Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Sebelum pernikahan


__ADS_3

3 Hari kemudian...


Brenda memberanikan diri untuk menghubungi Rama agar bisa mengatur pertemuan mereka. Brenda butuh beberapa hari untuk mengumpulkan keberanian agar bisa menemui mas Frisya.


Suara Handphone Rama berdering.


"Hallo... Siapa ini ??" tanya Rama saat pertama mengangkat telfon Brenda.


"Hai Ram... ini aku.." ucap Brenda.


"B b Bren da " ucap Rama terbata bata.


"Iya bagaimana kabar mu ???" tanya Brenda.


"Ah, iya.. aku baik baik saja.. bagaimana dengan kabar brend.. apa kau baik baik saja ??" tanya Rama.


"Yaa.. Sebenarnya aku ingin meminta bantuan mu.."


"Apa ?? katakanlah " ucap Rama penasaran.


"Apakah Brenda akan meminta ku menghentikan pernikahan Frisya..??" tanya Rama dalam hati.


"Hm.. bisa kau atur pertemuan ku dengan mas Frisya, aku ada sedikit urusan dengan nya.." ucap Brenda..


"Baiklah.. nanti aku akan mengabari mu.. tapi.. bagaimana kabar hubungan mu dengan lelaki itu ??" tanya Rama.


"Kami baik baik saja... hanya ada sedikit masalah ." ucap Brenda.


"Baiklah.. maaf tapi aku masih sedikit agak sibuk.. nanti akan ku hubungi kau balik yaa.." ucap Rama yang sebenarnya saat ini adalah sibuk sibuknya dia menjelang pernikahan boss nya yang tinggal menghitung hari.".


"Astaga.. apa yang akan terjadi, kasihan sekali gadis itu.. " menatap pada Debora.


Rama berjalan menuju Debora.


"Hai kau.. aku akan keluar sebentar untuk menemui Frisya, nanti akan ku kirim supir untuk mengantar mu pulang."


"Astagaaa... gayanya.. kek ngomong sama pelayan aja.. awas ya sampek aku udah nikah sama juragannya, aku kerjain kamu ntar." umpat Debora.


Rama berjalan dan terhenti di samping mobilnya rasanya seperti ada angin yang mendesir di kulit belakang telinganya, membuatnya merinding .


"Astaga.. apa ini, apa yang terjadi pada ku, rasanya seperti seseorang mengutuk ku." ucap Rama .


*** Perusahaan Hoong&Food


Rama langsung menuju Ruangan Frisya.


" Friss... ada kabar Friss.." ucap Rama tanpa mengetuk pintu.


Saat masuk, Rama melihat Frisya berada di kegelapan. Kaca jendelanya di tutup lampu mati dia seperti orang yang amat sangat Frustasi.


"Hai.. kau calon mempelai pria, mengapa wajah mu seseram ini ?? ada apa ?? " tanya Rama.

__ADS_1


"Aku hanya sedang ingin menyendiri..." ucap Frisya singkat.


"Apakah ini karena Brenda.." ucap Rama.


"Hm.. kau tahu.. bahkan saat mendekati hari pernikahan ku, orang yang paling ingin ku temui adalah Brenda..." ucap Frisya sambil menitihkan air mata.


"Hai.. berhentilah menangis.. kau sungguh sangat rapuh Friss... bagaimana kau bisa menikah jika seperti ini ??" ucap Rama.


"Kau tahu aku sebenarnya tidak pernah sungguh sungguh ingin menikahi Debora.. aku hanya ingin mencari perhatian Brenda.. tapi sayangnya dia tidak perduli.."


"Lantas mau mu apa Friss ??" tanya Rama.


"Apalagi... tentu aku ingin bertemu dengan Brenda sebelum pernikahan ku, agar aku bisa menikah dengan tenang." ucap Frisya.


"Menikah dengan tenang, ungkapan apa itu.. gak umum." pikir Rama melihat temannya yang sangat menggilai Brenda.


"Jika itu mau mu, aku bisa apa.. Baiklah, besok ku buat kau dapat bertemu dengan Brenda.." ucap Rama


"Jangan, biar dia sendiri dan atas kemauan dia sendiri kemari." ucap Frisya.


