
******
Dia hanya adik Frisya mi... Mami tahu sendiri kan jika Frisya itu overprotective pada ku terhadap semua pria, tapi tidak dengan Kai, itu artinya Mas Frisya sangat percaya pada Kai yang tidak akan melakukan hal yang akan merugikan mas Frisya." Ucap Brenda ngotot.
"Terserah kamu, pokoknya mami udah ngingetin." ucap Mami.
Kai sampai 5 menit kemudian...
Bik Sari menyilahkannya untuk masuk karena sudah di tunggu sejak tadi.
"Kak Frisya.. " ucap Kai.
"Kai... kau sudah datang..." ucap Frisya sambil memeluk Kai.
"Apa aku terlambat ?" tanya Kai.
"Tentu saja tidak, kami memang menunggu kedatangan mu.. " ucap Frisya senang.
"Bagaimana dia bisa sebahagia ini " ucap Kai dalam hati.
"Brenda.. Mami... yang kita tunggu sudah datang.. " ucap Frisya sedikit berteriak.
"Kai... apa sudah lama ?" ucap Brenda sambil memeluk Kai hangat.
Deg !!
Frisya menatap Brenda memeluk Kai.
"Haruskah aku juga balik memeluk mu Bren.." ucap Kai dalam hati.
"Ayo, kita segera mulai makan malamnya.." ucap Brenda ceria.
30 menit kemudian setelah makan malam selesai. Mereka pindah untuk duduk di ruang tengah.
Brenda dan Frisya duduk berdampingan, Frisya dengan mesranya memegang tangan Brenda, terpancar aura kebahagiaan di wajah Frisya.
"Sial !! apakah mereka mengundang ku agar aku bisa melihat mereka bermesraan seperti ini.." pikir Kai sambil membuang muka.
"Jadi.. gimana nih kelanjutan dari hubungan kalian ? " tanya mami yang ikut merasakan kebahagiaan Frisya.
"Jadi.. gimana Bren, kamu bilang sudah memilih tanggal untuk pertunangan kita ?" tanya Frisya.
Brenda menatap ke arah Kai.
"Aku memilih tanggal 8 bulan ini tanggal pertunangan kita, bagaimana menurut mu Kai ?" tanya Brenda
"Pertunangan Kita, dan bagaimana menurut mu ?? Apa ini, apa dia akan bertunangan dengan ku.." ucap Kai dengan mata terbelalak.
Sontak semuanya menatap kearah Brenda setelah mendengar ucapannya.
"Ah, hahaha ( tertawa garing ) Aku rasa itu pilihan tanggal yang baik.. ikut bahagia bersama kalian.." ucap Kai.
__ADS_1
"Ya Tuhan tolonglah.. aku sudah mulai muak dengan kondisi ini, tolong biarkan aku pulang.." ucap Kai dalam hati.
Mami Brenda langsung melototi Brenda yang menurutnya bersikap tidak wajar.
"Ah, maaf tapi sepertinya aku harus segera pulang Brenda terimakasih sudah mengundang ku makan malam bersama dengan kalian.." ucap mami.
"Loh nak kok terburu buru ?" tanya Mami.
"Iya tante, masih ada yang harus saya selesaikan.." ucap Kai.
"Kai, apa kau harus aku antar ?" tanya Frisya
"Apa kau pikir aku masih terlalu kecil bagi mu ?" tanya Kai.
"Haha, bagaimana pun yang namanya adik, akan selalu kecil dimata kakaknya.." ucap Frisya
"Segeralah bertunangan jangan terlalu lama.." ucap Kai pada Brenda
"Iya, apa perlu kau ikut mempersiapkannya ?" tanya Brenda.
"Tentu, dengan senang hati.." ucap Kai.
"Baiklah akan ku hubungi saat aku mulai menyiapkan segala sesuatunya." ucap Brenda.
