Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Hal Diluar Dugaan


__ADS_3

HALLO KAKAK KAKAK READERS !!!!


Episode kali ini, agak bertolak belakang dengan Brenda sebelum sebelumnya... Jadi Author disini cuman mau ngingetin, ini hanya sebuah Novel yang di buat atas pandangan Pribadi Penulis tanpa anda maksud tertentu .. jadi.. kalo ada yang menurut kaka readers menyimpang tolong diingatkan yaa..!!!


Happy Reading.... 😊



Setelah hari itu....


Kehidupan Brenda membaik, namun luka hatinya belum sepenuhnya pulih.


Suatu pagi yang cerah Brenda terbangun dari tidurnya, dia langsung pergi menuju meja riasnya, menatap wajahnya berlama lama seperti orang linglung.


Beberapa saat kemudian, Brenda tersenyum tak jelas sambil berlarian ke kamar mandi, setelah mandi dia segera membuka lemari pakaian.


Brenda kembali terdiam...


Sepertinya dia tidak menemukan apa yang dia cari, Brenda segera mengambil handphone dan melakukan sesuatu.


Setelah itu, dia berpakaian seadanya yang ada di lemari pakaiannya dengan berat hati. Dia membolak balikkan tubuhnya di depan kaca.


"Astaga... tidak seharusnya seorang wanita berpakaian terbuka seperti ini.." ucap Brenda


1 jam kemudian seorang kurir datang.


"Nona Brenda... ada kurir datang, katanya membawa pesanan nona.." ucap Bik Sari.


"Iya bik.. tolong tanyakan berapa uang yang harus saya bayar, karena saya tidak bisa keluar sendiri menemuinya." ucap Brenda dengan nada yang tidak seperti biasanya.


"Nona.. apakah anda sakit ??" ucap bik Sari.


"Alhamdulillah kabar saya baik sekali pagi ini.. tolong segera tanyakan pada kurir itu ya Syukron Barakallahu fiikum .." ucap Brenda


"Hah ??? itu nona Brenda apa orang lain ya.." pikir bik Sari sambil berjalan menuju si kurir.


"Berapa totalnya mas ??" tanya bik sari.


"10 juta ." ucap si kurir.


"Hah ?? banyak amat ?? apaan sih itu.." ucap Mami dari dalam.


"Ini baju gamis nyonya... ini jumlahnya ada 6 stel dan harga per stelnya 1.500 an Nyonya.." ucap si kurir.


"Yang pesan atas nama Brenda ??" tanya Mami.


"Iya Nyonya.. maaf bisa segera di lakukan pembayarannya.. tadi mintanya Cod ini.. saya masih banyak yang harus saya antar " ucap si kurir.


"Ah iya kamu tunggu sebentar biar saya yang minta sama Brenda." ucap Mami.


"Brenda.. nak.. baju itu totalnya 10 jt, si kurir udah nungguin tuh.." ucap Mami


"Baik Umi, tunggu sebentar anna lagi ambil uangnya.." ucap Brenda


"loh kok umi ?? kok anna ??" tanya Mami dalam hati


Dari balik pintu Brenda menyodorkan uang dalam amplop.


"Umi.. bilang sama si kurir, ambil saja kembaliannya.." ucap Brenda


"Hah... emm.. oke.." ucap Mami dengan ekspresi keheranan.


Setelah membayar, bik Sari membawa paketan kerdus besar itu ke kamar Brenda.


"Nona ini saya bawa masuk yaa.." ucap bik Sari


"Syukron ya bik.." ucap Brenda


"Iya nona.." ucap bik Sari bingung harus menjawab apa.


Brenda segera membuka kardus itu dan memilihnya, kemudian segera memakainya.


"Masyaallah.. Kamu cantik sekalii... mulai hari ini nama kamu Brenda ah tidak... siapa Brenda... nama ku adalah Nina Syafilah.." ucap Brenda sambil tersenyum.

__ADS_1


1jam kemudian Brenda turun...


Mami dan ayah sedang berkebun di halaman rumah . Mereka kaget melihat seseorang yang berdiri di hadapan mereka.


"Siapa kamu.." ucap Ayah..


"Abi.. ini Nina... masak lupa.." ucap Brenda


Kemudian Brenda membuka Niqobnya sebentar dan kemudian menutupinya kembali.



"Brenda ??" kamu ngapain pake baju itu nak ??" tanya Ayah karena ini tidak seperti Brenda yang biasannya.


"Brenda ?? Ayah.. aku Nina... siapa Brenda... ya sudahlah.. aku mau berangkat mencari sesuatu dulu.. " ucap Brenda yang kini berganti jadi Nina.


Mami dan Ayah saling bertatapan.


****


Nina berjalan jalan menuju Mall Royal.


Saat masuk Nina melihat akan ada majelis tentang wanita disana.


"Ahh.. ini baru cocok buat anna." ucap Nina


"Permisi ukhti, dimana saya bisa mengikuti majelis ini.." sambil menunjukan selembaran.


"Ah, kemari ukhti.. " diarahkan ke suatu ruangan.


"Syukron Barakallahu fiikum.." ucap Nina


Ternyata ini adalah majelis taklim, Nina mendengar dengan seksama setiap ucapan si ustadzah, hingga suatu ketika dalam sesi tanya jawab, seseorang bertanya kepada sang Ustadzah.


"Assalamualaikum,


Ustadzah Saya mau bertanya... bagaimana hukumnya jika kita kaya dengan harta haram? Apakah kita diwajibkan haji dan bolehkah kita menyedekahkannya?


