
"Hahh... kau sungguh mencoba kesabaran ku ya..." ucap Mellyta.
"Jeedduuaaarrr" tembakan ke 2 kembali meleset, tembakan yang mengarah langsung ke arah Gun Woo itu mengenai kaca mobil Gun Woo.
Merasa Mellyta membahayakan keselamatan nya Gun Woo berhenti dan keluar. Begitu pun Mellyta.
"Apa yang kau lakukan !!!! "-ucap Gun Woo sambil menyentuh pundak Mellyta keras.
"Kau tahu siapa aku, bagaimana gilanya aku... jika kita tidak bisa bersama, maka tidak ada siapa pun di dunia ini yang boleh bersama mu selain Aku..." ucap Mellyta keras.
"Kau sangat egois Mell kau bahkan tidak sungguh sungguh mencintai seseorang..." ucap Gun Woo
"Kumohon Gun Woo... aku memang egois dan gila... tapi aku mencintaimu.. tolong mengertilah..." ucap Mellyta kembali memohon.
"Sudahlah mell, percuma pembicaraan ini... aku sudah hampir sampai... wanita ku sudah menunggu." ucap Gun Woo sambil berlalu pergi.
"Gun Woo !!!! kau benar benar membuat ku marah... !!!!!" pekik Mellyta.
Mellyta mengambil senjata api nya dan segera mengarahkannya ke arah mobil Gun Woo yang belum jauh.
"Jedduaarrrr!!!!!!" Suara tembakan ke 3 dari arah belakang mengarahkan langsung ke kaca belakang mobil Gun Woo dan menembus jok depan, dan pas berhenti mengenai bahu Gun Woo sebelah kanan.
"Aaaaaaaaaahh..!!!!" Pekik Nyaring Gun Woo merasakan sebuah peluru menancap di bahu nya.
Mellyta yang belum puas, hendak kembali menembak dengan membabi buta, namun sayangnya setelah tembakan ke 3 pelurunya habis.
"Siaallll !!!! Sial, sial, sial...!!! tidak berguna !!!" Mellyta mengamuk karena pelurunya habis.
Mellyta menelpon seseorang...
"Haii bodoh !!! mengapa hanya ada 3 peluru.. !!!!" ucap Mellyta.
"Hai, jangan marah.. aku memang sengaja hanya memberi mu 3 peluru, aku tahu kau itu gila jadi aku hanya memberikan mu 3x kesempatan saja agar tidak banyak jatuh korban karena kegilaan mu itu.."
"Kauu.. hiks.. hikss.. hikss.. sungguh.. " mellyta tidak melanjutkan ucapnya dan mematikan teleponnya.
"Baiklah.. sepertinya memang harus aku lakukan apapun untuk kebahagiaan ku.." ucap Mellyta.
__ADS_1
Bahu Gun Woo terus mengeluarkan darah, dia sempat berhenti dan membungkus bahunya dengan kain agar tidak semakin banyak darah, karena Gun Woo berhenti, akhirnya Mellyta sempat untuk kembali mendekati mobil Gun Woo.
Gun Woo segera memacu mobilnya kembali..
Mellyta mulai menabrak nabrakan mobilnya ke mobil Gun Woo.
"Hahaha... kau mau kemana ???" Ucap Mellyta.
"Astaga apa lagi ini.." ucap Gun Woo.
Mobil Gun Woo masih terus terusan di tabrak oleh Mellyta dari samping dan dari belakang, membuat Gun Woo gusar.
"Apa yang harus aku lakukan...??" tanya Gun woo.
Gun Woo mempercepat laju kendaraannya hingga yang tadinya 80 km/jm, kini 160 km/jam, berharap meninggalkan Mellyta dan segera sampai.
Namun kegilaan Mellyta tidak berhenti sampai disitu, Mellyta pun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi juga, kurang lebih 2 km jarak dari Gedung Pondok bunga Matahari.
Gun Woo mulai kehilangan banyak darah dan itu mempengaruhi penglihatannya, namun Gun Woo berusaha untuk tetap sadar dan kembali menelpon Brenda.
