Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Perjalanan Bisnis Gun Woo


__ADS_3

Hari ini, aku bermaksud untuk bangun lebih pagi, untuk menikmati udara segar dan berjalan jalan di taman, karena hari ini aku sedang libur bekerja.


"Astaga, mengapa diluar sangat dingin... "


Namun, saat aku beranjak keluar dari rumah. Aku dikagetkan oleh seseorang yang menatap ku seperti hendak menerkam dengan berdiri sambil melipat tangannya, di samping mobilnya.


"Astaga, loh Gun woo.." ucap ku dengan kaget.


"Ya, ini aku... mengapa kau sampai terkejut seperti itu ?? "


"Ah, tidak aku hanya kaget sedikit saja.. Ehm, mengapa kau disini Gun woo ??"


"Mengapa ?? Apakah aku sudah tidak boleh kemari lagi ? "Apakah kencan mu sangat menyenangkan ??" ucap nya seperti sedang marah.


"Haii, apa yang terjadi padamu ?? mengapa kau marah pada ku ?? , Ayo masuk.. diluar masih sangat dingin." sahut ku sambil menarik lengannya.


Rupanya Gun Woo cemburu pada ku, yaa memang sih.. pacar mana yang tidak cemburu jika pacarnya berkencan dengan lelaki lain .


"Bik Sari ???? Bikk.... buatkan coklat hangat dan Kopi Coklat." teriak ku seraya merebahkan diri di Sofa.


"Baik Nona Brenda segera.." Sahutnya.


"Hai tuan Gun Woo, mengapa raut wajah mu kusut sekali, ada apa ??"


"Gadis ini nakal sekali, kau adalah kekasih ku bagaimana bisa aku membiarkan mu berkencan dengan lelaki lain ???" matanya melotot merah.


"Jangan seperti ini pada ku, aku tidak ingin kau marah padaku, tapi kau tahu perjanjiannya." Aku menunduk sedih.


"Ini Coklat hangat dan kopi coklat nya silahkan." ucap bik Sari


Kami tidak memperdulikan bik Sari.


"Apakah dia sudah mencium mu ??"


"Sekarang Aku tahu bahwa di mata mu aku sangat murahan, hingga dengan mudahnya kau berkata begitu."


"Rupanya tidak yaa... maaf Brenda, aku sangat cemburu, aku panik saat mendengar kau bertemu dengannya sejak siang dan tidak kunjung kembali, sedang aku masih meeting direksi, hingga larut."


"Apa yang harus aku lakukan agar kencan ini tidak berlanjut lagi ?? sedang aku sebentar lagi harus melakukan perjalanan bisnis dalam waktu yang cukup lama." Gun woo dalam hati.


"Aku milik mu sayang... aku akan melakukan apapun agar bisa membahagiakan mu." terang ku.


"Aku butuh ciuman mu Brenda... "


Aku langsung mendekatkan bibir ku pada Gun woo.


"Tidak, jangan disini... ada bik Sari yang melihat nanti."

__ADS_1


"Aisss kau ribet sekali Gun woo..." ucap ku sambil tertawa.


Kami pergi ke kamar ku, setelah Gun Woo menutup pintu.


Dia segera menaikan kaki ku ke pinggang nya, aku melingkar kan tangan ku di lehernya.


Kami berciuman sangat mesra dan panas.


Gun woo duduk di pinggir tempat tidur sambil menciumi leher ku.


"Ini hukuman untuk mu agar kau tidak nakal lagi." ucap Gun woo..


" Maafkan aku, jika apa yang aku lakukan ini menyakiti mu.. " ucapku sambil menyenderkan kepala ku di dada bidangnya.


" Segera selesaikan ini sebelum semuanya semakin memburuk, kau adalah wanita ku, dan itu berlaku untuk sekarang hingga akhir nanti..." Ucap Gun Woo.


" Aku senang mendengarnya " ucap ku..


Tiba tiba suara telfon berdering.....


"Ehm, sebentar hentikan dulu Brenda.." ucap Gun Woo serius.


"Ya Men hang, ada apa ?"


"Men Hang ?? siapa itu laki laki atau perempuan yaa?? " ucap ku dalam hati sambil mengenakan kembali pakaian ku.


