
*****
Keesokan harinya...
Brenda mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri, mencoba menerima kenyataan sekalipun ini diluar nalarnya.
Brenda kembali pada aktivitas kesehariannya, Bangun pagi, Hoki Grup, Pulang dan tidur...
Bangun pagi, Hoki Grup, Pulang dan tidur..
Seperti itu hal yang Brenda lakukan setiap hari, tidak ada teman, kekasih dan masih tidak ada warna.
Terkadang Brenda duduk di halte bus sendirian duduk berjam jam lamanya memandangi wajah wajah orang disekitarnya,
"Mereka tidak punya banyak uang, tapi mereka punya banyak kebahagiaan." ucap Brenda sambil menitihkan air mata tanpa sadar.
"Aku merasa mulai bosan hidup... Mungkin kebahagiaan sudah tidak mau datang kepada ku lagi, haha ( tertawa garing ) atau mungkin hati ku sudah rusak ya, jadi udah gak bisa ngerasain Cinta atau kebahagiaan." ucap Brenda
"Aku pernah berjanji untuk hidup dengan baik meskipun tanpa mu... tapi.. sepertinya hati ku terikut mati dan terkubur bersama mu dihari itu." ucap Brenda merasa sangat hancur.
Tiba tiba...
"Maaf Nona.. mengapa anda menangis ?? apa ada yang bisa saya bantu??" tanya seseorang.
"Ah, ti tidak apa apa tuan, aku hanya sedikit kelelahan saja." ucap Brenda.
"Saya bisa mengantar anda pulang Nona." ucap Pria itu.
"Baiklah.." ucap Brenda
*****
Dalam mobil...
Brenda terus terdiam tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Pria itu Berdehem...
"Ehmm.. Nona.. Perkenalkan saya Hakim, siapa Nama anda Nona ?" tanya Hakim
"Brenda... Nama ku Brenda." ucap Brenda
"Hidup memang sangat sulit Nona.. tapi jika bisa anda buat lebih mudah, mengapa tidak ??" ucap Hakim.
"Maksud kamu ??" tanya Brenda
__ADS_1
"Loh, masih gak kenal sama jargon itu ??" tanya Hakim.
"Apa ?? jargon apaan ??" tanya Brenda
"Itu Nona, jargon milik seorang motivator terkenal namanya Nina Syafilah.." ucap Hakim sambil menunjukan sebuah foto Nina.
"Hm... apa hebatnya ??" tanya Brenda.
"Dia sangat hebat nona.. banyak yang merasa terbantu dengan motivasi yang diberikan oleh Nina Syafilah, banyak yang merasa hidupnya kini lebih bersemangat setelah mendengar motivasi dari dia." ucap Hakim
"Hm.. begitu.. jadi ??" tanya Brenda
"Saya baru mengenal anda Nona, tapi saya lihat anda seperti seseorang yang tidak memiliki harapan... apakah saya salah ??" tanya Hakim.
"Hm.. tidak sepenuhnya salah.." ucap Brenda
"Saya sebenarnya adalah seorang promotor acara Nina Syafilah, jadi saya dengan bangga mempersembahkan sebuah tiket gratis untuk anda agar bisa segera bergabung dan mendapatkan motivasi dari Nina Syafilah." ucap Hakim.
"Baiklah.. bisa saya atur, tuan tolong berhenti di rumah itu.. " ucap Brenda
"Disini rumah anda ??" tanya Hakim.
"Sama sama Nona. Asalamu'alaikum.." ucap Hakim.
Hakim pun berlalu pergi ..
******
Kamar Brenda..
"Hah.. kek Bocah, pake ngajarin aku kek Nina Syafilah.. haha dia aja yang gak tahu.. kalo aku ini Nina.. haha.. ( mendadak Kaget dengan ucapannya sendiri) Barusan aku ngomong apaan ya.." ucap Brenda merasa yang mengucapkan kata barusan bukanlah dirinya.
Brenda duduk sejenak di tepi ranjangnya, dan segera pergi mandi.
Brenda berendam cukup lama, dan kemudian pergi tidur.
***
Keesokan harinya...
Brenda terbangun, seperti biasanya dia langsung pergi mandi dan segera bersiap pergi menuju Hoki Grup.
"Brenda.. sarapan nak ??" ucap Mami.
__ADS_1
"Iya Ummi... ( kaget lagi dengan ucapannya) Apa yang baru saja aku katakan... " ucap Brenda semakin bingung.
"Kenapa Bren ?? " tanya Mami
"Mami, sebenarnya mami sadar gak kalo ada yang aneh sama aku ??" tanya Brenda
"Apa maksud kamu Brenda ??" tanya Mami
"Brenda merasa sejak kemarin tiba tiba Brenda jadi orang lain.. Apa Brenda terkena gangguan jin ya Mi.. kayak kerasukan gitu.." ucap Brenda
"Hissh, jangan nakutin mami ah.." ucap Mami.
"Hm... ya dah Brenda berangkat kerja dulu.. see u mami.." ucap Brenda.
"See u nak.. udah jangan mikir yg gak gak ya.." ucap Mami.
"Iya mii.." ucap Brenda berlalu.
*****
Perusahaan Hoki Grup.
Brenda memasuki ruang kantor nya..
"Hmm... sepertinya Aku terlalu lelah dengan segalanya... mungkin aku butuh berlibur." pikir Brenda dalam hati.
Brenda menghabiskan 1 Hari lagi, hari yang dianggapnya membosankan. Brenda pulang pukul 5 sore, segera pergi ke kamar dan membersihkan tubuh nya, untuk segera beristirahat dan melewatkan waktu makan malam.
"Ahh.. akhirnya bisa rebahan, capek banget hari ini.." ucap Brenda sambil memejamkan mata.
******
"Mengapa kau masih disini ?? Apa kau tidak bosan dengan hidup menyedihkan mu itu?? Sudah, pergilah dan susul kekasih mu... aku akan melanjutkan segalanya.. akhiri saja hidup mu.." .....
"Siapa Kamu... ??? kamu ada dimana ?? Haiii.... keluarlah !!!" ....
"Kenapa ?? apakah kau penasaran dengan ku ?? Hahaha... Aku adalah Nina Syafilah.. dan kau Brenda.. segera akhiri saja hidup mu, hidup sudah selesai.."
*****
Brenda terbangun dan membuka mata, melihat kesekitarnya,
"siapa dia tadi.." ucap Brenda.
******
__ADS_1