"Aku baik saja sayang... Brenda... bisakah kamu mendengarkan ku saja ???" ucap Gun Woo
"Tentu bang.. ada apa ??" tanya Brenda
"Aku sangat mencintai mu, menyayangi mu sampai akhir hayat ku... aku juga sangat menghormati ayah dan mami, mereka membuat ku merasakan seperti apa rasanya memiliki keluarga yang utuh... ( Nafas sedikit terengah engah) Brenda... katakan pada ayah ku.. aku bangga menjadi anaknya..." ucap Gun Woo
"Bang.. kamu kenapa ??? masih banyaak waktu sayang untuk membicarakan hal itu... kamu membuat ku takut..." ucap Brenda.
"Kamu ingat bintang di langit malam itu... jangan lupakan dia, karena bintang itu adalah aku... aku yang tidak akan berubah.. akan selalu dan terus menjaga mu dari kejauhan.." ucap Gun Woo
"Abang... terimakasih untuk semua cinta mu.. aku juga mencintai mu... tapi tolong jangan katakan seakan akan kamu.. ahh.. sudah segeralah sampai.." ucap Brenda
Mellyta yang tadinya jaraknya jauh dari mobil Gun Woo kini terlihat kembali mendekat, namun sayangnya Gun Woo sudah mulai kehilangan kesadarannya.
"I Love you Brenda... forever..." ucap Gun Woo
"Bang.. bercandanya gak lucu ahh.." ucap Brenda
__ADS_1
Mobil Gun Woo mulai kehilangan kendali, Brenda masih terus mengajak bicara Gun Woo, Gun Woo mendengar tapi sayangnya sudah tidak mampu menjawab, Gun Woo mulai kehabisan darah.
Jarak Gun Woo dan Gedung Pondok bunga Matahari kurang lebih 500 meter...
Dalam keadaan mobil Gun Woo yang tidak terkendali Mellyta menabrak mobil Gun Woo dengan keras dari samping, yang kemudian Menabrak pembatas jalan dan terbalik dan terseret jauh.. mobil Mellyta yang juga tergelincir setelah menabrak mobil Gun Woo juga ikut terbalik dengan kerasnya.
Brenda yang masih tetap bertelepon dengan
Gun Woo mendengar Suara tabrakan itu hingga suara mobil yang terseret hingga terdengar sangat dekat dengan Gedung Pondok bunga Matahari.
Suara dari handphone dan di dunia nyata itu terdengar amat sama, Brenda kembali kaget setelah mendengar suara Sesuatu yang terseret tadi berhenti dengan suara seperti menabrak sebuah pohon, suara itu teramat dekat dan nyata ditelinga Brenda.
Tubuh Brenda gemetar hebat, wajahnya pucat pasi tenggorokan nya terasa sangat pahit dan panas.
"Gun Woo... apa kamu masih disana sayang.." ucap Brenda dengan mata yang berkaca kaca...
Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, Brenda mencoba keluar, melihat apa yang tadi didengarnya. dengan langkah berat, tubuh gemetaran...
Brenda memberanikan diri untuk melihat. Beberapa saat kemudian setelah keluar dari Halaman gedung, Brenda belum menemukan apapun, dan masih belum berani melihat ke arah kanan dan kirinya.
Setelah beberapa saat kemudian Brenda mencoba memberanikan diri untuk melihat ke arah kanan dan kirinya.
Di arah kirinya tidak ada apa apa, tapi setelah melihat ke arah kanan Brenda seperti tersambar petir disiang bolong, nafasnya terasa sesak dan panas, bibirnya membeku kakinya berat tubuhnya lemas seketika.
Dia melihat, Mobil Gun Woo terbalik dengan ringsek, dan darah dimana mana...Brenda dengan sekuat hati mencoba untuk mendekat.
Saat mendekat Bredna sudah tidak bisa berkata kata lagu, air matanya mengalir deras.. Brenda menangis tersedu sedu menjerit jerit sambil berusaha membuka pintu mobil dan menyebut nama Gun Woo.
"Ya.. tuhann.. Gun Woo.... aaaaaa... siapapun.. tolong.... hiks.. jika..hiks.."
Setelah beberapa saat kemudian Brenda berhasil mengeluarkan Gun Woo dari dalam mobil.
Brenda tidak berhenti memeluk erat Gun Woo sambil menangis. Sayangnya Gun Woo sudah tidak bergerak sedikit pun, hanya tangannya yang sempat memegang tangan Brenda sebelum akhirnya terlepas.
"Gun Woo....... jangan lakukan ini pada ku... tolonggggggggggggggg.." Brenda meraung raung sekuat sekuatnya.
********
__ADS_1