Setelah beberapa saat kemudian mereka bertelepon, aku melihat Gun Woo mematikan telepon nya dan memonyongkan bibirnya dengan gaya yang khas.


"Brenda, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada mu..." ucapnya sambil menatap ku yang duduk di sebelahnya.


"Haii mengapa kau sangat serius... aku jadi takut..."


Gun woo memegang bahu ku dengan lembut.


"Brenda... Aku akan melakukan perjalanan bisnis selama 1 tahun"


"Whaaatttt ??????? 1 tahunnnnn ???" mulut ku ternganga kaget.


"Aku harus melakukan ini sebelum kita bertunangan Brenda... "


"Ke.. kenapa mendadak ?" ucap ku terbata bata.


"Aku sebenarnya memenangkan tender besar. tapi itu berlokasi di UK jadi aku harus pergi kesana menyelesaikan pekerjaan ku, karena Indo dan Uk jaraknya sangat jauh, aku memutuskan untuk tinggal sementara disana"Jelas gun woo.


"Kapan kau akan berangkat ?? apakah kau akan mengunjungi ku ?? Bahkan apakah kau akan tetap mencintai ku Gun woo ?? atauu... ataauu..." dada ku mulai sesak.


Gun Woo langsung mendekap ku dengan hangat, agar aku tidak melanjutkan ucapan ku.

__ADS_1


Aku merasa lebih tenang saat aku ada dalam dekapan Gun Woo .


"Kau tahu Brenda... apa yang membuat ku hingga mampu mendapatkan tender proyek besar ini ??"


Aku menatapnya, tanpa menjawab apapun.


"Itu semua karena mu Brenda. Aku tidak bisa selalu hidup dengan nama dan perusahaan ayah ku, sedang kau berjuang untuk bekerja keras, agar bisa berdiri di kaki mu sendiri, aku merasa tidak pantas ." ucap Gun Woo dengan mata berkaca kaca.


"Gun Woo... sebenarnya aku tidak mempermasalahkan hal itu, tapi jika menurut mu itu yang terbaik untuk kita. Mari kita lakukan.. aku akan menanti mu, hingga kau kembali." Seraya mengusap lembut rambut Gun woo.


Gun woo menenggelamkan wajahnya di pundak ku, mengecup pundak ku, menciumi leher ku.


"Jadi, kapan kau akan berangkat ke Uk ?" ucap ku menghentikan kegiatannya.


"Besok pagi... Men hang sudah menyiapkan segala sesuatunya." jelas Gun woo.


"Siapa itu Men hang ?? mengapa aku tidak pernah tahu ??" tanya ku.


"Meng hang adalah asisten pribadi ku, tenang dia seorang lelaki, dan dia juga baru saja bekerja, jadi kau pun baru mendengar tentangnya." jelas Gun woo


"Ooww, ku kira dia seorang wanita.." hehe ucapku sambil cengengesan.


" Nanti aku akan kenalkan kamu dengan Men hang. Apakah kau akan mengantarkan aku ke bandara besok ??"


"Tentu sayang... aahhh ini menyebalkan.. aku ingin ikut dengan mu..." rengek ku.


"Nanti yaa, saat kita sudah menikah.. ikutlah kemana pun aku pergi, jangan meninggalkan ku sendiri..." seraya mengecup bibir ku.


"Bagaimana aku bisa meninggalkan mu, saat hati ku kau bawa dalam genggaman tangan mu." balas ku sambil mengecup bibir Gun woo balik.


"Ini sudah siang, aku masih harus bertemu dengan ayah. sampai bertemu besok ya, akan ku kabari schedule jam keberangkatan pesawat ku.."


"Hmmmm... baiklah"


Aku mendekapnya erat, dan beberapa kali mengecup bibir Gun woo.


"Sudah... malu di lihat bik Sari."


Tanpa sadar ternyata bik Sari sejak tadi memperhatikan kami, yang seperti surat dan prangko. Lengggkkeettt gitu, hehe.


"Aah, bik Sari... kenapa mematung di situ... aku kan jadi maluuu... " seraya menutupi wajah ku.


Bik Sari hanya tersenyum dan melenggang pergi.


"Aku pergi dulu. I Love u." sambil tangan Gun woo kiss bye .


"I Love u too My Gun woo " balas ku.

__ADS_1


******


Bersambung...


__ADS_2