
"Nakk... Nak.. Brenda sayang... nak.. sadarlah.. ini mami nak... Mami mohon " ucap Mami menyadarkan Brenda di atas tempat tidur nya. yang terus berteriak teriak memanggil nama Gun Woo sejak 1 jam yang lalu.
Beberapa saat kemudian Brenda terbangun, Tubuhnya dipenuhi keringat dingin, matanya sembab dan panas, nafasnya terengah engah.
Brenda mengatur kembali ritme nafasnya, sambil melihat sekelilingnya... Setelah beberapa saat kesadarannya penuh.
"Mami ??? Ayah... Bibik ???" tanya Brenda.
"Nak.. apa yang terjadi ?? kamu bermimpi apa ??" tanya Mami.
Brenda memutar otak, mengingat apa yang barusaja dialaminya.
"Gun Woo !!!! Ah.. Mami... Gun Woo..!!" ucap Brenda.
"Iya nak.. kenapa Gun Woo ??" tanya Mami.
"Dia tadi datang kemari menyelamatkan ku Mi.." ucap Brenda.
Mami tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Brenda.
"Bagaimana mungkin nak... sudahlah Brenda.. ikhlaskan Gun Woo ya nak... dia sudah tenang disana.." ucap Mami.
"Tidak mi.. dia sungguh sungguh datang kemari.." ucap Brenda
"Coba katakan.. apa yang sebenarnya terjadi ?? bagaimana bisa kamu bertemu dengan Gun Woo ??" tanya Mami
Brenda menjelaskan segalanya tentang niatnya untuk mengakhiri hidupnya, hingga Gun Woo yang datang menyelamatkan nyawa nya .
Mami Brenda kaget setengah mati mendengar pengakuan Brenda yang ingin mengakhiri hidupnya.
"Nak.. apapun akan kami lakukan... tolong.. jangan katakan lagi jika kamu akan mengakhiri hidup kamu.." ucap Ayah.
"Tapi buktinya aku diselamatkan oleh Gun Woo... " ucap Brenda yakin.
"Ya sudah Kami percaya... sudah.. istirahatlah lagi.. biar mami dan ayah menemani mu tidur malam ini." ucap Ayah.
"Baiklah... aku juga merasa lelah.." ucap Brenda.
***** Keesokan harinya...
__ADS_1
Brenda membuka mata, melihat sekelilingnya... ternyata Mami dan Ayah sudah terbangun sejak tadi.
Brenda segera bangun dan membersihkan tubuhnya. Selesai mandi... Brenda kembali berjalan jalan di balkon kamar.
"Apakah yang kualami semalam hanyalah mimpi Gun Woo ???" tanya Brenda pada dirinya sendiri.
"Jika benar... pasti itu adalah mimpi terindah yang pernah kualami.." ucap Brenda sambil tersenyum.
Brenda duuk di sofa Balkon sambil melihat hamparan langit yang cerah hari itu.
"Selamat pagi Nona Brenda.. sudah bangun ternyata... ini sarapan Nona... Nyonya besar dan tuan besar sedang pergi pulang, untuk melihat keadaan rumah." Ucap bik Sari.
"Yaa... letakkan saja disini bik.. dan duduklah disini temani aku.." ucap Brenda
"Baik nona Brenda..." ucap Bik Sari
"Bik... semalam itu semuanya terasa sangat nyata... padahal aku hanya sedang bermimpi.. bagaimana bisa yaa.. ini membuat ku penasaran.." ucap Brenda
"Yaa.. namannya mimpi Non... bisa saja karena Nona Brenda sangat sangat merindukannya." ucap Bik Sari
Brenda kembali mencoba mengingat apa yang terjadi semalam padanya..
"Ada apa Nona Brenda ???" tanya Bik Sari
Brenda mencari sesuatu di tempat keranjang baju kotor.
"Apa yang anda cari nona Brenda.. biar saya saja yang melakukannya.." ucap Bik Sari
"Seharusnya... jika semalam memang hanya mimpi ku semata... Seharusnya rok yang ku kenakan semalam tidak akan sobek.!!" ucap Brenda
Kemudian Brenda menemukan rok yang dia kenakan semalam, dan alangkah terperanjat nya mereka berdua.. ternyata benar.. rok yang dipakai Brenda semalam benar benar sobek.
"Astaga... Sudah ku duga.." ucap Brenda sambil kembali menitihkan air mata.
"Non.. Nona Brenda... siapa tahu itu karena hal lain.." ucap bik Sari masih tidak bisa mencerna apa yang di ucapkan Brenda.
"Kemarilah jika bibik masih belum percaya.." ucap Brenda sambil berjalan menuju pagar balkon dimana rok Brenda tersangkut.
"Lihat !!! " Brenda menunjukkan sobekan Rok Brenda yang tersangkut di pagar balkon.
__ADS_1
"Astaga... jadi semalam... lalu apa ?? apa yang tuan Gun Woo katakan Nona ??" tanya bik sari
"Gun Woo meminta ku untuk melupakannya dan melanjutkan hidup ku.." ucap Brenda sambil mulai menangis tersedu sedu.
"Nona... mungkin itu benar benar yang terbaik untuk kalian berdua.." ucap Bik Sari yang ikut menangis.
Brenda menyeka air matanya...
"Sudahlah bik... aku akan mencobanya... bibik boleh pergi.. aku ingin sendiri.." ucap Brenda.
"Baik Nona.. jika ada yang ingin nona katakan.. katakan saja.. jangan di pendam" ucap bik Sari.
Bik Sari pun berlalu pergi keluar kamar.
Setelah hari itu....
Brenda menghabiskan banyak waktunya hanya untuk diam di kamarnya... Menutup diri untuk bertemu dengan orang lain, bahkan untuk makan pun Brenda memilih untuk makan di dalam kamar.
Brenda masih tidak bisa melupakan segalanya... hidupnya muram setelah kepergian Gun Woo...
Warna dunia menjadi hitam putih dan abu bagi Brenda... Tidak ada lagi senyum.
Hidup Brenda sudah berubah 360° .
Brenda jarang Berbicara dengan orang lain..
hatinya seperti sudah mati, hanya tinggal raganya saja yang menunggu untuk mati.
Mami, Ayah dan bik Sari amat terpukul dengan keadaan Brenda yang sekarang...
Mami sering sekali menangis tersedu sedu melihat apa yang kini harus dialami oleh putrinya..
Brenda masih sering menangis... masih terus tenggelam dalam masa lalunya.. Awalnya Brenda selalu menangis di pojokan kamarnya dengan satu lampu tidur menemaninya, namun.. pernah ketahuan oleh maminya, dan itu membuat maminya semakin bersedih..
Karena semakin merasa bersalah...
Akhirnya Brenda memilih menangis di dalam lemari dengan wajah di tutupi bantal, membuat tidak seorang pun bisa mendengarnya.
***********
__ADS_1