucap Brenda
"Yap.. " ucap Mami sambil mematikan teleponnya.
Mami kembali memilih milih sayuran yang akan dia beli, tanpa sengaja saat dia hendak mengambil sayur bayam tiba tiba tangan mami bersentuhan dengan tangan seseorang.
"Aduh... eeh... maaf maaf.." ucap mami
"Loh, Maminya Brenda ya ??" tanya seseorang itu.
Mami Brenda langsung menatap wajah orang itu.
"Ah.. seperti pernah bertemu, tapi dimana yaa.." ucap mami Brenda.
"Astaga Nyonya.. anda sungguh lupa dengan saya... kita dulu bertetangga dekat.." ucap orang itu..
Mami Brenda masih kebingungan dengan apa yang diucapkan orang itu.
"Baiklah... Baiklah... memang sudah cukup lama, biar saya ingatkan... Saya ini adalah Ibu kepala panti asuhan yang dulu bertetangga dekat dengan rumah anda nyonya.." ucap orang itu yang ternyata adalah seorang ibu panti.
"Ya ampun... sudah lama sekali Nyonya.. " ucap Mami
"Bagaimana kabar anda dan anak anak panti waktu itu ?" tanya mami Brenda.
"Mereka sudah besar besar semua dan menjadi orang hebat. " ucap Ibu panti.
"Apa anda masih bekerja disana nyonya ?" tanya mami.
"Tentu saja... " ucap Ibu panti sambil tersenyum.
"Lalu, sedang apa anda disini ? apakah anda sedang liburan ?" tanya Mami Brenda.
"Hahaha.. Nyonya ini bagaimana.. mana mungkin Inu panti bisa memiliki waktu untuk liburan.." ucap Ibu panti.
"Lalu ?" tanya Mami Brenda.
"Kami sedang berbelanja untuk perayaan jadi harus belanja disini agar lengkap.." ucap Ibu panti.
"Untuk perayaan apa ?" tanya Mami Brenda.
"Nyonya masih ingat dengan anak panti asuhan yang meninggal saat dia masih seumuran Brenda di panti ?" tanya Ibu panti.
"Me ninggal ? siapa ?" tanya Mami Brenda.
__ADS_1
"Apakah anda benar benar sudah lupa Nyonya ?" tanya Ibu panti.
*******