
**Dalam mobil Mellyta.
"Gun Woo jika aku tidak bisa memiliki mu.. itu artinya orang lain juga tidak bisa memiliki mu.." ucap Mellyta.
Keesokan harinya...
Mellyta pergi ke rumah Gun Woo menunggunya hingga keluar.
2 jam kemudian... Gun Woo keluar rumah mengendarai mobilnya menuju Gedung Pondok bunga Matahari .
Mellyta yang melihat Gun Woo langsung menghadang mobil Gun Woo dengan berdiri di depan mobil Gun Woo, Gun Woo yang malas menanggapinya tidak mau keluar dari mobilnya dan hanya mengklakson Mellyta berkali kali.. namun sayangnya Mellyta tidak bergeming sebelum Gun Woo keluar dan mau bicara padanya.
Sekitar 30 menit lamanya Gun Woo dan Mellyta saling bersikeras dengan pendirian masing masing, akhirnya Gun Woo mengalah dan keluar dari mobilnya dan menghampiri Mellyta yang memeluk erat kap mobilnya.
"Hai !! pergi dari mobil ku, aku ada urusan penting.." ucap Gun Woo
"Penting ?? Oh.. lebih penting dari aku ??" ucap Mellyta tidak penting.
"Haaah... aku harus pergi untuk menemui calon pengantin ku, karena besok adalah hari pernikahan ku... apa kau lupa ??" tanya Gun woo.
"Ehmm.. Gun Woo... hanya kau yang mengerti aku.. ku mohon jangan menikah dengannya... dia bahkan bisa menikah dengan siapapun, namun aku tidak..." ucap Mellyta memohon.
"Apa yang kau katakan Mell... aku tidak pernah mencintai mu.." ucap Gun Woo
"Aku berjanji akan membuat mu mencintai ku.. ku mohon berikan aku kesempatan.." ucap Mellyta.
"Kesempatan untuk apa ??? Untuk menyakiti wanita yang ku cintai maksud mu ??" tanya Gun woo.
"Kau sudah lama mengenal ku.. bahkan saat seluruh dunia menyalahkan ku, kau bahkan tahu, siapa dalang yang membuat ku seperti ini.." ucap Mellyta.
"Maaf Mell.. aku tidak mencintai mu, dan aku tidak pernah memiliki perasaan apapun pada mu.. maafkan aku.." ucap Gun Woo
Cup
Cup..
Mellyta mencium Bibir Gun Woo. Gun Woo kaget dan langsung mendorong Mellyta dan jatuh terhempas di jalanan.
"Hiks hiks hiks... bahkan lelaki yang ku cintai juga sangat jahat pada ku.." ucap Mellyta
"Mell.. maaf mell.. aku tidak sengaja... apakah kau terluka ??" tanya Gun woo sambil membantu Mellyta berdiri.
__ADS_1
"Aku akan memaafkan mu asal kau menikah dengan ku.. " ucap Mellyta.
"Maaf untuk itu.. pergilah . aku akan segera pergi.." ucap Gun Woo
"Gunn Woooooo!!!!! aku akan membuat mu menyesal seumur hidup mu.." ucap Melly.
"Kau boleh berkata apapun, tapi sayang.. itu tidak mengubah perasaan ku.." ucap Gun Woo tegas.
Gun Woo beranjak pergi meninggalkan Mellyta yang masih menangis tersedu sedu.
"Gun Woo... tolong.. jangan pergi.. tidak bisakah kau merasa iba pada nasib ku yang teramat buruk ini.. kau tahu.. aku sudah berkali kali dijual oleh ayah ku.. " ucap Mellyta.
"Mell mereka memang membeli dari ayah mu, tapi sebenarnya mereka melakukan itu karena mereka tulus pada mu.. sayangnya kau tidak pernah mau mencoba mencintai mereka, kau malah semakin membuat banyak masalah untuk dirimu sendiri." ucap Gun Woo menjelaskan.
"Itu karena aku mencintaimu Gun Woo.. Ku mohon..." ucap Mellyta sambil memeluk erat kaki Gun Woo.
"Maaf !!! Sungguh aku tidak bisa melakukan hal konyol semacam itu." ucap Gun Woo sambil melepaskan pelukan mellyta pada kakinya.
Gun Woo meninggalkan Mellyta dipinggir jalan dan masih terduduk sambil menangis.
Gun Woo yang sebenarnya tidak tega, namun sayangnya dia juga tidak bisa mengorbankan Brenda yang amat dicintainya.
Gun Woo hanya melirik Mellyta dari kaca Spion mobil, tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Mellyta hari ini.
**** Gedung pondok bunga Matahari
"Hmm... udah 95% hihi.. syukur deh.. duhh udah gak sabar nunggu besok.." ucap Brenda.
"Btw ini abang kemana sih kok ya gak nyampe nyampe.. tadi katanya udah ondewei.." ucap Brenda sambil menatap layar handphone nya.
Brenda mulai mencoba untuk menelfon Gun Woo.
"Ya Brenda... " ucap Gun Woo
"Abang... udah sampai mana ?? kok yaa gak sampai sampai sih.. aku jadi khawatir.." ucap Brenda
"Iya bentar sayang.. aku udah hampir sampai nih.. tunggu bentaran yaa.." ucap Gun Woo
"Ya udah kalo udah deket.. aku matiin deh.. gak bener kalo nyetir sambil nelfon loh.." ucap Brenda
"Iya.. Ya udah bye sayang.." ucap Gun Woo.
__ADS_1
"Bye saya..." ucapan Brenda terpotong.
"Sayang.. jangan deh... biarin tetep telfonan lah... " ucap Gun Woo.
"Iih, tumben.." tanya Brenda
"Iya..besok kan udah jadi istri ku sekarang hari terakhir kita kek anak muda lagi pacaran gitu, hehe.."ucap Gun Woo.
Suara orang orangdi belakang Brenda terdengar keras hingga mengganggu nya saat bertelepon.
"Sayang.. aku keluar dulu, disini suara kamu gak kedengeran." ucap Brenda.
"Oke sayang..." ucap Gun Woo
Mellyta mengeluarkan sesuatu dari jok belakangnya, Sebuah senjata api yang di belinya secara ilegal dari seseorang.
"Jeduuuarrrrrrr...!!!!!!!" Suara tembakan, namun sayangnya meleset
"Abang... itu suara apa ??" tanya Brenda dari seberang telepon.
"Ah.. itu.. ban mobil orang meletus sepertinya." ucap Gun Woo menutupi.
"Duh bang.. hati hati loh.. " ucap Brenda sambil melihat bunga mawar yang tertata rapi di depan.
"Sayang tunggu sebentar ya.."ucap Gun Woo
"Oke.." Brenda
"Dasar wanita gila... apa yang kau lakukan ??" ucap Gun Woo dalam hati.
"Gun Woo... berhenti!!!! atau aku akan kehabisan kesabaran ku." Teriak Mellyta.
"Pergilah Mell.. aku tidak ada waktu untuk menanggapi mu... wanita ku sudah menunggu" ucap Gun Woo sambil menutup speaker handphone nya agar tidak terdengar Brenda.
**** Dalam perjalanan Gun Woo.
Tiba tiba dari belakang mobil Gun Woo terdengar suara Klakson mobil.
"Gun Woo... berhentii...!!!" ucap Seseorang dari mobil belakang.
Gun Woo meliriknya dari kaca spion mobil nya.
__ADS_1
"Astaga wanita gila itu " ucap Gun Woo
******