Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Setelah sekian lama.


__ADS_3

*****


Keesokan harinya...


Brenda menunggu kedatangan Rama, namun sayangnya Rama tidak kunjung datang. Brenda memutuskan untuk pergi berjalan jalan.



"Hmm... cuaca hari ini sangat cerah..." ucap Brenda sambil menikmati keindahan Rio.


***


Kediaman Frisya.


" Sial, bagaimana caranya aku bisa pergi jika Frisya sedang sakit seperti ini.." ucap Rama


"Mau pergi kemana kau Ram ?? Apa mata mu sakit, kau tidak melihat ku seperti ini kau masih saja ingin meninggalkan ku.." ucap Frisya.


"Hai, bocah besar... kau sakit apa ?? apakah ada yang kau inginkan ??" tanya Rama.


"Tampar si jalang Debor itu.." ucap Frisya.


"Tampar ?? apa kesalahan nya, hingga harus di tampar ??" tanya Rama


" 2 hari lalu dia membuat ku harus menampar nya, tangan ku sakit dan kini aku tidak enak badan." ucap Frisya.


"Sepertinya bukan hanya hatimu, tapi juga akal mu kau tinggal disana Fris.." ucap Rama.


"Kau bahkan lebih tahu daripada aku sendiri." ucap Frisya.


"Aku harus segera pergi, aku berjanji akan segera mendapatkan obat untuk mu.." ucap Rama.


"Haah.. apa kau akan mencari jalang jalang yang baru untuk ku ??" ucap Frisya.


"Berhenti berbicara dan istirahatlah, obat yang sedang aku usahakan ini adalah obat paling mujarab untuk mu." ucap Rama yakin.


"Jangan terlalu percaya diri.." ucap Frisya tidak percaya.


Rama tidak menggubris ucapan Frisya dan segera pergi mengendarai mobil sport nya.


****


Barra Hotels.


Rama mengetuk lama pintu kamar hotel Brenda, Setelah 15 menit tidak mendapatkan jawaban, ada seorang OB lewat.


"Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu ??" tanya OB.


"Aku sedang mencari penghuni kamar ini, apa kau melihatnya ??" tanya Rama


"Aku melihatnya pagi ini di Lobi, mungkin dia sudah pergi tuan.." ucap OB


"Baiklah, terimakasih.." ucap Rama.

__ADS_1


Rama kembali keluar dari Hotel dan mencoba untuk mencari Brenda di sekitar hotel, sampai tepi pantai.


"Hai Rama..." ucap Brenda dari belakang.


"ahh, Brenda... membuat ku kaget saja, mengapa kau meninggalkan kamar ?? bukankah sudah ada janji dengan ku ??" tanya Rama


"Aku bosan selalu di hotel, jadi aku hanya berjalan jalan saja disini.." ucap Brenda.


"Baiklah kita duduk disini saja, lebih nyaman." ucap Rama.


"Apa ada yang ingin kau katakan lagi pada ku ??" tanya Brenda.


"Sebenarnya.... Sebenarnya, aku tidak tahu harus memulainya dari mana.." ucap Rama.


"Katakan semampu mu, aku mendengarnya.." ucap Brenda.


"Bren... "


"Yaa Rama.."


"Ini tentang Frisya." ucap Rama


"Ada apa dengannya ??? apakah dia sakit ???" tanya Brenda.


"secara fisik tidak, tapi secara hati.." ucap Rama.


"Kenapa ??" tanya Brenda


"Frisya, dia kehilangan kebahagiaannya, kehidupannya, bahkan akalnya juga dia tinggalkan bersama dengan mu.."


"Kembalilah pada Frisya.." ucap Rama.


"Tidak !!! Mas Frisya itu adalah suami dari sahabat ku Debora... aku tidak bisa menghianati dia.." ucap Brenda menolak keras.


"Bahkan sebenarnya Frisya menolak pernikahan itu sejak awal." ucap Rama.


"Maksud mu ??" tanya Brenda.