"Hahhh... aku juga mengerti.. dia sendiri tadi menghubungi ku, meminta agar aku bisa mengatur pertemuan dengan mu."


Frisya hanya mampu membelalakan mata nya tidak percaya dengan ucapan Rama.


"Iya.. aku bersungguh sungguh Friss.. jangan menatap ku seperti itu.."


"Buat pertemuan itu disini saja di ruangan ku, dan setelah Brenda masuk, jangan biarkan siapapun masuk. mengerti ??" ucap Frisya.


"Baiklah.. akan terjadi seperti mau mu.." ucap Rama pasrah.


" Hai Brenda.. Friss mau bertemu dengan


mu besok pagi kam 9. Di kantornya..


jangan telat" Rama.


"Baiklah Terimakasih, kau memang bisa diandalkan Ram...." Brenda


******


Keesokan harinya..


Waktu menunjukkan pukul 8.30 Brenda bersiap siap untuk bertemu dengan Mas Frisya.


Seperti pesan Rama, Brenda pergi ke Hong&Food dan segera menuju ruang kantor Mas Frisya.


Debora mengetuk pintu ruangan Frisya.


Frisya yang mengehtahui Kedatangan Brenda dari cctv langsung menuju pintu bersembunyi di belakangnya.


"Masuklah.." ucap Frisya.

__ADS_1


Brenda perlahan membuka pintu ruangan Frisya dan berjalan masuk ke dalam, Namun Brenda tidak menemukan siapapun disana.


Tiba tiba, seseorang mendekap erat tubuh Brenda dari belakang..


Brenda kaget, namun sebelum memberontak dia membisikkan sesuatu pada Brenda.


"Dekk.. akhirnya kamu datang.." jelas sudah itu suara mas Frisya.


"Mas.. Lepasin aku... aku tunangan orang lain mas.." ucap Brenda.


"Tapi mas sungguh kangen sama kamu.. "


Deg


Deg


Deg


"Bagaimana bisa jantung mu berdebar seperti ini, jika kau tidak mencintai ku Brenda.." ucap Frisya.


"Mass.. aku kemari bukan buat kangen kangenan... aku ingin menanyakan sesuatu.. Lepaskan aku.." ucap Brenda.


"Yaa.. yaa.. Baiklah.. duduk lah kemari." ucap Frisya santai, sambil menepuk nepuk sofa di sampingnya, menahan diri yang sejatinya hatinya menggebu gebu.


Brenda terlena dengan sikap hangat dari Frisya, jiwa manjanya muncul dengan liarnya.


"Ada apa ?? Apakah ada yang mengganggu mu Sayang ?? " tanya Frisya hangat.


"Mas... itu.. kau tahu perusahaan NONG ?? dia memutuskan kontrak kerja sepihak, saat aku tanya mengapa ?? dia bilang jika aku sedang bermasalah dengan mu.. jadi dia tidak mau mengambil resiko.." ucap Brenda dengan raut wajah imut imutnya dan nada manja.


"Mas sebenarnya tidak tega melakukan hal itu.. tapi bagaimana lagi... wanita kesayangan mas, setelah bertunangan bahkan bertanya kabar mas pun tidak pernah.. aku sangat merindukan mu Brenda.." ucap Frisya tulus.


"Mas Frisya mulai dehh... Aku sebenernya sih juga kangen tapi gimana lagi.. aku juga harus menjaga perasaan...." ucapan Brenda terpotong.


Cup


Cup


Cup..


Frisya tahu, jika Brenda sedang lengah, Brenda sedang tidak menggunakan logikanya, dia sedang menggunakan Hatinya.


Frisya menciumi wajah brenda tidak henti henti.


"Apa yang kita lakukan ini benar ?" tanya Brenda.


"Entahlah, aku sangat merindukan mu, aku ingin kembali bersama dengan mu dan menghabiskan banyak waktu bersama."


"Mas.. hari ini aku ga mau pulang.. masih kangen.." ucap Brenda..


"Baiklah.. kita akan makan malam disini dan bermalam juga disini, Bagaimana ??" ucap Frisya.

__ADS_1


"Aku setuju... Tinggalah di sisi ku malam ini.. " ucap Brenda sebelum mereka melanjutkan berciuman.


*****


__ADS_2