Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Psi Ko Pa T ?


__ADS_3

"Aaaaaaahhhhh hentikan !!! " teriak mami sambil memegangi kepalanya.


"Mami.. kenapa ?" tanya Brenda.


"Nyonya anda baik baik saja ??" tanya Ibu panti.


"Rakhman ? Aduh.... " keluh Mami.


"Mami kenapa sih ?"tanya Brenda.


"Ibu panti... Astaga... saya ingat semuanya.. " ucap Mami Brenda secara tidak langsung cerita ibu panti tadi membuka kembali ingatannya tentang Rakhman.


"Anda mengingatnya Nyonya ?" tanya Ibu panti.


Mami mengangguk ria, tak lama kemudian Mami menangis.


"Loh, apaan sih mi kok nangis... " ucap Brenda


"Malang sekali... " ucap Mami, Ibu panti terikut menangis.


"Loh, ada apaan sih ?" tanya Brenda penasaran dengan tingkah semua orang di tempat itu.


"Biar Ibu lanjutkan... ( menelan ludah dengan sulit ) Awalnya apa yang dinampakkan Rakhman bukanlah hal yang aneh, dia sering mencari cari perhatian dari kamu, dia suka memperhatikan kamu, lambat laun kalian sudah mulai besar, kamu terlihat semakin cantik dan anggun Bren.. membuat Rakhman memperlakukan kamu semakin berbeda, dia membatasi mu dalam berteman, tapi kamu tidak menganggapnya sebagai hal yang aneh hingga akhirnya kamu hanya bisa berteman dengan Rama dan Rakhman. " ucap Ibu panti.


"Kamu ingat saat kamu dan Rama bermain di sungai dan kamu menangis ?" tanya Ibu panti.


"Brenda ingat betul dengan kejadian hari itu bu " ucap Brenda.


"Pasti kamu berpikir itu adalah Rama yang dengan sengaja berlari ke semak dan melepaskan celanannya demi kamu.." tebak Ibu panti.

__ADS_1


" Ya, Ibu benar... Bukankah memang Rama yang melakukannya ?" tanya Brenda


"Bukan Bren, tapi Frisya... dia sengaja memanggil Rama di semak semak dan memintanya melepaskan celanannya, Rama menolak keras, namun keinginan Frisya terlalu kuat dia akhirnya yang membuka sendiri celana Rama lalu melemparkannya pada mu.." ucap Ibu panti membuat Brenda terkejut.


"Lagi... Rakhman sebenarnya tidak menyukai kamu dekat dengan Bella, dia mulai melakukan hal hal seperti merusak mainan mu dan mengatas namakan Bella yang melakukannya, itu terjadi hingga beberapa kali hingga kamu menganggapnya nakal. Hingga akhirnya... " Ibu panti menghela nafas.


" Ah Brenda, Ibu tahu kamu memang tantrum tapi hati kamu sangat lembut Brenda, jadi sekalipun Bella nakal pada mu tapi itu tidak membuat mu membencinya. " ucap Ibu panti


"Hal ini membuat Frisya Frustasi, lalu kemudian... " Ibu panti menghentikan ucapannya.


"Nyonya apakah boleh saya mengatakannya ?" tanya Ibu panti pada mami.


"Kenangan buruk tidak selalu berakhir dengan buruk juga, mungkin kita bisa belajar sesuatu dari sana, katakan saja Brenda sudah dewasa Bu.." ucap Mami, yang merasa jika rasa traumannya harus dia hentikan disini, Brenda pernah mengalami hal yang lebih sulit dari ini, namun dia bisa melewatinya, mengapa Maminya tidak ?


*****


"Mungkin kamu sudah lupa... tapi tidak mengapa,ibu hanya ingin agar kamu tidak terus terusan hidup dalam kesalahpahaman. " ucap Ibu panti.


"Hari itu Ibu mendengar langsung dari seseorang yang Ibu percaya berkata jika malam itu kamu bertemu dengan Bella di balkon lantai 3, kalian sepertinya saling memaafkan, namun suatu ketika tiba tiba suara petir menyambar, kamu yang takut langsung berjongkok dan menutupi telinga kamu, namun hal mengenaskan terjadi pada Bella... dia langsung terjatuh dari atas balkon lantai 3 yang kebetulan secara mata telanjang terlihat oleh Mami kamu..." ucap Ibu panti


**** Flash back


"Duh, Brenda mana sih... gelap gini anginya gede petirnya keras banget lagi. " ucap Mami saat hendak menjemput Brenda dari panti.


Tiba tiba...


"Aaaaaaaaaaaa "


Deebbuuuuuukkkkk !!!!!!

__ADS_1


Mami Brenda melihat seorang anak kecil perempuan dengan rambut pendek terurai bermandikan darah, tubuhnya kejang, matanya melotot seperti meminta tolong pada Mami Brenda.


***** Flash Off


"Mami mu langsung histeris melihat itu dan menatap keatas ternyata disana Mami kamu melihat Frisya berdiri dengan sebuah senyuman, sepertinya itu memberikan dampak trauma pada Mami kamu.." ucap Ibu panti.


"Mami kamu berkata jika setiap malam dia bermimpi bertemu dengan Bella, dia mengatakan andai saat itu Mami kamu lebih sadar keadaan mungkin dia tidak akan mati menghantam lantai dengan kerasnya. "


Brenda mulai menitihkan air mata, dia seperti tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Lalu ?" tanya Brenda masih ingin menelisik lebih jauh tentang Frisya kecil.


"Lalu setelah itu, Mami mu beberapa kali melakukan konsultasi dengan psikiater karena dia merasa sangat terganggu dan merasa bersalah.." ucap Ibu panti.


"Apa tidak ada yang melaporkan pada polisi ?" tanya Brenda


"Apa boleh buat mereka adalah seorang anak yatim dan walinya mereka juga sama, yaitu Ibu... apakah saat itu Rakhman masih di bawah umur. " ucap Ibu panti.


"Tidak berhenti disana, Rakhman semakin lama semakin mendekati mu, memperlakukan kamu seperti pasangannya, saat itu kamu sedang bermain dan Hemi, anak panti laki laki ke 3 disini menggoda mu dan membuat mu menangis, keesokan harinya, dia di temukan tidak bernyawa dengan mulut mengeluarkan busa. "


"Kami mengecek Cctv, Maaf.. tapi Rakhman yang memberikan minuman pada Hemi sebelum dia tidur malam hari dan ditemukan pagi hari dengan mengenaskan." ucap Ibu panti.


"Rakhman itu sepertinya sangat terobsesi pada mu Brenda..


"Benarkah, apa ucapan Ibu panti bisa Ibu dipertanggungjawabkan ?" tanya Brenda


"Tentu, segalanya masih tertata rapi. disini.." ucap Ibu panti.


Brenda berlari keluar, ribuan pertanyaan berkecamuk di dalam pikirannya.

__ADS_1


"Memang benar mungkin Frisya terobsesi pada ku, tapi aku tidak percaya jika dia adalah seorang psikopat.. " ucap Brenda sambil menangis.


*********


__ADS_2