Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Bongkar


__ADS_3

"Kakak mu Mellyta, Gun Woo, dan orang tua itu.. " ucap Frisya.


"Orang tua itu " pikir Kai.


" Mereka hanya segelintir orang yang harus dikorbankan.. " ucap Frisya sambil melipat tangannya.


"Dikorbankan ?" pikir Brenda.


"Apa maksudnya Kai ?" tanya Brenda.


"Entahlah...Aku juga tidak mengerti." ucap Kai.


Kepala Brenda terasa sakit. nafasnya mulai terengah engah..


"Apa ini... Apa ini cara agar Serllyta pergi jauh dari mas Frisya ?" tanya Brenda pada dirinya sendiri.


"Atau Frisya sedang membuka tentang siapa dia sesungguhnya... " pikiran Brenda beradu.


Air matanya mulai meleleh.


Tidak mungkin kan jika mas Frisya seperti itu.. " ucap Brenda lirih.


Kai menatap ke arah Brenda.


"Apa yang terjadi ? mengapa kau menangis ?" tanya Kai.


"Entahlah aku tidak yakin.. " ucap Brenda sambil menghapus air matanya.


*****


Tiba tiba keadaan menjadi sendu.


" Kau benar benar bukan manusia Fris.. " ucap Serllyta sambil menangis .


" Apa salah kakak ku, apa salah Gun Woo... " ucap Serllyta


" Kakak mu ? Dia tentu bersalah... karena dia mencintai kekasih orang lain, Gun Woo... " ucap Frisya


"Ahh dia adalah penghalang terbesar ku untuk mendapatkan Brenda... " ucap Frisya


" Jadi dia pantas saja mati.. " ucap Frisya enteng.


"Brenda pasti mengalami hari hari sulit karena kehilangan pria yang dia cintai. " ucap Serllyta.

__ADS_1


"Aku tidak perduli... Luka akan sembuh, api akan segera padam.. haha.. kau lihat sekarang betapa bahagianya Brenda bersama ku.. " ucap Frisya.


Brenda tidak lagi dapat menahan air matanya, Brenda bersandar pada tembok dia merasa dikhianati oleh Frisya.


"Jadii... calon suami mu... " ucap Kai.


"Abang... " ucap Brenda lirih.


Kai memeluk Brenda.


Tiba tiba, Wang ryu menyerobot percakapan Frisya dan Serllyta


"Lalu ? Bagaimana dengan tuan Kai ?" tanya Wang ryu.


"Maksud mu ?" tanya Frisya dingin.


"Apa kau akan menyingkirkannya juga.. " ucap Wang ryu.


"Hahaha, dia adalah adik ku.. lebih tepatnya dia adalah satu satunya pria yang ku percaya dan ku sayangi.. " ucap Frisya


"Lalu, apa kau merebutnya juga dari seseorang.. " ucap Wang ryu penasaran.


"Haha, maksud mu orang tua itu.. hahaha... " ucap Frisya senang.


Kai langsung shock mendengar ucapan Frisya.


"Jadi, kau sungguh sungguh yang melakukan itu pada tuan Kim... " ucap Wang ryu


"Tentu saja, sejak kecil aku sudah suka menyingkirkan orang lain yang menghalangi jalan ku, termasuk orang tua itu.. " ucap Frisya.


"Dia.. dia juga membunuh Ayah mu Kai... " ucap Brenda


Brenda menarik nafas panjang...


"Ayo kita akhiri ini semua Kai.. " ucap Brenda marah.


"Kau benar, dia harus mendapatkan balasan atas perbuatannya.. " ucap Kai.


"Kau... Kau akan mendapatkan keadilan atas kejahatan mu... " ucap Wang ryu.


Brenda dan Kai mulai masuk.


"Semuanya sudah selesai Fris... " ucap Brenda

__ADS_1


Jantung Frisya rasanya seperti berhenti saat itu juga saat mendengar suara Brenda.


Perlahan Frisya Menoleh ke arah Brenda.


"D dek Bren da... " ucap Frisya


"Se sejak kapan kamu disini ?" tanya Frisya dengan wajah bermandikan peluh.


"Sejak kau mengakui semua kejahatan mu.. " ucap Kai.


"Kaii... kau.. kau juga ada disini.. " ucap Frisya mulai kebingungan.


"Aku bisa jelaskan ini semua.. " ucap Frisya


"Tidak perlu... karena yang muncul hanyalah kebohongan... " ucap Brenda


"Lepaskan Serllyta, lepaskan tuan itu... Kau dan segala kebohongan mu sudah berakhir Fris... " ucap Brenda


"Aku menganggap mu sebagai malaikat untuk ku, tapi ternyata itu hanyalah kebohongan semata.. " ucap Brenda.


"Aku muak dengan mu... Terimakasih sudah membuat ku gila karena perbuatan mu.. " ucap Brenda sambil pergi berlari keluar.


"Aku tahu, Ayah ku tidak pernah menyukai mu... tapi dia tidak membenci mu.. Aku orang yang selalu ada di samping mu.. kau tahu aku sangat mencintai ayah ku.. kau dengan tega merengutnya demi kebahagiaan mu sendiri... " ucap Kai.


"Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku katakan pada mu, dan jika sampai terjadi sesuatu pada asisten ku, aku tidak akan mengampuni mu" ucap Kai sambil berlalu pergi.


"Apa ini... " ucap Frisya sambil terjauh lemas.


"Sejak kapan mereka berdua disana.. " ucap Frisya.


"Karma sedang berjalan pada mu Frisya.. nikmatilah itu.. " ucap Serllyta sambil berlari setelah berusaha keras membuka ikatannya.


"Kacauuuuu'!!!!!!!! Kacauuuu !!!!! " teriak Frisya sambil melempar apapun yang ada di sekitarnya.


Brenda dan Kai mendengar teriakan Frisya dari luar gedung yang menggema itu.


Brenda merasa sangat terpukul.


"Hiks.. hikss... " tangis Brenda.


"Ini bukan cinta... Ini bukan sayang.. Frisya memang sakit.. " ucap Kai.


"Ayah maafkan aku, selama ini aku tidak pernah mendengar ucapan mu, aku terus membela dan menyayanginya.. " ucap Kai, hatinya sangat pedih.

__ADS_1


********


__ADS_2