Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Dia Pergi


__ADS_3

Aku tak membalas lagi pesan dari kak Sadid. dia terlalu monoton dalam berhubungan. selama berpacaran kami memang tak pernah sehari pun melalui hari dengan sebuah pertengkaran. aku dan kak Sadid, hanya bersenang senang saja setiap waktu.


"Tapi... bukankah bagus jika tidak bertengkar ?? Bukankah seharusnya hubungan ini bisa menjadi semakin langgeng?? Ahhhhh,


pusing.." omel ku pada diri ku sendiri sambil menggaruk kepala ku yang tidak gatal.


"Nona Brenda, sudah waktunya makan siang bersama tuan Frisya.." ucap Debora yang sejak tadi memperhatikan ku dari sudut ruangan.


Aku langsung menoleh dan terperanjat "Astaga, sejak kapan kau berada disana Debora?? mengapa tidak mengetuk pintu ?"


Aku memberondong nya dengan pertanyaan ku.


"Maaf kan saya Nona Brenda, saya sudah mengetuk pintu dan bahkan sudah berada di sini sejak 15 menit yang lalu, tapi saya tidak berani menyapa anda, sepertinya anda sedang memikirkan sesuatu." Debora menjelaskan dengan hati hati, dia melihat ku sedikit sensitif.


"Ada apa kamu ke ruangan ku ??"


"Apakah anda terlalu lelah nona Brenda, apakah saya harus membatalkan jadwal makan siang dengan tuan Frisya ??" Debora menjawab dengan penuh perhatian.


Ternyata waktu ku banyak terbuang karena hal ini hingga tidak menyadari bahwa hari sudah siang, aku belum mengerjakan pekerjaan kantor ku.

__ADS_1


"Kurasa kau benar Debora, cancel saja makan siang ku bersama tuan Frisya, katakan aku sedang tidak enak badan." Jelas ku.


"Perlu saya panggil kan sopir Nona


Brenda ??" jawab nya lagi.


"Tidak perlu karena aku tidak akan pulang, aku baik baik saja, tapi aku akan mengerjakan pekerjaan ku yang terbengkalai." Jawab ku yang memang sangat profesional dalam pekerjaan.


"Baiklah Nona, saya pergi dahulu."


Aku tidak menyahuti Debora, aku langsung sibuk dengan pekerjaan ku.


lalu suara pesan masuk.


Aku hanya meliriknya saja dan enggan membalas.


"Apakah kamu sedang sibuk ?" Sadid


aku masih hanya meliriknya saja, dan masih enggan untuk membalas.

__ADS_1


"Ayolah Brenda, aku tahu kamu sedang tidak sibuk, ini waktu makan siang, haruskah aku pergi ke Hoki Grup dan langsung menyapa mu ?? Sadid lagi.


Aku yang saat itu sedang meminum teh ku langsung tersedak, hukk, huukk hukk..


Gawat nih kalo dia sampai datang kemari. aku benar benar sedang tidak ingin bertemu dengan nya.


" Baiklah aku akan membalasnya, semoga ini cukup mencegah nya datang kemari." ucap ku dalam hati.


"Kak Sadid Maafkan aku, aku sedang meeting dengan klien baru, mereka ingin rapat sekaligus sambil makan siang. jadi aku belum bisa menghubungi mu. nanti aku akan menghubungi mu kembali." Brenda


Astaga, apa ini ?? aku sudah berbohong.. maafkan aku kak Sadid sepertinya aku memang sudah mulai menghindari mu.


Aku menghabiskan hari dengan setumpuk pekerjaan ku. dan segera pulang saat semuanya sudah selesai. seseorang mengetuk pintu.


"Masuklah."


"Nona Brenda, Anda tidak makan siang, apakah anda juga tidak akan makan malam ? anda harusnya sudah pulang dan beristirahat, biar saya yang melanjutkan pekerjaan Nona Brenda." Debora tidak tega melihat ku bekerja terlalu keras.


"Iya, Terimakasih atas perhatian mu, aku akan segera pulang lagian pekerjaan ku sudah selesai semua."

__ADS_1


"Haah, apa ?? sudah semua ??astaga Nona Brenda anda memang yang terbaik. BS s g a a d.


Bersambung.


__ADS_2