" Tanya si Ibu seorang anggota majelis.


Nina... yang merasa jawaban itu amat sangat salah dan mungkin seharusnya tidak diucapkan oleh Ustadzah itu, tiba tiba berdiri.


"Asalamu'alaikum Ustadzah... Perkenalkan saya Nina, saya merasa jawaban Ustadzah itu salah." ucap Nina.


Ustadzah itu tidak terima dengan ucapan Nina.


"Baiklah yaa Ukhti, silahkan saya ingin mendengar bagaimana jawaban ukhti." ucap Ustadzah itu.


Entah apa yang merasuki Brenda yang telah berubah menjadi seorang Nina ini, dengan lancar dia menjelaskan apa yang dia ketahui.


"Kaya dengan harta haram tidak diwajibkan haji dan umrah. Demikian dalam Kitab Mughnil


Muhtaj:


مغني املحتاج


.ويسقط ف ّ رض من حج أو اعتمر مبال حرام كمغصوب وإن كان عاصياً، كام يف الصالة يف مغصوب أو ثوب حرير


• Hukum Sedekah dengan harta haram itu tidak sah. Artinya, tidak di terima. Demikian dalam


Kitab Jamiul Ulum Wal Hikam:


جميع العلوم والحكام


وأما الصدقة باملال الحرام ، فغري مقبولة كام يف ” صحيح مسلم ” عن ابن عمر ، عن النبي صىل الله عليه وسلم قال : ال يقبل الله صالة بغري


طهور ، وال صدقة من غلول


• Dalam Kitab al-Ihyaa’ ‘Uluumiddiin dijelaskan “Ongkos pekerjaan yang berhubungan dengan


maksiat haram, dan mensedekahkannya juga tidak boleh dan tidak sah”. ucap Brenda dengan nada tegas dan yakin akan jawabannya.


Si Ustadzah kaget sekaligus kagum dengan jawaban Nina, dia bahkan hafal kitab mugnil muhtaj .

__ADS_1


"Masyaallah.. siapa dia... sangat pandai.." ucap Si Ustadzah.


Beberapa saat kemudian acara majelis pun usai, Nina dan para anggota majelis pun pergi dari ruangan itu.


"Asalamu'alaikum Ya Ukhti ???" ucap Seorang Pria.


Nina menoleh ke arah asal suara.


"Iya Akhi, ada yang bisa saya bantu ??" tanya Nina.


"Perkenalkan saya Hakim, saya promotor acara hari ini.." ucap Hakim


"Saya Nina Syafilah.." ucap Nina.


"Begini Ukhti.... Saya lihat anda berbakat untuk menjadi pembicara dalam acara seperti ini... 2 minggu lagi saya ada acara keagamaan di gedung Kartika, bisakah Ukhti mengisi sebagai pembicara disana ??" tanya Hakim.


"Tapi saya belum pernah menjadi pembicara Akhi..." ucap Nina.


"Tenang.. anda boleh memikirkannya untuk menerima tawaran ini atau menolaknya, tolong.. saya yakin berbagi ilmu itu pasti sangat menyenangkan dari apapun.." ucap Hakim.


"Baiklah.. akan saya pikirkan... oh ya Akhi boleh saya minta nomor wa nya ??" tanya Nina.


"Tentu.." ucap Hakim sambil mengeluarkan handphone.


Nina meraba saku bajunya.


"Dimana Handphone ku ?? " ucap Nina seperti merasa kehilangan handphone nya tapi tidak ingat pernah memiliki handphone.


"Hmm.. Akhi, biar saya catat saja saya lupa tidak membawa handphone saya." ucap Nina.


"Baiklah.. ini kartu nama saya.. hubungi saya.." ucap Hakim.


"Syukron Barakallahu fiikum.." ucap Nina.


Nina pun pulang dengan ceriannya...


*****


Sampai dirumah...


Nina langsung mengganti pakaiannya dan tidur.


Pukul 7 malam....


"Emmh... Loh.. kok udah malem aja sih.. " ucap Brenda.


"Ih, ini apaan coba... lengket banget nih muka, " ucap Brenda sambil turun dari ranjang dan duduk di depan meja rias.


"Loohh !!! " Ucap Brenda kaget.


"Siapa nih yang make up in aku.. iihh... norak amat makeup nya" ucap Brenda


Kemudian Brenda mandi dan membersihkan tubuhnya.


"Mami.... Duhh.. aku tidur dari malem balik keke malem lagi gak di bangunin ini gimana sih..." ucap Brenda ngomel.


"Loh.. bukannya tadi kamu bangun terus keluar pake jilbab sama niqob yak.." ucap Mami.


"Apaan sih mii... kalo aku bangun.. mana mungkin aku gak ingat.." ucap Brenda.


"Beneran nak.. " ucap Ayah.


"Kamu tadi cantik banget..makin cuantik kamu..." ucap Ayah lagi.


"Ih.. apaan coba... aku emang udah cantik dari orok kale yaah.." ucap Brenda.


Mami dan Ayahnya kembali hanya bisa saling bertatap saling tidak mengerti ada apa dengan anaknya.


******


Setelah makan malam...


Mami menonton acara reality show sendirian sedang Ayah keluar karena sedang bertemu dengan temannya.

__ADS_1


Acara reality show itu membahas tentang Penyakit Psikologis yaitu kepribadian Ganda.


*********


__ADS_2