
Beberapa hari berlalu...
Frisya mulai mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat, seperti bangun pagi, berolahraga dan teratur minum obat.
"Dek... ayo keburu siang nih, panas... " ucap Frisya di depan pintu.
"Iya.. iya... " ucap Brenda sambil berlarian kecil.
"Yuk, udah siang nih.. " ucap Brenda menggoda Frisya.
Frisya menggelengkan kepalanya.
"Mas, udaranya sejuk yaa... " ucap Brenda..
"Sejuk bukan karena udaranya... " ucap Frisya
"Teruss ??" ucap Brenda sambil meruncingkan bibirnya.
" Sejuk karena mas deket sama kamu.. " ucap Frisya sambil tersenyum malu malu..
" Idih... cubit mauu... " ucap Brenda sambil tertawa manja.
"Cubit dek.. cubit sepuas kamu.. " ucap Frisya sambil mendempetkan tubuhnya pada Brenda.
"hahaha... mas Frisya ku ini makin gemesin.. " ucap Brenda.
"Mas Frisya emang begini adanya kok, dan emang selalu gemesin.. " ucap Frisya
" Aishh... terakhir aku dengar mereka bilang kamu bicara seperti macan yang siap menerkam.. Haaauuunng... " ucap Brenda sambil tangannya menirukan macan.
"Haha.. itukan saat bersama mereka... lagi pula jika mas lembut seperti ini, perusahaan tidak akan sebesar sekarang.. " ucap Frisya sambil melipat tangannya, bangga.
"Oww... begindunggg... " ucap Brenda sambil menirukan gaya tangan Frisya.
"Kamu tahu.. mas merasa lebih baik setelah beberapa hari menjalani pengobatan, rasanya tubuh mas lebih segar dan bersemangat.. " ucap Frisya
"Aku juga semangat loh sayang.. " ucap Brenda
" Hm... ntaran ya sayang, tunggu mas mu ini benar benar sembuh, mas gak mau membuat mu kecewa.. " ucap Frisya sambil mengelus lembut rambut Brenda.
Brenda mengangguk, dia tidak ingin memaksakan kehendak dirinya pada Frisya yang baru saja bangkit dari keterpurukannya karena sakit.
"Hm... mendadak diem.. " ucap Frisya
__ADS_1
Brenda melihat Frisya yang melihatnya dengan khawatir.
"Gak mendadak juga... kan adakalanya orang pengen diem mencerna apa yang kita bicarakan.. " ucap Brenda
" Udah mencernanya ?" ucap Frisya
"Apaan sih.. " ucap Brenda
"Cerewet lagi dong... tanya apa kek... " ucap Frisya
Mereka sampai di taman.
Brenda melihat sekeliling dan menemukan beberapa penjual minuman sehat.
"Mas, aku beli minum dulu yaa, auus nih.. " ucap Brenda
" Mas tunggu disini ya.. " ucap Frisya
"Mas Frisya mau jus apa ?" tanya Brenda
"Jus kulit buah manggis gak papa kok dek.. " ucap Frisya sambil cekikikan.
"Idih, beneran yakk... awas gak maooo... " ucap Brenda tertawa.
"Seperempat sendok mas ?" tanya Brenda
"Seperempat Kiloo.. hahaha" ucap Frisya sambil tertawa cekikikan...
"Ihh.. nyebelin... " ucap Brenda sambil pergi menuju kang jual jus.
Sambil menunggu Brenda, Frisya berjalan jalan disekitar taman sambil melihat beberapa pasang orang tua yang sedang berjalan jalan dengan anak anak mereka.
"Astaga... alangkah bahagianya mereka.. " ucap Frisya lirih.
"Pantas saja Brenda ingin segera memiliki momongan." ucap Frisya.
Tiba tiba....
Seseorang memeluk Frisya dari belakang.
"Loh dek, katanya mau beli jus.. " ucap Frisya sambil berbalik badan .
Frisya langsung terdiam saat melihat ternyata bukan Brenda yang datang memeluknya melainkan Serllyta.
__ADS_1
"Frisya... aku merindukan mu.. " ucap Serllyta
"Lepaskan aku !! Berani beraninya tangan kotor mu menyentuh tubuh ku.. " ucap Frisya dingin.
"Mengapa kau sekasar ini pada ku... " ucap Serllyta.
"Aku sudah tidak membutuhkan mu lagi, jadi pergilah jangan ganggu aku.. " ucap Frisya Ketus.
"Baiklah, jika memang kau sudah tidak membutuhkan aku lagi, sekarang setidaknya ini saatnya kamu berbalas budi." ucap Serllyta.
Frisya bertolak pinggang.
"Jika aku menolak membantu apa yang akan terjadi ?" tanya Frisya dengan nada menakutkan.
"Aku akan terus mengganggu dirimu, aku tidak akan membiarkan mu dan istri mu hidup dengan tenang.. " ucap Serllyta sambil berteriak .
Dari kejauhan...
Suara Serllyta dan Frisya yang saling bersahutan dengan suara yang cukup keras, membuat Brenda dan beberapa orang melihat kearah mereka.
Brenda menyadari jika seorang pria yang tengah berteriak adu mulut itu adalah Frisya.
"Dengan siapa mas Frisya bertengkar, sepertinya serius sekali.. " ucap Brenda.
"Nona, permisi ini jus pesanan anda.. " ucap Tukang jus.
"Ah iya, ini pak.. makasih.. " ucap Brenda
Brenda mulai mendekat dan mencoba mendengar percakapan diantara mereka, meskipun Brenda belum yakin siapa wanita yang sedang bertengkar dengan Frisya.
Hingga tiba tiba Brenda dibuat kaget dengan apa yang dilakukan Frisya.
"Kau !! Kau wanita ****** berani beraninya mengancam ku, apa kau lupa dimana batasan mu !!" ucap Frisya dengan nada menakutkan membuat siapapun yang mendengarnya merinding.
"Aku tidak akan berhenti sampai aku tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada kakak ku... " ucap Serllyta tetap berusaha melawan.
Frisya mencekik baju Serllyta dan mengangkatnya hingga setara dengan tinggi tubuh Frisya.
"Kembar sial mu itu mati karena kesalahan nya sendiri, tidak ada sangkut pautnya dengan ku, jadi berhenti mengganggu ku, atau kau akan segera menemui kembar sial mu itu di neraka. " ucap Frisya marah, dan kemudian menjatuhkan Serllyta jatuh.
Serllyta tidak bisa lagi menjawabnya, ini terlalu menakutkan baginya. Serllyta langsung lari ketakutan.
******
__ADS_1