"Beberapa hari sebelum hari pernikahan Frisya dan Debora, Kau dan Frisya... pasti ada sesuatu yang terjadi diantara kalian kan ??" tanya Rama.


Brenda mengingat kembali kenangan dimana saat itu dia kabur selama 2 hari untuk bersama dengan Frisya.


"Tidak sepenuhnya salah.." ucap Brenda


"Kau tahu... Sebenarnya Frisya tidak pernah sungguh sungguh ingin menikahi Debora, dia hanya ingin mendapatkan perhatian darimu saat itu, namun sayangnya itu tidak mengubah hati mu pada Gun woo.." ucap Rama.


"Lalu ?? apa yang terjadi pada Debora ??" tanya Brenda.


"Hanya neraka dan air mata yang dia dapatkan setiap hari, Frisya bahkan sering menampar pipi Debora.." ucap Rama.


"Benarkah ??" tanya Brenda.


"Dia disini mengasingkan diri namun hati kebahagiaan dan hidupnya sudah dia tinggalkan disana bersama dengan mu.." ucap Rama.

__ADS_1


Brenda terdiam, bingung dengan apa yang akan dia lakukan.


*****


Kediaman Frisya


Frisya mencoba melihat dimana lokasi Rama berada lewat handphone canggih miliknya.


"Barra Hotels ?? 2 hari ini dia mengunjungi Hotel itu..."


"Siapa yang ada disana.." ucap Frisya.


"Aku jadi penasaran, apakah dia sedang menggoda seorang gadis.. " ucap Frisya.


Frisya pergi menuju garasi mobil miliknya dan segera mengendarai Lamborghini miliknya keluaran terbaru.


"Baiklah... aah, ternyata dia berhenti di tepi pantai, seperti apa gadis idamannya.." ucap Frisya.


5 menit kemudian Frisya menemukan Rama dengan seorang gadis,dengan sangat serius.


Tiba tiba Frisya di tabrak oleh seorang pelayan kafe, hingga membuatnya berhenti menatap Rama dan Brenda, Setelah kembali menatap kearah Rama berada ternyata mereka sudah pergi.


"Ahh, aku tidak jadi tahu bagaimana gadis kesukaan Rama." ucap Frisya.


"Biar aku tunggu beberapa saat disini.." ucap Frisya, namun sayangnya mereka berdua tidak kunjung kembali.


"Ah, seperti orang gila aku menunggu mereka disini, memang apa pentingnya bagiku dasar konyol..." ucap Frisya mengomel sambil berjalan menuju stand bazar makanan.


Saat Frisya tengah memperhatikan sebuah makanan, tiba tiba serasa ada angin lembut yang menyapa tubuhnya, membuat Frisya seperti merasakan sesuatu ada di dekatnya.


"Apa ini ?? " rasanya aneh.


Kemudian Frisya membalikan tubuhnya untuk melihat apa yang ada di sekitarnya. Benar saja, Tiba tiba tatapan Frisya tertuju pada seorang gadis di bawah komedi putar.


Deg...


Deg....


Deg....


"B brre nnd dda... Ya tuhan jangan biarkan kegilaan ku ini bertambah parah.." keluh Frisya.


Tanpa di sengaja gadis dibawah komedi putar itu juga menatapnya, kini mata mereka saling bertemu, Nampak kerinduan yang sangat besar diantara mata mereka.


Perlahan mereka berjalan saling mendekat, mendekat... semakin dekatt... dan sampailah mereka saling berhadapan.


"Mas, Fris sya ??" ucap Brenda, tanpa sadar air mata Brenda menetes linangan air mata Brenda membuat bibir Frisya membeku.


"mas ?? ini aku Brenda... apa kamu tidak mengenali aku ??" tanya Brenda.


Masih tidak ada jawaban dari Frisya, beberapa saat kemudian Frisya terjatuh dan tak sadarkan diri.


"Masss.. mass... kamu kenapa ??" tanya Brenda.

__ADS_1


*****


__ADS_2