"Ya sudah aku pergi dulu.. Bye Brenda, Bye kakak, by Tante.." ucap Kai sambil melambaikan tangannya.
Setelah beberapa saat kemudian...
"Dia itu adalah anak dari adik ayah angkat Frisya Mami, hanya dia teman Frisya, dan hanya dengan dia Frisya mau bicara saat pertama kali Frisya sampai di Belanda." ucap Frisya
"Dia seperti bukan berasal dari belanda menurut mami." ucap mami
"Mami benar, dia dari Seoul... tapi dia sejak berumur 5 tahun sudah menguasai 6 bahasa, jadi tidak sulit untuknya berinteraksi dengan orang lain." ucap Frisya
"6 Bahasa di umur 5 tahun ??" tanya Brenda heran.
"Iya, dan dia orang ketiga di dunia ku, yang kuanggap benar benar sebagi manusia. " ucap Frisya dengan nada yang aneh.
Entah apa yang terjadi, Mami mendengar ucapan Frisya kali ini seperti dia pernah mendengarnya, Mami langsung merinding ketakutan.
"Apa ini... terdengar sangat mengerikan.." pikir mami.
"Bisa saja kamu mas.." ucap Brenda
"Kalian santai dulu ya, mami udah ngantuk nih.. boleh mami istirahat duluan ?" tanya Mami
"Istirahat dulu deh mami... masih sore mas Frisya paling juga masih nanti pulangnya.." ucap Brenda
"Ya udah, mami masuk dulu ya, Fris.." pamit mami.
"Iya mi, terimakasih untuk makanannya.." ucap Frisya.
__ADS_1
"iya, sudah menjadi kewajiban mami." ucap Mami sambil beranjak pergi ke kamarnya.
*****
"Dek... " ucap Frisya
"Iya, apa mas ?" tanya Brenda sambil menonton acara televisi.
"Mami udah masuk loh.." ucap Frisya sambil mencium telinga Brenda.
"Terus ? Kamu mau masuk juga ?" tanya Brenda masih tetap menonton acara televisi.
"Kamu mau ??" ayo dek mas agak meriang nih.." ucap Frisya sambil mulai meraba tubuh Brenda.
"Gede banget dek.. gemes... " ucap Frisya sambil mulai memegang bagian dada Brenda.
"Idih, mesumnya... lepasin... kamu meriang mas ?? " sambil berdiri .
"Sana gih masuk.. masuk mobil terus pulang mampir ke apotek beli obat.. hihihi.. " ucap Brenda Sambil berlari naik ke kamarnya.
"Astaga... nakal sekali gadis ini.." ucap Frisya sambil mengikuti Brenda naik dan segera menggendongnya.
"Turunin aku... iih mesumnyaa..." ucap Brenda
Frisya menurunkan Brenda diatas ranjang dan langsung menindih tubuh Brenda.
"Akan mas beri tahu seberapa mesumnya mas mu ini...bertahanlah atau menyerahlah saja.." ucap Frisya
"Bermimpilah tentang apapun tapi jangan menangis saat menyadari kenyataannya.." ucap Brenda.
"Bercanda mu sungguh tidak lucu " ucap Frisya sambil memeluk Brenda dan mulai mencumbui Brenda dengan lembutnya, membuat Brenda enggan menolaknya.
"Brenda... mas sangat bahagia... mas tidak pernah membayangkan bahwa hari ini akan datang.." ucap Frisya sambil menatap mata Brenda dalam dalam.
"Aku juga bahagia bersama mu Kai... " ucap Brenda tanpa sadar.
Deg !!!!
"Apa yang baru saja dia katakan ..." pikir Frisya sambil berpura pura biasa saja.
Deg !!!
Deg!!!
Deg !!!
"Mengapa Kai ?? Ada apa dengan ku.." ucap Brenda sambil terdiam dengan posisi Frisya yang masih saja tetap mencumbuinya.
Pikiran Brenda Kalut .
*******
__ADS_1